Site icon savanaparadise.com

Kisah Kreativitas Kelompok Usaha Serdang Bedagai, Sulap Anyaman Pandan Jadi Produk Ekspor

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Medan&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Eva Harlia perempuan asal Dusun III Desa Pantai Cermin kanan&comma; Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara&comma; telah berkecimpung selama 13 tahun di dunia seni kerajinan anyaman pandan&period; Usaha kerajinan anyaman pandan bernama &&num;8220&semi;Menday Gallery and Souvenir&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejak dulu daerah Eva tinggal memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah&comma; terutama pohon pandan&period; Karena pandan merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh subur di pesisir pantai&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; daerahnya menjadi sentra kerajinan anyaman penghasil lembaran tikar dengan bahan baku pandan&period; Melihat hal itu&comma; Eva pun tergerak untuk melestarikan keunggulan di daerahnya tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Di sini termasuk sentra&comma; memang dari orang tua kami sudah bergelut di bidang anyaman penghasil lembaran tikar&period; Dari situlah saya tergerak memulai usaha ini dari 2010&comma; sudah 13 tahun saya berkecimpung di usaha ini&comma;&&num;8221&semi; kata Eva&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan modal awal digenggam hanya Rp 500 ribu&comma; digunakan untuk membeli bahan baku pendukung agar anyaman pandan tersebut bernilai jual tinggi&period; Produk dihasilkan kelompok usaha ini bervariasi&comma; diantaranya aneka tikar&comma; sandal&comma; aneka tas dan souvenir anyaman Pandan&comma; serta box dari anyaman berbagai bentuk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Harga yang paling murah untuk souvenir dibanderol Rp 5&period;000&comma; sedangkan kerajinan tikar berukuran besar&comma; dan motifnya sulit&comma; itu dijual dengan harga Rp 7&comma;5 juta&period; Produk yang paling laku di beli adalah produk tas seperti goody bag&comma; karena produk itu sedang trend di kalangan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Eva mampu memproduksi kerajinan anyaman hingga ribuan per bulan&period; Karena telah menggunakan mesin jahit&comma; sehingga bisa mempermudah dan mempercepat produksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selama ini&comma; produk kerajinan anyaman dijual secara offline dan online&period; Untuk offline&comma; produk anyaman pandan milik Eva bisa ditemukan di beberapa gallery oleh-oleh di wilayah Serdang Bedagai&comma; Sumatera Utara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Awalnya&comma; Eva dan kelompok usahanya mengalami kendala dari segi pemasaran&period; Salah satunya adalah kurang memahami cara memasarkan produk secara digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam produksinya pun&comma; Eva dibantu oleh kelompok usaha yang terdiri dari 300 orang perempuan&period; Kelompok usaha ini terbagi menjadi beberapa bagian&comma; diantaranya penyedia bahan baku&comma; yang menyiapkan bahan baku berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang memang tinggal di pesisir pantai dan mereka mengolah daun pandan setengah jadi&comma; dalam bentuk daun kering&period; Kemudian&comma; masuk kebagian yang bertugas pengerjaan khusus lembaran tikar&comma; selanjutnya diolah menjadi berbagai bentuk&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Bantuan BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Perempuan asal Sumatera Barat ini ternyata merupakan salah satu nasabah KUR BRI&period; Peluang terbuka menambah modal dari BRI&period; Saat itu dia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp 25 juta untuk membeli peralatan berupa mesin jahit dan lainnya&period; Dari sini&comma; usahanya berkembang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI juga memberikan bantuan berupa bangunan sebagai tempat kerajinan dibuat kelompok usaha ini&period; &&num;8220&semi;Kami kan rumah produksi menyatu dengan rumah tinggal&comma; jadi BRI memberikan kami hibah bangunan gallery pemasaran untuk produk anyaman pandan&period; Dari sisi pendanaan&comma; hanya KUR yang cocok untuk kami karena dari segi suku bunganya sangat rendah&comma; dan itu sangat membantu permodalan kami&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain mendapat hibah dan pinjaman usaha dari BRI&comma; Kelompok Usaha ini mendapat Juara 3 Program CSR BRI Peduli Pemberdayaan Kelompok Usaha Perempuan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI juga aktif mengajak dan mengikutsertakan kelompok usaha &&num;8220&semi;Menday Gallery and souvenir&&num;8221&semi; dalam beberapa pameran maupun bazar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; produk kerajinan anyaman pandan milik kelompok usaha Eva ini sudah pernah ekspor sandal anyaman ke Singapura selama tiga tahun meski masih dalam skala kecil&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedepannya&comma; Eva pun berencana ingin mengekspor kembali&period; Salah satunya dengan dukungan BRI terkait informasi pasar ekspor yang cocok untuk produk kerajinan anyamannya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version