Site icon savanaparadise.com

Marak Upaya Penipuan Perbankan, BRI Imbau Masyarakat Jaga Kerahasiaan Data & Password

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Maraknya aksi tindak kejahatan digital yang di sebarluaskan melalui jejaring aplikasi pesan singkat&comma; sosial media&comma; hingga surat elektronik memuat sejumlah informasi palsu yang dimuat dalam bentuk gambar&comma; tautan&comma; bahkan para pelaku penipuan seringkali mengatasnamakan sebagai pihak bank&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu modus kejahatan yang terbaru&comma; tampak dari viralnya gambar tangkapan layar yang tesebar luas melalui sejumlah aplikasi pesan singkat yang berisi surat dan tautan yang beredar&comma; menyebutkan adanya perubahan biaya administrasi ATM BRI tidak lagi dikenakan Rp 6&period;500 per transaksi&comma; melainkan Rp 150&period;000 per bulan dengan unlimited transaksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat dikonfirmasi ke pihak bank&comma; Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan bahwa hal tersebut dipastikan tidak benar&period; Pihaknya mengatakan&comma; atas maraknya upaya penipuan tersebut&comma; BRI tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat&comma; khususnya yang menjadi nasabah BRI untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap berbagai tindak penipuan kejahatan perbankan&comma; termasuk dengan yang mengatasnamakan BRI&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Maraknya aksi kejahatan ini&comma; mendorong BRI untuk terus mengajak nasabahnya dan semua pihak selalu mengedepankan kewaspadaan dalam menerima pesan dalam bentuk apapun dengan tidak terburu-buru percaya dengan ajakan pesan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aestika menambahkan dalam keterangan tertulisnya&comma; bahwa BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI&comma; termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan &lpar;nomor rekening&comma; nomor kartu&comma; PIN&comma; user&comma; password&comma; OTP dsb&period;&rpar; melalui saluran&comma; tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terdapat beberapa nasabah yang menjadi korban penipuan tersebut&comma; salah satunya adalah viralnya potongan rekaman warga di Padang&comma; Pariaman yang mendatangi unit kerja BRI karena menjadi korban penipuan&comma; akibat memberikan user&comma; password&comma; dan OTP &lpar;One Time Password atau m-token&rpar; kepada pihak lain melalui link&sol;tautan maupun jejaring pesan singkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk segera menindak dan menangkap pelaku kejahatan perbankan tersebut&comma; dengan melacak IP address para pelaku&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait&comma; khususnya aparat penegak hukum untuk terus memantau&comma; menyelidiki&comma; dan menangkap pelaku kejahatan perbankan yang telah meresahkan masyarakat dan pihak perbankan&comma;” ungkap Aestika&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihaknya juga mengimbau nasabah untuk menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial &lpar;verified&rpar; sebagai media komunikasi yang dapat dipercaya dan diakses oleh masyarakat secara luas melalui laman&sol;akun&colon; Website&colon; www&period;bri&period;co&period;id&comma; Instagram&colon; &commat;bankbri&lowbar;id&comma; Twitter&colon; &commat;bankbri&lowbar;id&comma; &commat;kontakbri&comma; &commat;promo&lowbar;BRI&comma; Facebook&colon; Bank BRI&comma; Youtube&colon; Bank BRI&comma; Tiktok&colon; &commat;bankbri&lowbar;id&comma; dan Contact BRI 14017&sol;1500017&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version