Site icon savanaparadise.com

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Para nelayan dan pelapak PPI Oeba meminta Gubernur NTT&comma; Emanuel Melkiades Lakalena untuk mencabut Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2025 tentang penyesuaian retribusi sewa lawan&period; Pergub tersebut kata pelapak dan nelayan PPI Oeba mengalami kenaikan tarif 300 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Pak Gubernur Melki itu ana Oeba&period; Kami juga ana Oeba&period; Tolonglah cabut Pergub nomor 33 tahun 2025 yang sangat memberatkan kami&period; Sesama ana Oeba jangan bikin susah ana Oeba&comma; &&num;8221&semi; Kata Ketua Nelayan dan Pelapak PPI Oeba&comma;Habel Missa kepada media&comma; Senin&comma; 29&sol;09&sol;2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan apa yang disampaikan oleh para nelayan dan pelapak PPI Oeba itu murni dari pergumulan yang mereka alami sehari-hari&period; Tak ada niat untuk menentang kebijakan pemerintah dalam meningkatkan PAD bagi daerah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Ketika tarif naik 100 persen&comma; saya panggil kawan kawan disini untuk diskusi&period; Saya tanya mereka&comma; apakah masih sanggup dengan kenaikan 100 persen&period; Mereka bilang bisa&period;&comma; oke kita terima karena untuk daerah juga&period; Nah ketika naik 300 persen ini&comma; kami tidak terima lagi&period; Ini sangat membebani&comma; &&num;8221&semi; Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penolakan tersebut kata Habel akan dituangkan dalam lima tuntutan yang akan disanpaikan dalam demo ke kantor Gubernur NTT dan Kantor DPRD NTT&period; Habel mengatakan para nelayan dan pelapak tidak hanya berdemo di kantor Gubernur NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mereka juga akan menduduki Kantor DPRD NTT karena Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT&comma; Sulastri Rasyid mengatakan terbitnya Pergub nomor 33 tahun 2025 karena masukan resmi dari DPRD NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami mendukung pemerintah meningkatkan PAD&comma; tapi jangan dengan cara menindas&period; Pergub ini tidak manusiawi dan membuat kami menjerit&comma;” pungkas Habel Missa&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version