Site icon savanaparadise.com

KTM GMNI Di Ikuti Cabang Se NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Gerakan Mahasiswa Nasioanal Indonesia &lpar;GMNI&rpar; se Nusa Tenggara Timur saat ini berkumpul di kupang untuk mengikuti Kaderisasi Tingkat Menegah &lpar;KTM&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p> Kegiatan yang berlangsung di aula UPTD koperasi ini di gelar oleh kordinator daerah &lpar;Korda&rpar; GMNI&period; Moment ini juga menjadi ajang Forum Koodinasi Antar Cabang se NTT&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rilis yang di terima savanaparadise&period;com&comma; Jovinianus Agustinus Nahak&comma; Ketua GMNI Cabang Kupang mengatakan &comma; Semenjak bergulirnya abad ke-21 arus globalisasi melaju dengan akselerasi yang luar biasa kencangnya&period; Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin mendukung tumbuhnya globalisasi di segala bidang&comma; baik itu ekonomi&comma; sosial&comma; budaya&comma; teknologi maupun bidang kehidupan lainnya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dikatakannya Globalisasi sendiri membawa dampak yang sangat besar dalam merubah pola hidup masyarakat dunia&period; Tuntutan efektifitas dan kecepatan kerja&comma; akurasi serta hasil &sol; profit yang tinggi tanpa sengaja merubah ideologi dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dunia menuju kearah yang serba instan&period; Begitu pula mahasiswa&comma; kaum muda yang disebut-sebut sebagai &&num;8220&semi;agent of change&&num;8221&semi; ini tak luput dari pengaruh globalisasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut dia&comma; tirani yang seharusnya tampak di depan mata kita&comma; namun terbungkus cantik oleh politik pencitraan yang dapat mendoktrin stigma masyarakat dalam menilai sebuah pemerintahan di era reformasi yang sudah berdiri selama lima belas tahun ini&period; Pentingnya purifikasi gerakan mahasiswa adalah untuk menumbuhkan orientasi visioner dalam lingkaran mahasiswa itu sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Gerakan tidak identik dengan kegiatan destruktif&comma; akan tetapi gerakan lebih kepada nilai konstruktif&period; Mahasiswa sebagai kaum intelegensia seharusnya mampu menanam benih epsitimologi kebangsaan yang akan menumbuhkan kesadaran berpikir dan bertindak agar aksiologi gerakan dapat terimplementasikan secara holistik&&num;8221&semi;&period; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jovinianus menilai&comma; akhir-akhir ini&comma; mahasiswa terkadang sungkan untuk menunjukan titelnya sebagai aktivis pergerakan&period; Hal tersebut sebenarnya sudah menghilangkan satu nilai yakni chauvinisme gerakan mahasiswa&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ketika chauvinisme gerakan hilang&comma; maka bisa jadi kita akan terlambat dalam merespons isu strategis di bangsa ini&period; Oleh karena itu diperlukan perpaduan antara epistimologi dan aksiologi gerakan yang dibungkus dengan chauvinisme dalam memperkuat orientasi visioner gerakan kita&period;&&num;8221&semi; Papar Jovinianus&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Terkait dengan penyelenggaraan KTM&comma; Jovinianus berharap&comma; momentum Kaderisasi Tingkat Menengah &lpar;KTM&rpar; menjadi penting dilakukan guna rekonsolidasi gerakan dan penguatan kapasitas kader sehingga mampu memahami metode berpikir marhaenisme dan dapat menggunakannya dalam perjuangan organisasi&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan yang sama&comma; Elfis Jehama&comma; Ketua Panitia KTM mengatakan&comma; sebanyak 82 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia &lpar;GMNI&rpar; se NTT mengikuti Kaderisasi Tingkat Menengah &lpar;KTM&rpar;&comma; di GMNI Cabang Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kegiatan ini diikuti oleh empat cabang GMNI se NTT yakni GMNI Cabang Waingapu&comma; GMNI Cabang Alor&comma; GMNI Cabang Sikka dan Cabang Kupang sendiri&period;&&num;8221&semi; ungkap Elfis&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan ini&comma; demikian Elfis&comma; dilaksanakan selama satu minggu terhitung sejak Minggu 4 agustus sampai 10 Agustus 2013&period; &lpar;&ast;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version