Site icon savanaparadise.com

Maraknya Prostitusi Online di Kota Kupang, Tinggal Klik dan Hore!!!

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;322857" aria-describedby&equals;"caption-attachment-322857" style&equals;"width&colon; 800px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;11&sol;mucikari-th-dapat-30-persen-dari-tarif-psk-bTx9ytlcFK&period;jpg"><img class&equals;"size-full wp-image-322857" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;11&sol;mucikari-th-dapat-30-persen-dari-tarif-psk-bTx9ytlcFK&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"800" height&equals;"419" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-322857" class&equals;"wp-caption-text">Ilustrasi<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Geliat Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi NTT tak hanya menympan cerita manis dengan segala kemajuannya&period; Kota Kupang yang dikenal sebagai kota Kasih ternyata menyimpan cerita menyesakkan&period; Betapa tidak&comma; geliat sebagai kota jasa yang terus berkembang ternyata juga disesaki dengan praktek prostitusi terselubung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika pada beberapa tahun sebelum praktek prostitusi berjalan secara konvensional kini hal itu telah berkembang seiring kemajuan teknologi&period; Prostitusi tidak lagi memakai modus offline yang memakai lapak-lapak lair serta kos-kosan serta praktek pijat tradisional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika dulu hanya bermodalkan hand phone poliponik untuk memesan Wanita Pekerja Seksual &lpar;WPS&rpar; kini modus operandi sudah lenyap digantikan gadget&period; Dengan memakai aplikasi jaringan pribadi&comma; para pelanggan bisa leluasa mengakses dan memesan Wanita Pekerja Seksual sesuai selera dan isi kantong&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pada waktu yang silam mereka harus menghuni beberapa tempat lokalisasi yang ada seperti Karang Dempel &lpar;KD&rpar; dan sejumlah tempat terselubung lainnya&period; Kini praktek itu sudah tak jaman lagi&period; Sudah ada prostitusi online jaman now&comma; tinggal klik dan yes&period;<br &sol;>&NewLine;Dalam sebuah investigasi media Nusataonline mengungkap fakta yang cukup mengejutkan&period; Para Wanita Pekerja Seksual sudah terkoneksi dengan aplikasi yang menunjang praktek prostitusi secara digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Usia mereka pun tidak terlalu tua&period; Hanya berkisar antara 20-28 tahun&period; Sebagian dari mereka menghuni kamar kos&comma; dan yang lainnya tinggal di hotel mewah di seputaran jantung Kota Kupang&period; Ada juga yang memilih tinggal berdekatan dengan hotel agar lebih mudah dalam melakukan transaksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebut saja Mawar&comma; wanita muda berusia muda ini menceritakan kehidupan malam yang dijalaninya&period; Ia mengaku terpaksa melakukan hal tersebut lantaran tuntutan ekonomi&period; Tidak ingin kedoknya terbongkar&comma; Mawar pun menggunakan aplikasi media sosial Beetalk dengan alasan menjaga keamanan privasi dalam bertransaksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengenai tarif bagi para lelaki hidung belang&comma; Mawar mengaku bisa dibayar antara Rp&period; 500 ribu hingga Rp&period; 1 Juta per orang&period; Praktik prostitusi online ini bahkan dilakukan secara berjamaah dengan iming-iming fee&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau satu kali&comma; saya dibayar Rp&period; 500 ribu&period; Tapi kalau teman yang dapat orderan terus diberi ke saya&comma; nanti saya bayar Rp&period; 150 ribu ke dia&period; Sisanya untuk saya&comma;” ungkap Mawar yang juga merupakan seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Kupang ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain menggunakan aplikasi media sosial Beetalk&comma; para penjajah seks di Kota Kupang juga berhubungan langsung dengan para lelaki hidung belang melalui aplikasi media sosial WeChat dan Facebook&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pantauan media&comma; pada aplikasi media sosial facebook&comma; ada sebuah grup khusus yang dibuat untuk menjajahkan jasa seks bernama &OpenCurlyDoubleQuote;Cewe Pake Kota Kupang”&period; Tak tanggung-tanggung&comma; beberapa dari wanita panggilan bahkan tampil terang-terangan untuk menjajahkan diri mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Persoalan bisnis esek-esek di Kota Kupang tidak hanya ditemukan di tempat lokalisasi dan media sosial&comma; namun juga ditemukan di beberapa tempat berkedok &OpenCurlyDoubleQuote;Pitrad”&period; Selain memberikan jasa pijat kepada para lelaki&comma; tempat yang diketahui sudah menjamur di Kota Kupang ini menyediakan jasa pelayanan prostitusi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pelanggan tempat bernama Pitrad ini terdiri dari kalangan masyarakat biasa hingga para ASN di lingkup pemerintahan&period; Tarif yang disediakan juga berbeda-beda mulai Rp&period; 200 ribu hingga Rp&period; 500 ribu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Yang sering ke sini itu masyarakat biasa&period; Ada juga pegawai&comma;” aku Bunga &lpar;nama samaran&rpar; salah satu pekerja Pitrad yang diketahui berasal dari wilayah luar NTT ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Niat Pemerintah untuk menutup tempat lokalisasi&comma; justru malah menyuburkan praktik prostitusi online di Kota Kupang&period; Persoalan ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pihak kepolisian&comma; untuk menertibkan berbagai tempat hiburan malam&comma; maupun penginapan dan hotel-hotel yang biasa digunakan para lelaki hidung belang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain tantangan suburnya bisnis prostitusi online&comma; pelakunya pun sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular seperti HIV&sol;AIDS yang sangat berbahaya bagi manusia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau dilakukan secara diam-diam artinya tidak ada jaminan kesehatan bagi mereka&period; Apakah mereka ini benar-benar bersih dari resiko penyakit menular seksual seperti HIV&sol;AIDS&quest; Apakah mereka memeriksa diri secara rutin seperti di tempat-tempat lokalisasi&quest; Sangat tidak menjamin&comma;” tandas James&comma; salah satu aktivis kesehatan di Kota Kupang yang berhasil diwawancara media ini&period; &lpar;Nusata&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version