Site icon savanaparadise.com

Kelaparan, Warga Sumba Timur Makan Ubi Beracun

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><figure id&equals;"attachment&lowbar;175164" aria-describedby&equals;"caption-attachment-175164" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2015&sol;10&sol;warga-laipandak-mencari-iwi-di-hutan&period;jpg"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2015&sol;10&sol;warga-laipandak-mencari-iwi-di-hutan&period;jpg" alt&equals;"Kelaparan&comma; Warga Sumba Timur Makan Ubi Beracun " width&equals;"700" height&equals;"525" class&equals;"size-full wp-image-175164" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-175164" class&equals;"wp-caption-text">Kelaparan&comma; Warga Sumba Timur Makan Ubi Beracun<br &sol;><&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;<strong>Waingapu&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-<&sol;strong> Kemarau panjang yang melanda wilayah kabupaten Sumba Timur menyebabkan sebagian warga mengalami gagal panen&period; bahkah untuk bertahan hidup saja&comma; warga harus rela masuk keluar hutan guna mendapatkan ubi hutan yang mengandung zat beracun&comma; sebagai stok makanan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di desa Laipandak&comma; kecamatan Wula Waijelu&comma; warga harus berbondong-bondong masuk hutan untuk mencari ubi beracun sebagai stok makanan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kondisi ini sudah berlangsung satu bulan terakhir&period; setiap harinya sebagian warga di desa itu harus berbondong-bondong dan menghabiskan waktu di hutan untuk mencari ubi hutan atau dengan bahasa setempat iwi yang mengandung zat beracun&period; Warga terpaksa menempuh perjalanan berjam-jam dengan naik turun tebing terjal demi mendapatkan Iwi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; kami cari ubi di hutan karena tidak ada lagi makanan di rumah&period; saya cari ubi hutan dengan anak mantu dan ipar dua orang&period; sudah mau satu bulan banyak orang yang masuk hutan untuk cari ubi&comma;” kata Kristina Pamilar Amah&comma; warga Laipandak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah mencari di hutan&comma; kata Kristina untuk dikonsumsi&comma; zat racun dalam ubi hutan harus dihilangkan&period; Proses menghilangkan racun ini kata Kristina membutuhkan waktu sekitar satu minggu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; kalau ada kesalahan dalam mengolah maka akan menyebakan keracunan&comma;” Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kristina mengaku mencari ubi hutan adalah pilihan terakhir saat stok pangan seperti jagung dan padi sudah habis dikonsumsi&period; saat ini Kristina dan warga lainnya hanya menyimpan bibit agar bisa ditanam lagi di saat musim penghujan tiba&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Sudah satu bulan kami cari ubi di hutan karena makanan tidak ada&period; di rumah sudah tidak ada lagi makanan jadi tidak ada harapan lain lagi selain ubi hutan&period; proses untuk mengolah ubi hutan untuk dikonsumsi makan waktu satu minggu karena ubi hutan beracun&comma;” kata Danga Dupa&comma; warga Laipandak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kristina dan Danga Dupa berharap pemerintah setempat bisa melihat kondisi yang saat ini dihadapi masyarakat dengan memberikan bantuan berupa raskin atausejenisnya&period; karena jika terlambat diantisipasi maka ubi hutan beracun yang dikonsumsi akan memakan korban jiwa&period;&lpar;Ger&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version