Site icon savanaparadise.com

Kinerja Bank NTT Kefamenanu Kian Menggembirakan

Bank NTT Cabang Kefamenanu

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Bank NTT Cabang Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara terus menunjukan trend kinerja yang mengembirakan. Sebagai bank milik masyarakat, Bank NTT memaksimalkan pelayanan bagi nasabah melalui aneka skema pembiayaan. Manajemen Bank NTT mendukung berbagai agenda pembangunan daerah baik terkait infrastruktur, sosial ekonomi, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan selain menggelontorkan ratusan miliar dana untuk kredit usaha, investasi dan modal kerja. Melalui pinjaman lunak dan program “Bank NTT Peduli” bank ini juga berkomitmen memberdayakan ekonomi mikro dan menggerakan sektor riil. Harus diakui rancangan program pembiayaan tahun 2017 dan rencana aksinya telah memicu terjadinya keseimbangan antara target perusahaan dan capaian kinerja.

Data yang dihimpun  memperlihatkan grafik peningkatan kinerja bank daerah yang melayani masyarakat di perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu. Aneka pembiayaan yang digelontorkan Bank NTT Cabang Kefamenanu dipandang efektif, sungguh melayani masyarakat dan turut serta membangun daerah. Pergerakan neraca keuangan sejak awal tahun 2017 menunjukan sentimen bisnis yang positif dan membanggakan hingga memasuki Triwulan III (Juli-September). Trend kemajuan signifikan jelas terbaca dalam semua aspek manajemen antara lain Pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), Tabungan Giro dan deposito, penyaluran kredit, peningkatan laba perusahaan hingga penurunan angka kredit macet (NPL) yang fantastis dibandingkan tahun sebelumnya

Kepala Cabang Bank NTT Cabang Kefamenanu Endri Wardono,SE menjelaskan bahwa laporan situasi dan kinerja manajemen hingga awal Agustus 2017 memperlihatkan peningkatan dari semua segmen. Antara target dan capaian berbanding lurus bahkan beberapa segmen sudah melampaui target. Pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) misalnya giro dan tabungan deposito yang ditargetkan sampai Triwulan III mencapai Rp144 miliar namun realisasinya sudah mencapai Rp 212 miliar pada akhir Juli. Sementara untuk tabungan yang ditargetkan Rp101 miliar sudah tercapai lebih diangka Rp106 miliar. Demikian halnya realisasi deposito sudah mencapai angka Rp80,8 miliar dari yang dipatok Rp 17,7 miliar. Nilai deposito yang meningkat tajam tersebut berasal dari dana masyarakat dan sudah termasuk dananya pemerintah daerah.

Endri Wardono juga mengupas tuntas capaian kinerja manajemenya terkait item kredit yang disiapkan- baik kredit modal kerja, kredit investasi maupun kredit konsumsi. Memang dari total nilai kredit masih nampak mengalami kekurangan. Katakan saja untuk kredit modal kerja yang ditargetkan Rp79 miliar namun capaian sampai bulan Juli baru menyentuh angka Rp57 miliar. Angka ini dipastikan bisa tercapai dengan waktu sisa 5 bulan hingga Desember kedepan apalagi kredit perencanaan untuk proyek pemerintah baru dimulai. Dia optimis selisih angka Rp 22 miliar tersebut akan tercapai bahkan melampaui target. Kondisi ini berbeda dengan Kredit Investasi yang ditargetkan Rp 17 miliar tetapi hingga akhir Juli sudah menembus angka Rp 19 miliar. Sementara untuk Kredit Konsumtif dari yang dipatokRp329 miliar sudah tercapai Rp312 pada waktu yang sama. Selisih Rp 18 miliar dipercaya terealiasasi pada akhir triwulan ketiga nanti.

Khusus untuk kredit investasi, manajemen Bank NTT juga membidik pembiayaan di sektor perumahan/ruko dan investasi alat berat (pembelian exavator, Aspal Mixing Plann) yang lumayan besar untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten TTU. “Satu yang pasti juga adalah kredit investasi untuk sektor usaha mikro kecil menengah yang bergerak dibidang pertanian, peternakan (untuk pembelian hand tractor,genzet) dan lain-lain. Skema kredit bisa disalurkan dari pos dana KUR dan juga dari program “Bank NTT Peduli”. Untuk kredit modal kerja kita juga salurkan untuk pembiayaan usaha-usaha pertanian dan komoditi perikanan, peternakan termasuk untuk antarpulaukan sapi dan lain sebagainya,” kata dia.(Tim)

Exit mobile version