Site icon savanaparadise.com

Maraknya Kekerasan Seksual, Jaringan Perempuan Sumba Gelar Webinar

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Waibakul&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong>&&num;8211&semi; Maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa kaum perempuan beberap pekan terakhir di Indonesia&comma; secara khusus di pulau Sumba sehingga menarik perhatian Jaringan Perempuan Sumba &lpar;JPS&rpar; untuk ikut menyuarakan bahaya dari Kekerasan seksual&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan berkaca pada setiap peristiwa pilu yang dialami kaum perempuan&comma; JPS kemudian menggelar kegiatan Webinar dengan tema &OpenCurlyDoubleQuote;Menolak Diam”&period; Kegiatan webinar ini digelar&comma; Selasa&comma; &lpar;24&sol;5&sol;21&rpar; dengan menghadirkan tiga orang pembicara utama yakni Yohanis Woli&comma; S&period;Th yang merupakan Ketua LPA Sumba Tengah&comma; Martha Hebi Relawan solidaritas perempuan dan anak Sumba &lpar; SOPAN&rpar;&comma; dan Veryanto Sitohang dari Komisioner Komnas Perempuan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Webinar ini bertujuan ingin menyuarakan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di pulau Sumba yang beberapa pekan terakhir masuk dalam kategori keadaan darurat dan butuh perhatian serius dari pihak-pihak terkait&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Selain itu&comma; webinar ini juga merupakan salah satu langkah kecil yang dibuat untuk menyuarakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pengahapusan Kekerasan Seksual &lpar;RUU PKS&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam sambutannya&comma; Ketua JPM Sumba Fransiska Ndina menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya terbatas pada Webinar saja&comma; dalam waktu dekat JPM Sumba akan menyiapakan strategi atau langkah-langkah Kongkrit untuk menindaklanjuti hasil diskusi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Webinar ini menghadirkan tiga orang pembicara utama yakni Yohanis Woli&comma;S&period;Th yang merupakan ketua LPA Sumba Tengah&comma; Martha Hebi Relawan solidaritas perempuan dan anak Sumba &lpar; SOPAN&rpar;&comma; dan Veryanto Sitohang dari Komisioner Komnas Perempuan&&num;8221&semi;&comma; terang ketua JPM Sumba<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui Webinar ini&comma; JPM Sumba berharap masyarakat dapat memperjuangkan hak-hak perempuan dan Anak dalam berkehidupan sosial&comma; serta masyarakat dapat membantu menyuarakan pengesahan RUU-PKS untuk kepentingan bersama dalam menumpas kekerasan seksual di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita berharap masyarakat bisa memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak dalam kehidupan sosial dan melalui webinar ini harapan kita RUU PKS dapat disahkan&&num;8221&semi;&comma; tutupnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Umbu Sorung<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Editor&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version