Site icon savanaparadise.com

Kinerja Apik, Kualitas Kredit Terjaga dengan Loan at Risk yang semakin Menurun

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Kinerja Apik PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI hingga September 2023 diikuti juga dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik pasca krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19&period; Hal ini disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto bahwa hingga kuartal III-2023 untuk kinerja bank only&comma; perseroan berhasil menurunkan LAR menjadi sebesar 13&comma;87&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini menunjukkan perbaikan karena LAR tersebut menurun jika dibandingkan dengan September tahun lalu yang sebesar 19&comma;28&percnt;&period;<br &sol;>&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;Oleh karena itu kami optimistis bahwa tahun depan Loan at Risk &lpar;LAR&rpar; BRI akan kembali ke posisi normal seperti sebelum pandemi&period; Di kisaran 9&percnt; sampai 10&percnt;&comma;” ujarnya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Diketahui&comma; LAR perseroan pada 2018 hanya 9&comma;17&percnt;&period; Pada tahun berikutnya pun tak berbeda jauh yaitu 9&comma;78&percnt;&period; Setelah Indonesia dilanda pandemi yaitu pada 2020 LAR BRI melonjak menjadi 28&comma;26&percnt;&period; Tahun 2021 persentasenya menurun menjadi 24&comma;11&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara sepanjang tahun lalu turun menjadi belasan persen yaitu 17&comma;11&percnt;&period;<br &sol;>&NewLine;Membaiknya LAR diikuti juga dengan kualitas NPL yang terjaga&comma; dimana hingga pada akhir September 2023 tercatat NPL BRI sebesar 3&comma;07&percnt;&comma; lebih rendah 2bps dari periode yang sama tahun yang lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penurunan NPL tersebut disebabkan BRI sedang melakukan upaya bersih-bersih portofolio kredit&comma; terutama kredit restrukturisasi terdampak Covid sebagai bagian dari soft-landing strategy yang diimplementasikan sejak tahun lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tentunya&comma; upaya ini membutuhkan cadangan risiko kredit yang cukup&comma; dimana BRI telah melakukan pembentukan biaya CKPN yang besar selamat periode pandemi sampai 2022&comma; dengan meningkatkan rasio Loan Loss Reserves &lpar;LLR&rpar; dari 4&comma;4&percnt; di tahun 2019 menjadi 8&comma;21&percnt; di tahun 2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agus menambahkan bahwa dengan front loading yang telah dilakukan di tahun 2020 sampai 2022&comma; upaya untuk menjaga kualitas kredit ini berdampak terhadap cost of credit BRI yang terus membaik&period; Adapun Cost of Credit &lpar;CoC&rpar; BRI hingga kuartal III-2023 berada di level 2&comma;44&percnt; atau membaik jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3&comma;02&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; sebagai bagian dari soft landing strategy&comma; BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai&period; Di mana sampai September 2023&comma; LAR Coverage BRI mencapai 50&comma;92&percnt;&comma; dan akan tetap dijaga di atas 50&percnt;&period; Namun karena upaya bersih-bersih&comma; portfolio tersebut dilakukan antara lain melalui hapus buku pinjaman NPL&comma; maka NPL Coverage BRI turun ke level 228&comma;65&percnt;&period; Namun demikian rasio tersebut masih lebih tinggi dibandingkan level pre-pandemic sebesar 185&comma;9&percnt; di 2018 dan 154&comma;63&percnt; di tahun 2019&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; lanjut Agus&comma; penurunan NPL coverage ini adalah strategi BRI untuk melakukan hapus buku terhadap kredit-kredit UMKM&comma; terutama di segmen mikro dan kecil&comma; yang terdampak COVID-19 dan tidak dilakukan restrukturisasi lanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; strategi BRI dalam menghadapi kondisi saat ini sejalan dengan kebijakan relaksasi dari OJK yang akan berakhir di Maret 2024&period; Sebab&comma; lanjut dia&comma; dampak dari pandemi Covid-19 terhadap kredit yang direstrukturisasi belum tentu 100&percnt; berhasil&period; Dengan LLR di kisaran 7&comma;0&percnt; atau jauh diatas rasio tahun-tahun sebelum pandemic yaitu 3&comma;0&percnt; hingga 4&comma;5&percnt;&period; Bahkan&comma; khusus LLR pada portofolio kredit restrukturisasi Covid mencapai level 34&comma;7&percnt;&period; Maka cadangan kerugian kredit BRI masih dirasa cukup untuk meng-cover potensi pemburukan di tahun 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan posisi LAR Coverage di atas 50&percnt; dan NPL Coverage di atas 200&percnt;&comma; cadangan BRI masih cukup untuk mengantisipasi risiko pemburukan di tahun 2024”&comma; pungkas Agus&period;&lpar;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version