Site icon savanaparadise.com

Kantor Desa Sunsea disegel Warga, Kadis PMD TTU Turun Tangan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Plt&period; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa &lpar;PMD&rpar; Kabupaten Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar; Egidius Sanam&comma; bergerak cepat untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi di desa Sunsea&comma; kecamatan Naibenu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Langkah cepat ini dilakukan karena sehari sebelumnya yakni pada Selasa&comma; &lpar;4&sol;5&sol;2021&rpar; sejumlah masyarakat melakukan penyegelan kantor desa&comma; akibat ketidakpuasan terhadap kinerja kepala desa Lusianus L&period;T Oematan yang dinilai tidak transparan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Plt&period; Kadis PMD TTU Egidius Sanam saat dijumpai wartawan usai melakukan mediasi antara warga dan kades sunsea mengatakan&comma; kisruh yang terjadi di desa Sunsea terjadi karena tidak ada transparansi terutama menyangkut pengelolaan keuangan desa baik dalam APBDES maupun Bumdes&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi&comma; persoalan yang terjadi di desa Sunsea ini karena tidak adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan di desa baik dalam APBDES maupun Bumdes&&num;8221&semi; kata Egi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Hal lainnya adalah masing-masing tidak memahami tugas pokok&comma; fungsi dan kewenangan&&num;8221&semi; lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Egi menambahkan bahwa APBDES merupakan out put dari suatu proses panjang yang dibahas bersama BPD&period; Jadi jika BPD sampai mempertanyakan hal ini berarti selama ini tidak ada pembahasan APBDES itu bersama BPD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Egi melanjutkan bahwa dalam upaya mediasi yang dilakukan&comma; kepala desa sudah besedia untuk menyerahkan dokumen-dokumen yang diminta oleh BPD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; kepala desa Sunsea Lusianus L&period;T Oematan ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dirinya menghargai kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya sangat menghargai kebebasan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya&comma; tetapi sebagai kepala desa saya berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita di desa&&num;8221&semi; kata Lusi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lusianus menampik kalau dirinya dinilai tidak transparan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; sejauh ini dirinya sudah sangat transparan dengan berbaagai pengelolaan keuangan desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pernyataan sang kades ini menurut beberapa warga sangat bertentangan dengan apa yang terjadi di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika kepala desa mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja benar dan sangat transparan maka ia telah melakukan pembohongan publik besar-besaran&&num;8221&semi; ujar Melda Kosat salah seorang tokoh perempuan di desa tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Di desa Sunsea ini ada Bumdes dengan aset berupa 1 unit dump truck dibeli dengan nilai 430 juta&comma; 1 unit pick up dari dana DAK&comma; 10 unit tenda&comma; 1 unit mesin fotocopy&comma; ratusan kursi&comma; alat dapur&comma; jual pulsa&comma; semuanya dikelola sendiri oleh kepala desa bersama dengan 3 orang rekannya&&num;8221&semi; lanjut Melda<&sol;p>&NewLine;<p>Pengurus yang dibentuk tidak diberi SK&comma; Bumdes berdiri tanpa AD&sol;ART&comma; tanpa Peraruran Desa &lpar;Perdes&rpar;&period; Inikah yang dia sebut transparan&quest;&&num;8221&semi; tanya Melda kesal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Yang terjadi selama ini&comma; D Fallo selaku pengemudi 2 buah mobil merangkap sebagai bendahara&comma; Fredi Botha sebagai bendahara desa merangkap bendahara Bumdes&period; Tidak jelas alur uang ini masuk ke kantong siapa&period; Kami masyarakat menduga bahwa ada upaya untuk memperkaya diri dari oknum tertentu dengan menggunakan fasilitas umum&period; Maka sejak 30 maret 2021 kegiatan 2 unit mobil kami minta untuk dibekukan atau dihentikan&&num;8221&semi; jelas Kosat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melda mengapresiasi pihak dinas PMD TTU yang telah berupaya membantu penyelesaian persoalan ini&comma; namun ia juga menyesalkan sikap arogansi kepala desa Lusianus Oematan yang selama ini masa bodoh dengan berbagai persoalan yang disampaikan warga&period; &lpar;YA&rpar;&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version