Site icon savanaparadise.com

Mahasiswa Politani Ende Study Lapangan di Kebun Ubi Ungu

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><figure id&equals;"attachment&lowbar;240279" aria-describedby&equals;"caption-attachment-240279" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;08&sol;medah-politani-1&period;jpg" alt&equals;"Mahasiswa Politani Ende ketika berkunjung kebun ubi ungu " width&equals;"700" height&equals;"525" class&equals;"size-full wp-image-240279" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-240279" class&equals;"wp-caption-text">Mahasiswa Politani Ende ketika berkunjung kebun ubi ungu<&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Sebanyak 14 mahasiswa dan dosen pendamping dari Politani Negeri Kupang PDD &lpar;Pendidikan Diluar Domisili&rpar; Ende melakukan study lapangan di kebun pusat pembibitan ubi ungu milik Senator&sol;Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs&period; Ibrahim Agustinus Medah di Desa Noelbaki&comma; Kabupaten Kupang&comma; Sabtu &lpar;30&sol;7&sol;2016&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p> Kehadiran para mahasiswa itu difasilitasi oleh pakar ekonomi pertanian lahan kering dari Unkris Artha Wacana Kupang DR&period; Zet Malelak&period; DR&period; Zet adalah penemu metode penanaman ubi ungu dengan menyediakan media berupa lubang penanaman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Para mahasiswa Politani itu mendapatkan ilmu praksis dari Senator Ibrahim Agustinus Medah dan DR&period; Zet Malelak terkait ubi ungu mulai pembibitan&comma; penanaman&comma; perawatan&comma; dan sisitim irigasi tetes yang diterapkan di kebun pusat pembibitan seluas 15 hektar itu&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara pribadi saya sangat terinspirasi dengan sistim irigasi tetes yang diterapkan di kebun ini dan juga metode penanamannya&comma;” ujar Leny Moy dosen pendamping mahasiswa Politani Negeri Kupang disela-sela study lapangan itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan Leny Moy&comma; dari beberapa lokasi yang mereka jadikan sebagai tempat study lapangan&comma; diakuinya bahwa lokasi pusat pembibitan ubi ungu milik Senator Ibrahim Agustinus Medah yang paling komplit&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Disini kami para dosen dan mahasiswa kami bisa melihat langsung dan mendapatkan ilmu tentang pengembangan ubi ungu dan lebih khusus tentang irigasi tetes&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berharap agar pada tahun-tahun mendatang&comma; ia akan mengarahkan para mahasiswanya untuk melakukan study lapangan di lokasi itu&period; Pada kesempatan itu&comma; para mahasiswa juga berkesempatan memanen ubi ungu yang usia tanamnya sudah mencapai empat bulan dan setelah ditimbang&comma; satu pohon ubi ungu menghasilkan ubi dengan berat mencapai 4 Kg&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yovita Cesilia Berek salah satu mahasiswa Politani Negeri Kupang mengatakan&comma; setelah mendapat penjelasan dari Senator Ibrahim Agustinus Medah&comma; ia terinspirasi dan bertekad menekuni dunia pertanian&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau dengan sistim pertanian yang moderen seperti ini&comma; maka menghasilkan keuntungan yang besar dan kita tidak harus berharap jadi tenaga honor atau jadi PNS di kantor&comma; karena menjadi petani moderen lebih banyak keuntungan&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Senator&sol;Anggota DPD RI Drs&period; Ibrahim Agustinus Medah pada kesempatan itu mengapresisasi semangat para mahasiswa untuk mau belajar dikebunnya dan terinspirasi dengan sistim pertanian yang dikelolahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kebun yang kita buka ini semata-mata untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa potensi pertanian kita di NTT sangat besar meskipun curah hujan sangat sedikit&period; Kondisi ini membuat NTT memiliki keunggulan komparatif dan hasil pertaniannnya akan lebih unggul dibandingan daerah lain&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mantan Bupati Kupang dua periode itu menjelaskan&comma; pihaknya sedang dan akan terus menyiapkan bibit ubi ungu sebanyak 50 juta untuk dibagikan gratis kepada seluruh masyarakat NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kita sudah distribusikan ke seluruh Kabupaten di daratan Timor&comma; Flores dan Sumba&comma; dan kita akan terus membagikan bibit ini kepada seluruh masyarakat dan target kita sampai bulan Nopember 2016 semua desa di NTT sudah mendapatkan bibit ubi ungu&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah menjelaskan&comma; sebagai panduan bagi masyarakat dalam menanam&comma; merawat&comma; dan memperbanyak bibit&comma; pihaknya juga menyiapkan brosur secara berkala yang menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengembangkan ubi ungu&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Soal pasar&comma; jangan khawatri karena kita sudah bangun kesepakatan dengan salah satu perusahaan di Jawa Barat yang siap membeli ubi dari NTT dan setiap hari perusahaan tersebut sanggup mebeli 30 Ton&period; Bahkan&comma; pasar Singapur juga sudah kita jajaki dan siap menerima hasil dari NTT setelah kita kirim sampel ubinya yang kita panen dari kebun ini&comma;” jelas Medah&period;&lpar;LTL&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version