Site icon savanaparadise.com

Nakes Kelukan Insetif, Begini Penjelasan DPRD Kabupaten Ende

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Sejumlah tenaga kesehatan sukarela diberbagai puskesmas di Kabupaten Ende kelukan mengenai insetif selama berbulan-bulan&comma; dari Januari hingga Juli 2021 belum diterima sepersenpun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keluhan itu di lontarkan oleh Nakes sukarela di karenakan antara kesejahteraan Nakes sukarela dan tugas yang di jalankan tak sebanding&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; ditengah situasi pandemi Covid-19&comma; Nakes sukarela rela setiap harinya bertaruh nyawa merawat pasien Covid-19&period; Mereka juga kerap menghadapi tekanan sosial dikala bertugas&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sayangnya&comma; salah satu ujung tombak dalam melawan pandemi ini&comma; kesejahteraan mereka kurang diperhatikan Pemerintah Daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data yang dihimpun media ini&comma; Jumlah Nakes sukarela yang ada di puskesmas se Kabupaten Ende tak terbilang banyak jumlahnya dari mereka yang Pagawai Negeri Sipil &lpar;PNS&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahkan ada di puskesmas tertentu&comma; jumlah Nakes sukarela melebihi Nakes yang sudah PNS yaitu antara 60&colon;40&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini juga di ungkapkan oleh dr&period; Bram Natanael Sembiring ketika di konfirmasi SP&comma; Kamis &lpar;15&sol;7&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepada SP dr Bram menuturkan dirinya begitu prihatin atas nasib Nakes sukarela yang tak kunjung pasti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya kalaupun Nakes sukarela terima instetif&comma; itupun dikarenakan ada kapusnya yang sangat peduli dengan nasibmereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi mereka tak bisa menuntut banyak walaupun tak diberi insetif&&num;8221&semi;&comma; tuturnya<&sol;p>&NewLine;<p>dr Bram menambahkan kendati demikian Nakes sukarela tetap bekerja dan bahkan ditengah pandemi mereka pun turut memberikan kontribusi besar dan rajin turun kelapangan dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 walaupun nasib mereka tak jelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sejujurnya saya mau katakan tanpa mereka puskesmas pasti tutup&period; Apalagi puskesmas di luar Kota yang rawat inap karena jumlah mereka lebih banyak dari Nakes yang PNS&&num;8221&semi;&comma; ungkap dr Bram&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; lanjut dia sayangnya Nakes sukarela ini tak berani untuk bersuara memperjuangkan nasib mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Harapan saya Nakes sukarela di danai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ende&&num;8221&semi;&comma; pinta dr Bram&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikesempatan berbeda&comma; Anggota DPRD Kabupaten Ende&comma; Yulius Cesar Nonga mengatakan terkait insetif Nakes sukarela yang menangani Covid-19 perlu di prioritaskan dan menjadi perhatian utama Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya pikir ini mesti menjadi prioritas dan perhatian utama dari Pemerintah Daerah dalam mensuport penanganan-penanganan di bidang kesehatan agar lebih baik lagi&&num;8221&semi;&comma; kata ketua Komisi II DPRD Ende ini ketika di wawancara SP&comma; Jumat &lpar;16&sol;7&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sehingga dalam situasi pandemi ini&comma; ujar Yulius tidak ada lagi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh Nakes soal insetif&comma; apalgi mereka yang menangani Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yulius menjelaskan seandainya Pemerintah Daerah mau melakukan itu&comma;  sesungguhnya ruang itu ada untuk membayar insetif Nakes yang menangani Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut jelas Yulius&comma; dia bisa dimasukan dalam salah satu item anggaran hasil refocusing dan itu ada di ranah Pemerintah itu sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kalau Pemerintah Daerah mau membayar insentif Nakes hari ini&comma; jelas yulius maka ruang itu ada di Pemerintah itu sendiri karena refocusing itu sendiri adalah kewenangan dari Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Nantinya salah satu item hasil refocusingnya adalah termasuk menganggarkan untuk insetif nakes itu&&num;8221&semi;&comma; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version