<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>
<figure id="attachment_324365" aria-describedby="caption-attachment-324365" style="width: 670px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.savanaparadise.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181203-WA0016.jpg"><img class="size-large wp-image-324365" src="http://www.savanaparadise.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181203-WA0016-1024x576.jpg" alt="" width="670" height="377" /></a><figcaption id="caption-attachment-324365" class="wp-caption-text">Rekonstruksi</figcaption></figure>
<p>Kupang, Savanaparadise.com,- NI Seorang Mahasiswi Universitas Muhammadiyah di Kota Kupang yang membunuh bayinya terancam 15 tahun penjara. NI yang merupakan mahasiswa semester 3 ini menaruh bayi yang sudah tidak bernyawa dalam kantong kresek.</p>
<p>KBO Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana usai rekonstruksi mengatakan, NI bakal dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.</p>
<p>“Ancaman hukuman 15 tahun penjara”, Wayan, Senin (3/12/2018).</p><div class="ad-middle"><p class="ad-title">ADVERTISEMENT</p><div class="ad-content"><div class="ad-content-a"><div class="ad-content-b"><div class="ad-content-c"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8882367248828292"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- header 970 x 250 -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:inline-block;width:970px;height:250px"
 data-ad-client="ca-pub-8882367248828292"
 data-ad-slot="6008007437"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div></div></div><p class="scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT</p></div>
<p>Wayan menjelaskan pelaku melahirkan bayinya sendiri tanpa bantuan oranglain. Setelah melahirkan, pelaku menikam bayinya sebanyak dua kali persis di bagian kanan perut bayi.</p>
<p>Dia mengatakan, setelah menikam bayinya, jasad bayi malang itu diisi dalam kantong kresek.</p>
<p>“Kasus ini terungkap ketika tanta pelaku membawanya RS. S.K Lerik Kota Kupang,” kata Wayan</p>
<p>Dalam reka ulang itu, pelaku memperagakan 21 adegan dari awal melahirkan hingga proses pembunuhan bayi.(Metrobuananews)
</p>
