Site icon savanaparadise.com

Naik 300 Persen, Anggaran Pilgub NTT 2018 Sangat Fantastis

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-219394" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;kpu-ntt-ok&period;jpg" alt&equals;"kpu ntt ok" width&equals;"700" height&equals;"525" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada tahun 2018 mendatang menelan anggaran sebesar Rp&period;517 Miliar&period; Jumlah Ini Naik 300 persen ketimbang anggaran pilgub NTT pada 2013 yang lalu yang berjumlah 160 Miliar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;&OpenCurlyDoubleQuote;Anggaran yang dibutuhkan untuk Pilgub 2013 berkisar antara Rp150 sampai Rp160 miliar&period; Dengan alokasi anggaran untuk pilgub 2018 mencapai Rp517 miliar&comma; maka mengalami kenaikan sekitar 300 persen&comma;” kata Ketua DPRD NTT&comma; Anwar Pua Geno kepada wartawan&comma; Selasa&comma; 7&sol;3 di Kupang&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Anwar mengatakan Besaran anggaran pilgub setelah dilakukan sharing dana dengan 10 kabupaten yang juga menyelenggarakan pilkada serentak pada 2018 mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anwar merincikan besaran anggaran penyelenggaraan pilgub 2018 itu dialokasikan untuk KPU sekitar Rp318 miliar&comma; Badan Pengawas Pemilu &lpar;Bawaslu&rpar; sekitar Rp200 miliar&comma; dan pengamanan yang diajukan Polda sebesar Rp39 miliar serta TNI sebesar Rp3 miliar&period; Dari besaran anggaran yang ada&comma; maka pilgub 2018 membutuhkan anggaran yang paling besar dalam sepanjang sejarah pesta demokrasi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Walau anggaran cukup fantastis dan memberatkan APBD&comma; tapi harus tetap dialokasikan karena perintah UU dan pilgub merupakan hajatan lima tahunan&comma; hajatan politik rakyat dalam memilih pemimpinnya&comma;” tandas Anwar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menyikapi besaran anggaran pilgub dimaksud&comma; lanjutnya&comma; DPRD dengan Gubernur&comma; Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur&comma; Benny Alexander Litelnoni bersepakat untuk meminta KPU&comma; Bawaslu&comma; Polda dan TNI untuk melakukan rasionalisasi&period; Sehingga anggaran final nanti betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah&period; Walau demikian&comma; tidak boleh menurunkan kualitas penyelenggaraan pilgub&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita tidak mau juga akibat rasionalisasi yang berlebih bisa berdampak pada kualitas penyelenggaraan pilgub&period; Karena dalam rasionalisasi itu&comma; ada pedoman penggunaan alokasi anggaran maksimal atau minimal&period; Artinya ada ketentun mengenai harga satuan setiap itemnya&comma;” papar Anwar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menerangkan&comma; sesuai hasil rapat DPRD NTT dengan KPU Provinsi&comma; pada tahun 2018 akan digelar 11 &lpar;sebelas&rpar; pilkada serentak&comma; yakni satu pilgub dan 10 pilkada kabupaten&period; Pada awalnya&comma; dana yang diajukan KPU waktu itu sebesar Rp339 miliar&period; Setelah diminta untuk melakukan rasionalisasi&comma; besaran anggaran yang diajukan turun menjadi Rp318&period; Angka yang dihasilkan dari rasionalisasi itu setelah dilakukan sharing dengan 10 kabupaten penyelenggara pilkada serentak 2018&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan&comma; pilgub 2018 merupakan salah satu hajatan lima tahunan yang membutuhkan dana yang cukup besar&comma; sehingga tidak dapat dianggarkan sekaligus dlam satu tahun anggaran&period; Karena itu&comma; perencanaan anggaran untuk kegiatan tersebut harus mulai dipersiapkan sejak tahun anggaran 2017&period; Dengan demikian&comma; pendanaan pilgub dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan persiapan serta ketersediaan dana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebu Raya menambahkan&comma; terkait pendanaan pilgub dimaksud&comma; Pemerintah telah mengajukan Rancangan Perda tentang Pembentukan Dana Cadangan pilgub 2018&period; Dalam rancangan perda dmaksud&comma; pada tahun anggaran 2017 dialokasikan dana cadangan sebesar Rp200 juta&period; Dana cadangan dipergunakan pada belanja tidak langsung dan belanja langsung untuk membiayai program dan kegiatan pilgub 2018&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version