Site icon savanaparadise.com

Nelayan Asal Sikka Dibekuk Tim Ditpolairud Polda NTT

11 bahan peledak berupa Detenator yang berhasil di amankan Tim Ditpolairud Polda NTT (Foto: Humas Polres Ende)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Seorang Nelayan asal Kabupaten Sikka&comma; berinisial AA dibekuk Tim Ditpolairud Polda NTT saat membawa bahan peledak berupa 11 batang detenator dalam kemasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tersangka AA &lpar;40&rpar; harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena melakukan tindakan pidana menguasai&comma; memiliki&comma; dan membawa bahan peledak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi ini disampaikan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol&period; Ariasandy&comma; S&period;I&period;K&period;&comma; melalui pers release yang diterima media ini&comma; Kamis &lpar;22&sol;6&sol;2023&rpar; pagi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kabidhumas Polda NTT menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan saat mendapatkan Informasi dari Sumber bahwa di Perairan Larantuka dan sekitarnya akan ada transaksi Jual beli Bahan baku bahan peledak&comma; pada Selasa &lpar;20&sol;6&rpar; lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Setelah mendapat informasi tersebut&comma; Tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku &OpenCurlyDoubleQuote;AA” yang saat memiliki&comma; menguasai dan membawa 11 &lpar;sebelas&rpar; batang detonator &lpar;bahan peledak&rpar; dalam kemasan&period;di pesisir Pelabuhan penyeberangan Pante Palo&comma; Adonara&&num;8221&semi;&comma; jelas Kabidhumas Polda NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; turut diamankan dua kantong plastik warna hitam berisikan pupuk kurang lebih 2 kg&comma; satu bungkus Rokok ARROW isi 2 batang&comma; satu buah pemantik warnah merah&comma; satu buah handphone merek Nokia warna hitam&comma; satu unit sepeda motor merek Revo warnah hitam tanpa Nomor kendaraan dan Satu buah STNK dengan Nomor Register W 6529 M<br &sol;>&NewLine;An&period;SUPI&&num;8217&semi;I&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke markas Marnit Polairud Flotim untuk dilakukan proses penyidikan oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT&&num;8221&semi;&comma; jelas Kabidhumas Polda NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tersangka diduga melanggar padal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat nomot 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diketahui bahwa satu batang detonator dapat dibagi dan dapat memproduksi 10 botol bom Rakitan siap pakai&period; Satu Detonator sebanyak 10 botol bom Ikan siap pakai kalau 11 detonator sebanyak 111 botol Bom siap pakai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Akibat dari penjualan detonator tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan seperti ekosistem laut&comma; biota laut&comma; dan mikroorganisme lainnya&period; Dimana pelakunya menggunakan detonator tersebut untuk membuat Bom ikan Rakitan untuk melakukan penangkapan ikan&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period; &lpar;&ast;&ast;&ast;&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version