Site icon savanaparadise.com

Menteri Susi Tempatkan Stasiun Pengawasan di Kota Kupang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-262873" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2017&sol;03&sol;susi&period;jpg" alt&equals;"susi" width&equals;"296" height&equals;"170" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Menteri  Kementerian Kelautan dan Perikanan&comma; Susi Pudjiastuti membangun stasiun pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan &lpar;SDKP&rpar;di Kota Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Sudah dibangun&period; Sudah ada penempatan personil dan kantor serta mulai beroperasi dalam tahun ini&comma;&&num;8221&semi; kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Agus Bulu&comma; kepada wartawan di Kupang&comma; Selasa&comma;07&sol;08&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dia mengatakan kapal pengawas tersebut akan dimanfaatkan membantu pengamanan kelautan dan perikanan&period; Dia menjelaskan  luas wilayah laut di NTT  mencapai 200&period;000 km2 itu diburuhkan stasiun pengawasan untuk meminimalkan dari praktik-praktik pelanggaran di laut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; NTT masih rawan dengan praktik penangkapan ikan secara ilegal seperti pengeboman terutama di wilayah-wilayah perairan pelosok&comma;”<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mengatakan&comma; stasiun pengawasan tersebut berlokasi di Namosain&comma; Kota Kupang&comma; dan akan dioperasikan oleh para petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Nanti juga ada kapal pengawas perikanan yang disiagakan di Kupang&comma; namun kelasnya di bawah kapal Orca&comma;&&num;8221&semi; katanya pula&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Patroli pengamanan selama ini menggunakan Kapal Napoleon dari DKP namun saat ini masih dalam kondisi rusak&period; Saat ini katanya kapal tersebut masih dalam proses perbaikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Selama beberapa tahun sebelumnya kita lebih fokus ke Laut Timpor dengan tingkat pengeboman yang cukup tinggi&comma; namun tahun ini akan dilakukan menyebar ke wilayah Lembata&comma; Alor&comma; Flores&comma; dan sekitaranya&comma;&&num;8221&semi; Jelasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version