Site icon savanaparadise.com

Kisah Pengusaha Madu Siantar Raih Sukses Dan Berdayakan Masyarakat, Sukses Bersama BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Aam Hasanudin &lpar;56&rpar; dan Sabariah Harahap &lpar;54&rpar; adalah pengusaha madu lebah ternak&comma; yang mampu memberdayakan dan meningkatkan ekonomi pelaku UMKM di bidang yang sama di Pematang Siantar&comma; Sumatera Utara&period; Dalam mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat&comma; pasangan suami istri tersebut mendapat bantuan akses permodalan dari PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Aam menuturkan&comma; secara pribadi dirinya sudah menggagas pengembangan lebah madu sejak 1987&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kemudian dari situ saya berpikir memanfaatkan areal di belakang rumah dan akhirnya istri saya&comma; saya bina jadi peternak juga&period; Pada 1993 mulai kami rintis peternakan lebah madu di belakang rumah&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Lama kelamaan peternakan lebah madu yang diberi nama Flora Aek Nauli tersebut mulai dikenal masyarakat&period; Sebab&comma; semakin banyak msyarakat yang dididik oleh Aam untuk berternak lebah madu&period; Dengan demikian&comma; peternakan yang dikelola suami istri itu kerap mendapat kunjungan dari berbagai instansi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun menurut Sabariah&comma; sejak 1993 dirinya berpikir Aam sering melakukan penyuluhan dan pelatihan terkait ternak lebah madu dan madu murni yang dihasilkannya&period; Namun di sisi lain masyarakat yang mengikuti pelatihan sering bertanya&comma; ke mana harus memasarkan madunya&quest;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dari situ jiwa bisnis saya timbul&comma; kenapa tidak kami tampung madu yang dipanen masyarakat&period; Saya tadinya jualan pakaian&period; Kemudian saya berpikir kenapa tidak fokus di madu saja&comma;” ujar perempuan yang dinikahi Aam pada 1991 tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Sabariah&comma; dengan fokus pada peternakan lebah madu&comma; dia dan sang suami memiliki dua keuntungan&period; Pertama adalah bisnis&period; Kedua&comma; menyalurkan idealisme melalui edukasi pengembangan usaha perlebahan&period; Idealisme tersebut tak lepas dari latar belakang pendidikan Sabariah yaitu sebagai guru SMP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena hal tersebut&comma; usaha Sabariah dan sang suami kian dikenal&period; Mereka pun mengikuti pelatihan dan pengembangan UMKM di Pematang Siantar dan sering mengikuti pameran produk segmen usaha tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk memasarkan produknya&comma; Aam dan Sabariah membuat galeri di depan kediamannya&period; Suami istri tersebut memasarkan pula produk madunya kepada komunitas pengajian yang memiliki koperasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Dapat Akses Pembiayaan BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Setelah lama mengembangkan peternakan lebah madu&comma; Sabariah dan Aam mulai berpikir untuk melebarkan usaha&period; Baru pada tahun 2018 mereka mengakses pendanaan Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; dari BRI sebesar Rp250 juta&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Untuk mengambil lahan di daerah Simalungun sampai 1 hektar&period; Serta untuk pengembangan lebah&comma;” kata Sabariah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat ini pun madu Flora Aek Nauli pasarnya kian luas&period; Pemasaran secara digital sudah dilakukan Sabariah&period; Kendati demikian Sabariah mengakui bahwa produk madu yang dia pasarkan masih di sekitar Pematang Siantar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebab&comma; dia dan suami hanya memasarkan produk madu hasil peternakan sendiri dan dari binaan sang suami&period; Peternakannya bisa memproduksi 500 kg madu per bulan&period; Sedangkan pasokan dari peternakan binaan Aam bisa mencapai 300 kg hingga 500 kg per bulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau kita paceklik di sini&comma; kebutuhan bisa dipenuhi oleh peternak binaan&period; Sehingga pasokannya insyaAllah tidak pernah kosong&comma;” ujarnya optimistis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk pengembangan usaha ke depan&comma; Sabariah berharap BRI melakukan pemberdayaan secara berkesinambungan&comma; terutama terkait pemasaran dan promosi&period; Dia pun memiliki mimpi&comma; kelak ketika usahanya terus berkembang bisa membuat tujuan wisata edukasi di sekitar kediamannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait dengan pemberdayaan UMKM&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa peningkatan kapabilitas pemberdayaan berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat yang tak bisa dihindari&comma; terlebih pasca pandemi Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; kata Supari&comma; peningkatan kapabilitas pemberdayaan tak hanya sekadar akses pasar secara digital&comma; setidaknya ada tiga tahap yang harus diperhatikan&comma; yakni pertama adalah literasi dasar yang di dalamnya mencakup inklusi keuangan dan manajemen keuangan dasar&period; Kedua adalah mendesain literasi bisnis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dalam hal ini melalui peningkatan kapasitas manajerial&comma; membangun legalitas atau kepatuhan&comma; mengembangkan budaya inovasi&comma; membentuk pemahaman industri dan pasar&comma; hingga membentuk kepemimpinan dan pola pikir jangka panjang untuk meningkatkan skala usaha&period; Ketiga adalah literasi digital kepada UMKM dengan tujuan go digital&comma; go modern&comma; dan go global”&comma; ungkap Supari&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version