Site icon savanaparadise.com

Mantan Kepsek dan Bendahara SMKN 1 Ende Diduga Korupsi Dana Komite 1,7 M

Kapolres Ende, AKBP Andre Librian yang didampingi oleh Kasat Reskrim, Iptu Yance Kadiaman saat memberikan keterangan dalam jumpa pers terkait dugaan kasus korupsi dana komite sekolah di Ende (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Ende inisial HGR dan Bendaran yang berinisial WB diduga melakukan tindak pidana korupsi uang komite sekolah senilai Rp&period; 1&period; 726&period;681&period;118 Milyar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum Kepsek dan Bendaharanya ini disampaikan Kapolres Ende&comma; AKBP&period; Andre Librian S&period;I&period;K dalam konfrensi pers yang digelar Senin &lpar;31&sol;10&sol;22&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Kapolres uang komite yang diduga dikorupsi oleh Mantan Kepsek dan Bendaharanya tersebut dipungut dari masing-masing siswa sejak tahun ajaran 2019&sol;2020&comma; 2020&sol;2021&comma; dan 2021&sol;2022 selama keduanya masih menjabat dengan nilai antara 1 juta-hingga 2 juta persiswa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Ende dan berdasarkan keterangan para saksi yang diperiksa sebanyak 55 Orang&comma; tambah Kapolres Andre Librian&comma; ternyata ditemukan dugaan penyalagunaan dana komite sebesar 1 Milyar lebih&period; Hal ini diperkuat pula dengan hasil audit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Total uang yang dikorupsi berdasarkan hasil audit Rp&period; 1&period;726&period;681&period;118 Miliar&&num;8221&semi;&comma; bebernya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka HGR dan WB&comma; terang Andre&comma; disampaikan uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi dan kegiatan-kegiatan fiktif lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Andre juga menerangkan saat ini pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti yakni&comma; 1 Unit Sepeda Motor merk Yamaha Aerox isi Selinder 155 cc warna merah dengan nomor Polisi&colon; EB 4678 AK&comma; 1 buah cincin 13 gram 12 karat&comma; 1 Unit Laptop merk Toshiba warna hitam&comma; Dokumen berupa bukti nota belanja dan kwintasi&comma; Uang tunai Rp&period; 243&period;000&period;000&period; &lpar;Dua Ratus Empat Puluh Tiga Juta Rupiah&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Demi kepentingan dan mempercepat proses penyidikan terhadap tersangka ini akan kami tahan yang dimulai hari ini&&num;8221&semi;&comma; tegas dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dan pasal yang disangkakan yakni pasal 2 ayat &lpar;1&rpar;&comma; pasal 3 jo pasal 18 ayat &lpar;1&rpar; huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah di ubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi&comma; Jo 55 KUHP dengan hukuman paling singkat 1 tahun penjara&&num;8221&semi;&comma; tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version