Site icon savanaparadise.com

Mutasi Pejabat di Pemprov NTT Batal, Ada Apa?

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-201065" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;03&sol;gubernur-NTT&period;jpg" alt&equals;"gubernur NTT" width&equals;"700" height&equals;"466" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Gubernur NTT&comma; Frans Lebu Raya diagendakan melakukan mutasi pejabat di lingkup pemerintah Provinsi NTT&comma; kamis&comma; 05&sol;01&period; Mutasi rencananya akan berlangsung pada pukul 15&period;00 Wita bertempat di aula El Tari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun hingga waktu yang ditentukan Mutasi tersebut tidak kunjung di mulai&period; Padahal di aula El Tari sudah dilakukan persiapan oleh para Pegawai di lingkup Pemprov NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kepala Biro Hubungan Masyarakat Setda NTT&comma; Semuel Pakereng ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan mutasi tersebut batal&period; Pakereng mengatakan Mutasi akan ditunda pada hari berikutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Mutasi ditunda ke hari besok&period; &lpar;red-Jumad&comma; 06&sol;01&rpar;&period; Soal alasannya apa nanti konfirmasi saja ke Badan Kepegawaian Daerah&comma;” kata Semuel&comma; Kamis&comma; 05&sol;01&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu PLT Badan Kepegawaian Daerah Setda NTT&comma; Isak Nuka mengatakan ada beberepa jabatan yang membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten&sol;kota di NTT terkait pelimpahan wewenang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; ada beberapa Dinas yang mengalami pelimpahan kewenangan dari kabupaten&sol;kota seperti  Dinas Kehutanan&comma; Pertambangan dan energi serta Pendidikan Menengah&period; Jadi ini kita masih koordinasikan malam ini&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya Sekda  Provinsi NTT&comma; Frans Salem mengatakan pejabat yang dimutasi dari Eselon II hingga Eselon IV&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; mutasi besar-besaran ini merupakan pemberlakuan dari Peraturan Pemerintah &lpar;PP&rpar; Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>” Ada Dinas Perumahan&comma; Dinas Perdagangan serta Dinas Kebudayaan&period; Dan juga pembentukan Biro Pengadaan Barang dan Jasa serta Biro Kerja Sama Pemerintah dan Non Pemerintah&period; Demikian juga Biro Keuangan dan Dispenda di merger menjadi Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah”&comma; jelas Frans Salem&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; kata Frans Salem&comma; ada Unit Pelayanan Teknis &lpar;UPT&rpar; Dinas Kehutanan di 22 kabupaten&sol;kota&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Setiap UPT Dinas Kehutanan di daerah sebanyak empat orang pejabat eselon III”&comma; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara RSU W&period; Z&period; Johannes Kupang tetap menyandang status Quo dan tetap berjalan seperti sediakala&period;<&sol;p>&NewLine;<p>” RSU Kupang sudah menjadi BLU dan kelola banyak dana&period; Dan juga sebagai rumah sakit rujukan dan juga pendidikan&period; Tujuan otonomi lebih memberi pelayanan pada masyarakat&period; Untuk itu tetap pada status quo dulu&comma;” katanya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version