Site icon savanaparadise.com

Lodia Selsilya Bunga Caleg PDIP untuk DPRD Kota Kupang

Lodia Selsilya Bunga

Kecintaannya terhadap Kota Kupang sungguh tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, wanita yang bernama lengkap Lodia Selsilya Bunga ini ingin kota Kupang menjadi kota yang benar – benar mandiri, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang lainnya.

Kerinduannya yang begitu besar untuk dapat mewujudkan Kota Kupang yang lebih baik, membuat Lodya semakin mantap dalam menyalurkan niatnya itu. Untuk memenuhi keinginannya itu juga, wanita kelahiran Kota Kupang 14 September ini memutuskan untuk maju menjadi calon anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Alak nomor urut 3.

Lodya juga mengatakan Ia memutuskan untuk ikut serta dalam pertarungan menjadi wakil rakyat untuk mengabdikan diri untuk berjuang demi masyarakat Kota Kupang pada umumnya. dengan kehadirannya sebagai wakil rakyat, Lodya mempunyai harapan akan bisa membantu dan menjadi saluran aspirasi suara rakyat.

Dia menuturkan Kepentingan rakyat haruslah menjadi prioritas utama dalam membuat suatu kebijakan. Sehingga ketika kebijakan itu dibuat, harus benar-benar menjawab kepentingan rakyat.

“Bagi saya, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus menjadi pusat pergerakan ekonomi dan jasa. Terciptanya perekonomian yang baik akan berdampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat Kota Kupang secara umum. Karena perekonomian ini sangat berkaitan dengan semua lini, baik daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya sendiri.” paparnya

Ketika ditanya motivasinya menjadi calon Wakil Rakyat, menurut wanita yang akrab disapa dengan Laudya ini sesuai dengan fungsinya sebagai Regulator, Policy Making, Budgeting, maka DPRD haruslah menempatkan diri selaku kekuasaan penyeimbang (balanced power) yang mengimbangi dan melakukan kontrol efektif terhadap pembangunan, program dan layanan publik yang harus bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, wanita yang menjabat sebagai Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Kota Kupang ini ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Sepertinya ada yang hilang dalam diri saya, jika tidak berbuat sesuatu untuk memperjuangkan masyarakat
banyak.” Wanita berzodiak Virgo ini.

Sebagai seorang Caleg, Lodya mengatakan bahwa mengenal lebih dekat Daerah Pemilihan (Dapil) akan membuat seorang caleg lebih mudah mengetahui dan memahami serta mendengar keluhan dari masyarakat yang akan diwakili.

“Seorang caleg perempuan harus mempunyai mental yang kuat, jika Partai sudah memberikan kesempatan untuk dapat mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif, maka lihatlah kesempatan itu sebagai bentuk penghargaan dan tanggung jawab yang harus dipergunakan sebaik – baiknya.” paparnya.

Setiap caleg harus memiliki tanggung jawab moral, bahwa menyuap rakyat dengan kisaran puluhan atau ratusan ribu rupiah merupakan tindakan yang tidak menguntungkan demokrasi ke depan dan tidak akan mampu memberikan pendidikan Politik terhadap masyarakat.

“Saya bersyukur diberi kesempatan untuk memperjuangkan suara rakyat, sehingga dengan ini jugalah saya
harus terus mempersiapkan diri dalam banyak hal. saya berusaha untuk tidak akan menyia-nyaikan kesempatan ini” ujar wanita yang mengidolakan Presiden Joko Widodo dan Ahok Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang ini juga mengatakan bahwa Ia sangat bangga terhadap partai yang menghantarkan dan memberinya kesempatan. Lodya mengaku tertarik ideologi partai yang dipelopori Megawati ini sangat cocok dengan tujuan hidupnya, yakni memperjuangkan masyarakat kecil.

” Saya sangat bangga dengan PDI Perjuangan, ideologi partai ini cocok dengan tujuan dan arah perjuangan hidup saya. partai ini adalah partai yang selalu terdepan dalam memperjuangan wong cilik. apalagi dengan dengan empat pilar kebangsaannya. yang mana empat pilar ini dibangun untuk memahami kembali nilai-nilai luhur bangsa,disaat banyak elemen bangsa yang berniat mengganti ideologi Pancasila,” ujarnya.(Tim)

Exit mobile version