Site icon savanaparadise.com

Kisah Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ponorogo&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bermodal tekad kuat dan kepercayaan pada pendanaan dari perbankan&comma; Tommy Wavolta&comma; warga Dukuh Jetis Desa Plancungan&comma; Kecamatan Slahung&comma; Ponorogo&comma; membuktikan bahwa Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; BRI bisa menjadi jalan menuju kesuksesan&period; Bersama sang istri&comma; Dwi Eli Ernawati&comma; Tommy kini menakhodai usaha pakan ternak Dara Farm&comma; yang mampu menyuplai kebutuhan peternak hingga ke luar daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Awal ceritanya tak selalu mulus&period; Pada 2018&comma; Tommy ingin memulai usaha mandiri&period; Namun keterbatasan modal menjadi tembok penghalang&period; Kesempatan datang ketika ia mengenal KUR dari BRI&period; Dengan keberanian&comma; Tommy mengajukan pinjaman dan modal itulah yang menjadi titik awal kesuksesan perjalanan bisnisnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Waktu awal saya benar-benar nggak punya modal&period; Padahal kepengin punya usaha sendiri&comma; hingga akhirnya saya diperkenalkan dengan KUR BRI&comma;” kenangnya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia semula menjalankan usaha gas elpiji yang sampai dengan saat ini masih berjalan dan peternakan ayam jawa super hingga berjalan hampir 5 tahun&comma; sebelum melihat peluang lebih besar di sektor peternakan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat peluang lainnya&comma; tahun 2021 Tommy memutuskan beralih mengembangkan usaha peternakan kambing dimulai dari 4 ekor sebagai sarana belajar tentang perawatan kambing hingga sekarang jika ditotal mencapai hampir 60 ekor&period; Namun tantangan baru muncul terkait ketersediaan pakan yang memadai dan terjangkau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pelihara kambing makin banyak&comma; pakan makin susah&period; Jadi saya kepikiran bikin pakan sendiri&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bersama sang istri&comma; Tommy mulai bereksperimen membuat pakan ternak&period; Bahan bakunya berasal dari limbah industri pangan seperti ampas tahu press yang mereka datangkan dari Bekasi&comma; serta onggok atau gamblong dari Lampung dan bahan lainnya yang didatangkan dari Jawa Timur&period; Onggok adalah limbah pengolahan tepung tapioka yang kaya karbohidrat&comma; cocok untuk pakan ternak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sekali datangkan onggok dari Lampung bisa sampai 35 ton&comma; dan dalam sebulan dua kali pengiriman&period; Ampas tahu juga sebulan sampai 25 ton&comma;” kata Dwi Eli Ernawati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain bahan baku tersebut&comma; juga mendatangkan bahan pakan dari limbah produksi dari wilayah Jawa Timur hingga mencapai 20 ton perbulan&period; Hasil olahan Dara Farm kini menjadi andalan banyak peternak di Ponorogo&comma; Madiun hingga Pacitan&period; Pakan buatan Tommy bisa digunakan untuk berbagai jenis ternak&comma; mulai unggas&comma; Kambing&comma; Domba&comma; hingga Sapi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Produksi pakan rata-rata mencapai 15 ton per bulan&comma; yang didukung oleh dua karyawan tetap serta tenaga lepas jika volume kerja meningkat&comma; terutama saat bongkar muat bahan baku&period; Tak hanya memproduksi pakan fermentasi&comma; Tommy juga menanam rumput gajah dan hijauan pakan ternak lainnya untuk memenuhi kebutuhan hijauan&comma; bahkan sampai bisa menjualnya untuk memenuhi permintaan dari peternak di sekitar Ponorogo&period; Dara Farm kini tumbuh menjadi usaha terpadu yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus limbah pangan dari luar daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Tommy&comma; keberhasilan usahanya tak lepas dari dukungan modal KUR BRI&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tanpa KUR BRI&comma; saya mungkin tidak bisa memulai usaha&period; Pinjaman itu yang membantu saya berani melangkah&comma;” tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kini Tommy tak berhenti bermimpi&period; Ia bercita-cita memiliki pabrik pakan ternak dengan brand sendiri agar bisa menjangkau pasar lebih luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya ingin punya brand pakan sendiri&period; Biar produk Dara Farm makin dikenal&comma;” katanya penuh semangat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kisah Tommy Wavolta menjadi bukti nyata bagaimana KUR BRI bukan sekadar pinjaman&comma; melainkan bisa menjadi pintu menuju sukses&period; Dari keterbatasan modal&comma; Tommy kini menjadi salah satu pengusaha pakan ternak yang diperhitungkan di Ponorogo dan sekitarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar;&period; Dengan semakin luas akses pembiayaan melalui KUR&comma; semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh&comma; berkembang&comma; dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hingga akhir Triwulan II tahun 2025&comma; BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp83&comma;88 triliun&comma; atau setara 47&comma;93&percnt; dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun&period; Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan&period; KUR BRI terus didorong sebagai solusi keuangan bagi pengusaha UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version