Site icon savanaparadise.com

Medah Mau Berpasangan Dengan Lusia Lebu Raya, Tetapi,,….

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><figure id&equals;"attachment&lowbar;244928" aria-describedby&equals;"caption-attachment-244928" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;08&sol;SN-Ubi-Ungu&period;jpg" alt&equals;"Medah bersama ketua umum partai Golkar&comma; Setya Novanto di kebun ubi ungu" width&equals;"700" height&equals;"466" class&equals;"size-full wp-image-244928" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-244928" class&equals;"wp-caption-text">Medah bersama ketua umum partai Golkar&comma; Setya Novanto di kebun ubi ungu<&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Calon Gubernur NTT dari partai Golkar&comma; Ibrahim Agustinus Medah sudah dideklarasikan untuk melantai di Pilkada Gubernur NTT pada tahun 2018 mendatang&period; Medah yang saat ini menjabat sebagai Senator di DPD RI&comma; didorong untuk berpasangan dengan Lusia Adinda Lebu Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua DPD II Golkar Kabupaten Sikka &comma; Rafael Raga Mengusulkan Lusia Adinda Lebu Raya untuk mendampingi Medah dalam hajatan Politik Pilgub tahun 2018 mendatang&period; Rafael mengaku pihaknya sudah melakukan jajak pendapat ke semua Kecamatan hingga desa dan kelurahan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya mayoritas masyarakat Sikka mengusulkan Lusia Adinda Lebu Raya menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Medah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kami sudah lakukan jajak pendapat&comma; menjaring aspirasi masyarakat di Sikka dan mereka sangat serius meminta Golkar untk mengusung pak Medah dan ibu Lusia&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rafael mengakui&comma; mereka mengusulkan Lusia Adinda Lebu Raya karena figur ini dalam kapasitasnya sebagai istri Gubernur NTT Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda NTT sudah sanga dikenal masyarakat NTT&period;<br &sol;>&NewLine;Hal yang sama juga dikemukakan oleh Adrianus Bria Seran&comma; Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malaka&period; Sosok lusia Lebu Raya mempunyai kapasitas untuk menjadi calon Wakil Gubernur NTT mendampingi Medah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lalu apa kata Medah ketika dikonfirmasi wartawan terkait usulan DPD II Golkar itu&period; Disela-sela Musda yang berlangsung di Hotel Aston&comma; Kupang&comma; belum lama ini&comma; Medah mengatakan sudah banyak yang bertanya soal dirnya mau dipasangkan dengan Lusia Lebu Raya&period; Medah mengaku menghargai dorongan dari beberapa DPD dan masyarakat untuk menggandeng Lusia dalam Pilgub&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Bahkan kalau mau jawab lurus-lurus saja saya berani mengatakan bersedia&comma; tetapi saya tidak buru-buru menjawabnya sekarang&period; Mengapa saya tidak mau menjawabnya sekarang karena begini&comma; karena belum tentu juga PDIP mau terima saya&comma; nanti PDIP bilang disaya&comma; siapa yang perlu kamu&comma;” kata Medah sambil tertawa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya kalau iya menjawab sekarang untuk mau digandengkan dengan Lusia&comma; bakal menjadi masalah karena belum ada komunikasi politik sebagai sesame partai politik&period; Namun dia tetap menghargai pendapat yang berkembang dimasyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Saya juga harus mempersiapkan diri untuk menyongsong Pilkada Gubernur termasuk melihat hasil survey nanti&period; Saya harus benahi diri saya dulu untuk meyakinkan PDIP&comma; Ibu Lusia dan Pak Frans &lpar;Ketua DPD PDI NTT- red&rpar; bahwa kalau saya maju pasti menang&period; Jangan tiba-tiba orang Tanya&comma; lalu kamu kamu jawab iya nanti orang bilang kamu punya kemampuan apa terima orang punya pendapat orang-orang&comma;” kata mantan Bupati Kupang dua periode ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah juga mengemukakan soal pendapat masyarakat yang menilainya sudah tua dan pernah berkali kali kalah dalam Pilgub NTT&period;baginya hal tersebut sangat lumrah dalam dunia politik yang penuh dengan sikut menyikut&period; Namun kekalahan dalam Pilgub baginya bukan karena dirinya yang lemah tapi karena factor X&period; medah juga tidak mau merincikan factor X itu apa kepada wartawan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; saya menyadari banyak orang yang menilai saya dari faktor usia&period; Ada yang menilai sudah pernah kalah dua kali&period;tapi saya mengatakan begini&comma; kalau saya dua kali itu karena bukan saya yang lemah tapi karena ada faktor X itu&period; Jadi dua kali itu yang menyebabkan saya tidak menang dalam Pilgub&period; Faktor X itu apa&comma; saya kira banyak orang-orang sudah tahu&comma;” Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah menjelaskan Golkar mendorongnya maju pada Pilgub 2018 itu merupakan penugasan partai yang harus diterimanya&period; Dia menerima penugasan itu karena faktor X tersebut sudah tidak ada lagi dalam periode ketiga menjadi ketua DPD Golkar NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; tidak eloklah kalau saya memberitahu apa itu faktor X&period;&period; Hal-hal yang menyebabkan saya kalah itu saya melihat pada musda kali ini&comma; faktor X tersebut sudah tidak ada lagi Makanya saya memutuskan untuk maju lagi dan akan menang&period; Karena tidak ada lagi hambatan-hambatan seperti pada pilkada yang lalu&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait faktor usia&comma; Medah mengaku hal tersebut sangat relative dan tidak perlu untuk diperdebatkan dalam pilgub&period; Menurutnya soal usia itu tidak hanya soal fisik semata namun juga soal mental serta intelektual&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Saya menyadari usia saya sudah 69 tahun apakah masih mampu atau tidak&quest;&comma; untuk itu saya mengujinya terus menerus&period; pertama-tama teman-teman harus melihat aktivitas saya dilapangan&period; Teman-teman harus menguji aktivitas saya dilapangan&period; Apakah mengalami penurunan tidak&quest; Bahkan kemarin ketika ketua umum &lpar;Setya Novanto-red&rpar; mau berkunjung&comma; saya 1 x 24 jam tidak tidur untuk mempersiapkannya&period; Itu pun tidak menggangu apa-apa&comma;’ jelasnya dengan mimik serius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari aspek fisik mengaku tidak mengalami penurunan fisik dibanding dengan sebelumnya&period; Dari sisi intelektual Medah juga mengaku tidak mengalami penurunan karena sudah dalam berbagai momentum dia tidak perlu mempersiapkan konsep bilamana diminta untuk berbicara soal visi dan misi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; jadi sebenarnya saya belum mengalami kemunduran apa-apa dari sisi fisik dan intelektual dan mental&period; Karena saya menyadari tidak mungkin membuang waktudan kesempatan untuk maju dalam Pilgub&period; Saya juga tidak mau mengecewakan masyarakat kalau tidak terpilih jadi Gubernur NTT dengan kondisi fisik yang tidak mengecewakan&comma;” kata Medah&period;<&sol;p>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;244990" aria-describedby&equals;"caption-attachment-244990" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;08&sol;medah-ubi-ungu&period;jpg" alt&equals;"kebun ubi ungu milik Medah&period; " width&equals;"700" height&equals;"466" class&equals;"size-full wp-image-244990" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-244990" class&equals;"wp-caption-text">kebun ubi ungu milik Medah&period;<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Medah mengungkap alasannya untuk maju dalam Pilgub&period; Menurutnya dia ingin menjawab persoalan-persoalan masyarakat NTT yang belum terpenuhi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; NTT persoalan dasarnya adalah kemiskinan&period; Kemiskinan itu letaknya disektor dimana&comma; NTT itu penduduknya 80 persen lebih dari pertanian&period; Kalau ada kemiskinan&period; Kalau begitu persoalan apa dari sektor pertanian itu&period; Berarti harus ada yang harus dibenahi dala sector pertanian&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah berjanji jika terpilih sebagai Gubernur NTT akan memberi prioritas pada sector pertanian&period; Disektor pertanian Medah akan mengusahakan ketersedian air&comma; pendampingan dan ketersedian Pasar&period;&lpar;SP&rpar; &NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version