Site icon savanaparadise.com

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Ketua Tim Penggerak &lpar;TP&rpar; PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; Mindriyati Astiningsih Laka Lena&comma; mengajak para orang tua untuk memperkuat perlindungan anak melalui penerapan pola asuh &lpar;parenting&rpar; yang positif dan peningkatan literasi digital di lingkungan keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional &lpar;HAN&rpar; Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT yang akan digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT&comma; Sabtu 25&sol;7&sol;2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Mindriyati&comma; kasih sayang merupakan fondasi utama dalam tumbuh kembang anak&period; Namun&comma; kasih sayang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan melindungi anak dari berbagai ancaman&comma; mulai dari kekerasan&comma; eksploitasi&comma; perundungan&comma; hingga paparan konten negatif di ruang digital&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Kasih sayang yang tulus akan menumbuhkan rasa aman bagi anak&period; Dari rasa aman itulah mereka memiliki keberanian untuk bermimpi tinggi dan mengembangkan potensi terbaiknya&period; Namun&comma; kasih sayang harus diiringi perlindungan yang nyata agar ruang hidup anak tetap aman&comma; baik secara fisik maupun psikologis&comma;&&num;8221&semi; kata istri Gubernur NTT&comma; Emanuel Melkiades Laka Lena itu&comma; Jumat&comma; 24&sol;7&sol;2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengungkapkan&comma; NTT saat ini memiliki sekitar 1&period;662&period;866 anak atau 28&comma;95 persen dari total penduduk&period; Karena itu&comma; seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan hak anak atas pendidikan&comma; kesehatan&comma; gizi&comma; perlindungan&comma; dan lingkungan yang aman dapat terpenuhi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berbagai persoalan seperti kekerasan terhadap anak&comma; kekerasan seksual&comma; perkawinan anak&comma; hingga anak yang berhadapan dengan hukum masih menjadi tantangan dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai bentuk komitmen&comma; TP PKK NTT terus memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan perlindungan anak melalui berbagai program parenting&comma; mendorong sinergi lintas sektor dalam pemenuhan hak dasar anak&comma; menyediakan ruang ramah anak untuk berekspresi&comma; serta mengampanyekan gerakan anti-kekerasan melalui penerbitan Kartu Identitas Anak &lpar;KIA&rpar; dan video edukasi &&num;8220&semi;Kujaga Diriku&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>TP PKK juga mengajak seluruh keluarga menerapkan pola asuh positif tanpa kekerasan&comma; memenuhi kebutuhan gizi&comma; kesehatan&comma; dan pendidikan anak&comma; serta melindungi mereka dari penyalahgunaan teknologi digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peringatan HAN 2026 mengusung tema nasional &&num;8220&semi;Sayang Anak&comma; Lindungi dan Bangun Masa Depan&&num;8221&semi;&period; Selain menjadi seremoni&comma; kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi anak&comma; guru&comma; dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak&comma; sekaligus mengedukasi orang tua mengenai digital parenting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rangkaian kegiatan meliputi edukasi mengenai kesehatan fisik&comma; kesehatan mental&comma; dan keamanan digital anak&comma; pelatihan storytelling dan public speaking&comma; etika berinternet&comma; pengenalan cara mengatasi stres pada remaja&comma; sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital&comma; serta sosialisasi Peraturan Gubernur NTT tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peserta juga mengikuti pentas kreativitas anak&comma; layanan pemeriksaan kesehatan gratis&comma; dan pelayanan administrasi kependudukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menutup sambutannya&comma; Mindriyati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa anak merupakan amanah sekaligus harapan masa depan bangsa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Selamat Hari Anak Nasional 2026 kepada seluruh anak Indonesia&comma; khususnya anak-anak NTT&period; Ayo Bangun NTT dengan memastikan setiap anak tumbuh sehat&comma; cerdas&comma; berkarakter&comma; dan terlindungi&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Ketua Pokja II TP PKK Provinsi NTT&comma; Theresia M&period; Florensia&comma; mengatakan pelaksanaan HAN 2026 dirancang secara edukatif&comma; partisipatif&comma; dan menyenangkan dengan melibatkan sekitar 300 peserta yang terdiri atas siswa SMP dan SMA&comma; guru pendamping&comma; kelompok rentan dan penyandang disabilitas&comma; serta panitia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai perangkat daerah bersama mitra pembangunan&comma; seperti UNICEF&comma; INOVASI&comma; PKBI&comma; Forum Anak&comma; Pokja Bunda PAUD&comma; Pokja Bunda Literasi&comma; dan TP Posyandu NTT&comma; sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak di NTT&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version