Site icon savanaparadise.com

Opini : Ekaristi Ditengah Pandemi : Dari Partisipasi Ideal Menuju Pelayanan Sosial

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Oleh &colon; Fransiskus X&period; Harun Daman &lpar;<em>Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA<&sol;em>&rpar;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p><em>&OpenCurlyDoubleQuote;Iman&comma; imun&comma; aman&period;”<&sol;em> Ketiga unsur dalam kehidupan manusia yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain&period; Ketiga unsur tersebut sangat penting dalam kehidupan manusia&comma; terlebih pada masa Pandemi ini&period; Tetapi&comma; apa kontribusi <em>iman<&sol;em> dalam masa Pandemi ini&quest; Bagi orang-orang yang berkeyakinan&comma; terutama umat Kristiani&comma; <em>iman<&sol;em> merupakan bagian sentral dalam kehidupan manusia&period; Tak terlepas dari itu&comma; kegiatan kerohanian dan praktek <em>liturgia<&sol;em> merupakan bagian penting dari iman itu sendiri&period; Iman menjadi utuh dalam tindakan manusia&period; Namun dalam realita yang terjadi saat ini dalam masa Pandemi Covid-19&comma; mereka yang sehat dan memiliki <em>imun<&sol;em> tubuh yang kuatlah yang mampu bertahan hidup&period; Berhadapan dengan situasi Pandemi yang masih berlangsung&comma; maka segala kegiatan rohani berupa perhimpunan dan perkumpulan dibatasi&comma; dengan tujuan agar rantai penyebaran virus dapat diputuskan dan mereka yang ber<em>imun <&sol;em>lemah serta yang rentan terpapar virus <em>corona<&sol;em> seperti lansia dan penderita penyakit bawaan tidak terpapar virus mematikan tersebut&period; Dalam situasi yang terjadi muncul pertanyaan seperti &colon; <em>&OpenCurlyDoubleQuote;Iman&comma; imun&comma; aman&period;” <&sol;em>Mana yang menjadi prioritas antara <em>iman<&sol;em> dan <em>imun<&sol;em> agar seseorang menjadi <em>aman <&sol;em>di masa Pandemi ini&quest; Jawabannya&comma; ketiganya menjadi prioritas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Umat Kristiani masih belum bisa menjalankan kegiatan atau aktifitas rohani secara maksimal seperti biasanya&period; Ekaristi yang merupakan pusat dan puncak hidup Gereja belum bisa dirayakan secara &OpenCurlyQuote;lebih baik’ oleh segenap umat Kristiani&period; Misa Kudus hanya dirayakan di wilayah yang berstatus <em>zona<&sol;em> hijau dan <em>zona<&sol;em> kuning saja&period; Sekali pun dapat dirayakan&comma; namun tetap memperhatikan kebijakan pembatasan sosial yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga mengikuti protokol kesehatan&period; Alhasil&comma; umat Kristiani harus merayakan Misa Kudus dengan durasi waktu yang lebih singkat dari biasanya dengan meniadakan nyanyian koor&comma; homili yang juga dipersingkat&comma; serta beberapa partisipasi umat yang harus disesuaikan dengan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah&period; Situasi yang serba baru ini membutuhkan penyesuaian dan yang terlebih penting ialah pemaknaan akan iman yang dirayakan dalam Ekaristi itu&period; Gereja ikut ambil bagian secara pro-aktif dan mengikuti kebijakan tersebut sebagai bentuk kerja sama demi pemulihan dunia dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19&period; Namun sekali lagi&comma; bagaimana penghayatan umat beriman yang berekaristi selama masa Pandemi Covid-19 ini&quest;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Partisipasi Ekaristis<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Ekaristi sebagai perayaan Gereja merupakan perayaan <em>anamnese<&sol;em> &lpar;peringatan&rpar; akan misteri kurban Salib Kristus yang diabadikan dalam perjamuan malam terakhir bersama para murid&period; Perayaan Ekaristi Kudus menjadi pusat dan puncak kehidupan Gereja dan dihidupi oleh Gereja secara turun-temurun serta telah menjadi warisan leluhur yang tidak ternilai yang dianugerahkan oleh Kristus sendiri&period; Keluhuran martabat Ekaristi ini telah mengantar Gereja sampai pada pemahaman dan kesadaran bahwa Ekaristi harus dirayakan sedemikian rupa&comma; sehingga dari padanya segenap umat Kristiani menimbah rahmat yang berlimpah&period; Oleh sebab itu&comma; perayaan penuh makna ini diperlukan juga partisipasi aktif dari pihak umat&period; Partisipasi dalam Ekaristi tidak hanya dimaknai pada bagian-bagian yang terpisah-pisah&comma; melainkan pada suatu partisipasi keseluruhan yang utuh&period; Partisipasi ideal tersebut antara lain&semi; pertama&comma; partisipasi berupa persiapan&period; Persiapan ini menyangkut seluruh diri &lpar;batin-fisik&rpar;&comma; persiapan para petugas atau pelayan dalam Perayaan Ekaristi dan persiapan ruang ibadat&period; Kedua&comma; keheningan&period; Dalam Perayaan Ekaristi&comma; pada bagian tertentu keheningan merupakan suatu bentuk partisipasi yang berkualitas dan memberi nilai lebih tersendiri&period; Ketiga&comma; partisipasi dalam sikap liturgis dan dalam nyanyian&period; Rahmat pembabtisan merupakan dasar bagi partisipasi umat&comma; sehingga partisipasi bukan saja sebuah pilihan pribadi melainkan sebuah kewajiban dan tuntutan &lpar;<em>SC<&sol;em> 14&rpar;&period; Namun dalam masa pandemi ini&comma; pastisipasi ideal yang seharusnya dijalani umat dalam Perayaan Ekaristi menjadi tidak lengkap&period; Partisipasi itu tidak diberlakukan dengan alasan yang logis dan demi kepentingan banyak orang di masa Pandemi ini&period; Dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpartisipasi ideal dalam Perayaan Ekaristi tidak sedikit pun mematahkan semangat iman dari segenap umat Kristiani&period; Ekaristi tidak hanya dipahami sebagai upacara liturgis Gereja&comma; tetapi mencakup semua tindakan &OpenCurlyDoubleQuote;Ekaristis” yakni&colon; pemberian diri dalam pelayanan sosial di masyarakat&period; Dalam pelayanan sosial&comma; setiap orang beriman membangun relasi antara sesama yang berpankal pada relasi Allah Tritunggal&period; Dalam pelayanan sosial setiap orang beriman mengamalkan cinta kasih Kristus lewat iman yang bersumber dari Ekaristi &lpar;<em>SC<&sol;em> 10&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Dari partisipasi ideal menuju pelayanan sosial<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Partisipasi ideal ini menghantar manusia kepada persatuan abadi dengan Allah Tritunggal&period; Karena melalui partisipasi yang ideal manusia menjumpai dirinya sebagai umat Allah yang sejati&period; Maka&comma; semangat Ekaristis yang diperoleh dalam Ekaristi Kudus mendapat tempat yang sempurna sebagai bentuk aplikasinya dalam pelayanan sosial pada masa Pandemi ini&period; Pandemi Covid-19 yang berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan secara bersama-sama&period; Semangat Ekaristis mendorong segenap orang beriman untuk saling bahu – membahu&comma; tolong – menolong&comma; dan memperhatikan kaum lemah dan tertindas yang lebih membutuhkan bantuan&period; Sebagai murid-murid Tuhan Yesus&comma; yang adalah penyembuh jiwa dan badan&comma; kita dipanggil untuk meneruskan &OpenCurlyDoubleQuote;karya-Nya karya penyembuhan dan penyelamatan” &lpar;<em>KGK<&sol;em> 1421&rpar; secara fisik&comma; sosial dan spiritual&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ajaran Sosial Gereja Di Masa Pandemi yang ditulis oleh Paus Fransiskus merupakan salah satu usaha Gereja dalam mengembangkan semangat Ekaristis setiap umat beriman&period; Melalui tulisannya itu&comma; Paus Fransiskus ingin mengajak umat beriman untuk menaruh perhatiannya pada usaha bersama yang berlandaskan cinta kasih Kristus untuk memulihkan dunia&comma; bertaut pada iman akan keluhuran martabat manusia&comma; membangun empati dan keberpihakan kepada kaum miskin dan yang terlantar&comma; yang bertaut dalam keutamaan kasih&comma; mengedepankan solidaritas dan kesejahteraan umum&comma; subsidiaritas dan keutamaan harapan yang bersumber dari Yesus Kristus&period; Semuanya merupakan partisipasi yang dijiwai oleh semangat Ekaristis segenap umat beriman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka&comma; melalui semangat Ekaristsi manusia bekerja sama untuk dapat tetap berjuang dalam situasi Pandemi yang belum usai ini&comma; semangat itu mendorong manusia untuk memupuk harapan bagi kehidupan yang penuh kasih dan kesejahteraan bersama&period; Manusia membangun relasi antara sesama dengan saling mendorong satu sama lain demi mencapai tujuan bersama&comma; berlandaskan relasi Tritunggal&semi; Bapa&comma; Putera dan Roh Kudus&period;<&sol;p>&NewLine;<p><em> <&sol;em>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version