Site icon savanaparadise.com

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Nelayan dan pelapak di Pelabuhan Perikanan Pantai &lpar;PPI&rpar; Oeba kembali dibuat geram dengan sikap Dinas Kelautan dan Perikanan &lpar;DKP&rpar; Provinsi NTT&period; Pasalnya&comma; undangan resmi pertemuan yang seharusnya disampaikan secara tertulis justru hanya diedarkan melalui aplikasi pesan WhatsApp&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Undangan dadakan tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan nelayan dan pelapak&period; Banyak yang menilai cara itu tidak menghormati mereka sebagai pihak yang terdampak langsung kebijakan pemerintah&comma; khususnya terkait Pergub NTT Nomor 33 Tahun 2025 tentang retribusi pelabuhan perikanan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini undangan resmi dari pemerintah&comma; tapi kenapa disampaikan seperti main-main saja lewat WhatsApp&period; Kami merasa tidak dihargai&comma;” keluh salah satu pelapak di PPI Oeba&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Para nelayan menegaskan&comma; persoalan retribusi yang melonjak hingga 300 persen bukan hal sepele yang bisa dibicarakan secara serampangan&period; Mereka meminta pemerintah provinsi&comma; terutama Kepala Dinas Perikanan&comma; menunjukkan sikap profesional dengan prosedur yang benar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Nelayan dan Pelapak PPI Oeba&comma;Habel Missa kepada media&comma; Senin&comma; 29&sol;09&sol;2025 kepada wartawan mengatakan pihaknya tidak menerima undangan apapun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Kami tidak pernah mendapat undangan dari dinas&period; Jadi kalau yang ikut rapat dengan dinas itu pasti bukan dari kami yang sejak awal melakukan protes terhadap pergub nomor 33 tahun 2025&comma;&&num;8221&semi; Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjamin para nelayan dan pelapak tetap konsisten dengan hasil pertemuan bersama seluruh pelaku di PPI Oeba dengan melakukan demo di kantor DPRD NTT dan Kantor Gubernur pada Kamis ini&period; Hingga saat ini kata Habel&comma; konsolidasi terus dilakukan agar menghadirkan lebih dari 100 massa aksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; hingga berita ini diturunkan&comma; belum ada klarifikasi resmi dari pihak DKP NTT terkait alasan penggunaan WhatsApp sebagai sarana penyampaian undangan&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version