Site icon savanaparadise.com

Mahasiswa Manggarai Marah Pengalihan Status Jalan Ruteng-Iteng

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p dir&equals;"ltr"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2019&sol;03&sol;IMG&lowbar;20190304&lowbar;154921&period;jpg"><img class&equals;"aligncenter size-large wp-image-335153" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2019&sol;03&sol;IMG&lowbar;20190304&lowbar;154921-1024x767&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"670" height&equals;"502" &sol;><&sol;a> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Kupang&comma;<a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;Savanaparadise&period;com">Savanaparadise&period;com<&sol;a>&comma;-Pengalihan status ruas jalan Ruteng-Satar Mese yang melintasi Golo Lusang menjadi ruas jalan non status menimbulkan kemarahan Mahasiswa Asal Satar Mese di Kupang&period; Pengalihan status ruas jalan ini terjadi di jaman Frans Lebu Raya ketika menjabat sebagai Gubernur NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Puluhan mahasiswa asal Satar Mese&comma; kabupaten Manggarai yang ada di Kupang menggelar aksi demonstrasi menuntut pengalihan status&period;Mereka mengelar aksi demonstrasi di kantor DPRD NTT&comma; senin &lpar;4&sol;1&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Para Mahasiswa diterima oleh Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD NTT&comma; Albinus Salem karena para Anggota DPRD NTT sedang dinas luar daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Kordinator aksi&comma; Charles Lega kepada wartawan mengatakan sejak tahun 2000 sampai 1 oktober 2017 ruas jalan Ruteng-Iteng masih dalam status jalan Provinsi&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">&OpenCurlyDoubleQuote;Namun sejak tanggal 2 oktober 2017 melalui sk gubernur NTT&comma; Frans Lebu Raya no&period;256&sol;kep&sol;hk&sol; 2017&comma; status jalan ini sebagai jalan provinsi resmi dicabut dan dialihkan ke Simpang Cumbi Golo Cala&period; Yang sebelumnya jalan Provinsi di non statuskan&period; Jalan ini seolah tak bertuan&comma;” kata Charles&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Menurut charles sejak tahun 2015 kondisi jalan Ruteng-Iteng mengalami rusak berat&comma; mulai dari kondisinya yang berlubang&comma; digenangi air bahkan tertimbun meterial tanah akibat longsor&period; Kerusakan jalur ruteng-Iteng terkhususnya dari Golo Lusang ke Golo Cala mencapai 7 km&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">&OpenCurlyDoubleQuote;Masyarakat di 9 desa yang berada di jalur itu sangat susah sekarang&period; Padahal jalur itu adalah satu-satunnya jalur termuda dan tercepat bagi masyarakat untuk memasarkan hasil komuditi&comma;” kata Charles lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Karena itu&comma; demikian charles&comma; dirinya bersama puluhan mahasiswa asal Satar Mese lainnya hari ini menggelar demonstrasi di kantor DPRD NTT dengan membawa 6 poit tuntutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Terkait tidak berada ditempatnya para anggota dewan&comma; mantan ketua mahasiswa Satar Mese Kupang ini menyayangkan hal itu&period; Menurutnya&comma; tidak semestinya anggota dewan semuanya meninggalkan kantor Dewan&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">&OpenCurlyDoubleQuote;Kami menyayangkan ini&comma; kok tidak ada satu anggota DPRD juga yang masuk&comma; padahal sebelum ke sini kami sudah kasih masuk surat pemberitahuan&comma;” ujarnya kesal&period;<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">Berikut 6 point tuntutan mahasiswa Asal Satar Mese ke Kantor DPRD NTT<&sol;p>&NewLine;<p dir&equals;"ltr">1&period; Secara tegas menolak SK No&period;256&sol;KEP&sol;HK&sol;2017<br &sol;>&NewLine;2&period; secara tegas meminta gubernur NTT untuk segera mencabut SK No&period;256&sol;KEP&sol;HK&sol;2017 terkait jalan Ruteng-Iteng&period;<br &sol;>&NewLine;3&period; Secara tegas mendesak pemerintah dan DPRD Provinsi untuk segera menetapkan status jalan Ruteng-Iteng sebagai jalan Provinsi&period;<br &sol;>&NewLine;4&period; Segera memperbaiki jalan Ruteng-Iteng<br &sol;>&NewLine;5&period; Mendesak DPRD NTT dapil Manggarai Raya agar tidak mencalonkan diri lagi di periode <a href&equals;"tel&colon;20192024">2019&sol;2024<&sol;a>&period;<br &sol;>&NewLine;6&period; Meminta masyarakat Manggarai Raya untuk tidak memilih kembali DPRD NTT dapil Manggarai pada pileg 17 april mendatang&period; &lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version