Site icon savanaparadise.com

Medah Motivasi Warga Malaka Tanam Ubi Kayu

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Malaka&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Anggota DPD RI asal NTT Ibrahim Agustinus Medah terus memberikan motifasi dan dorongan kepada masyarakat NTT untuk mengoptimalkan semua potensi lahan yang ada demi meningkatkan produktifitas pertanian&period; Salah satu daerah paling subur di NTT adalah wilayah kabupaten Malaka yang sangat cocok dengan tanaman ubi kayu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada Minggu&comma; &lpar;3&sol;5&sol;2015&rpar; Ibrahim Medah melakukan sosialisasi penanaman ubi kayu yang baik dan benar bagi warga masyarakat Desa Weoe&comma; Kecamatan Weweku dan di Manunuti Brubit&comma; Desa Naimana&comma; Kecamatan Malaka Tengah&comma; Kabupaten Malaka&period; Seluruh petani di dua desa itu sangat antusias dengan renvana pengembangan ubi kayu di wialayahnya&period; Ada dua jenis ubi kayu yang sudah ada di wilayah Malaka yang bakal dikembangkan di seluruh wilayah Malaka yaitu jenis Aldira 07 dan jenis Salah Sangka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah mengatakan prospek bisnis ubi kayu sangat menjanjikan karena mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi&period; Meski demikian&comma; sosialisasi itu tidak untuk kepentingan bisnis melainkan tidak lebih dari upaya penyadaran bahwa&comma; lahan masyarakat itu menyimpan uang yang berlimpah jika dikelolah dengan benar dan difasilitasi oleh pemerintah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dijelaskannya&comma; sosialisasi penanaman ubi ini merupakan suatu upaya dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat yang mengarah pada pembuatan tepung gaplek dan tepung mokaf &lpar;sekelas tepung terigu&rpar;&period; &&num;8220&semi;Tujuan saya bukan untuk bisnis&comma; tapi masyarakat bisa menyadari bahwa lahannya menyimpan uang&period; Di tanahnya ada uang&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mantan Bupati Kupang dua periode itu mengatakan&comma; siap membantu masyarakat yang memiliki niat serius mengembangkan ubi kayu&period; &&num;8220&semi;Di mana ada hasil atau potensi&comma; saya siap membantu&period; Supaya masyarakat tahu bahwa kita tidak main-main maka kita akan kasih uang untuk olah lahan&period; Nanti setiap batang dan umbinya akan kita beli&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Medah yang kini menjadi anggota Komite II DPD RI itu&comma; daerah Malaka sangat cocok untuk pengembangan ubi kayu&period; Dan sosialisasi itu adalah upaya agar masyarakat melakukan budi daya secara profesional untuk peningkatan pendapatan masyarakat&period; &&num;8220&semi;Jika hasil banyak&comma; akan difasilitasi untuk pemasaran berupa pembukaan industri pengolahan di Kabupaten Malaka&comma;&&num;8221&semi; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Warga Manumuti&comma; Stanis Lau&comma; mengatakan ubi yang sedang dibudidaya di lahan miliknya sudah mulai berisi dan pertumbuhannya sangat cepat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Warga Desa Weoe&comma; Kecamatan Wewiku&comma; Enos Teti Seran dan Melki Fuel tampak tertegun mendapat penjelasan Medah&comma; apalagi ketika Medah memutar video tata cara penanganan dan penanaman ubi kayu itu&period; Mereka menyatakan akan menyiapkan lahan seluah 25 hektar untuk budidaya ubi kayu itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Deda Weoe&comma; Maksimus Aloysius Bria mengatakan menyambut baik sosialisasi itu&period; Menurutnya&comma; masyarakat desa itu akan menyediakan lahan namun belum semuanya berminat karena masih harus melihat apakah bisa berhasil ataukah tidak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga mengatakan&comma; masyarakat Desa Weoe sering terjerat sistem ijon karena itu jika ada bantuan untuk pengolahan lahan maka itu sangat membantu&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Masyarakat di sini banyak yang tidak sekolah&comma; jadi mereka butuh yang jelas&period; Masih kental dengan sistem ijon&period; Mulai dari olah lahan sudah pinjam uang karena itu&comma; mereka mau kerja tapi harus lihat dulu ada yang berhasil&period; Kalau 25 hektar pertama ini berhasil maka semua pasti mau bekerja&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version