Site icon savanaparadise.com

Jefrison Sebut Sistem Proporsional Terbuka Dalam Pemilu 2024 Melahirkan DPR Kurang Profesional

Jefrison Fernando, S. IP, Alumni Jurusan Ilmu Politik Undana Kupang (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Menia&comma;Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Komisi Pemilhan Umum &lpar; KPU&rpar; Kabupaten Sabu Raijua melakukan uji Publik terhadap penataan Dapil dan alokasi kursi DPRD dalam Pemilu serentak 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan yang berlangsung di Aula penginapan Manna&comma; Kelurahan Mebba&comma; kecamatan Sabu Barat&comma; Kabupaten Sabu Raijua&comma; Propinsi Nusa Tenggara Timur&comma; Rabu &lpar;07&sol;12&sol;2022&rpar; tersebut&comma; dibuka pula ruang dialog bagi peserta untuk mengajukan berbagai macam pertanyaan&comma; usul dan saran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; salah satu yang mewakili tokoh muda&comma; Jefrison Fernando S&period; IP ketika dimintai komentarnya&comma; malahan menyoroti soal penerapan sistem proporsional terbuka pada Pemilu 2024&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Jefrison menyebutkan sistem proporsional terbuka dalam Pemilu 2024 akan menghasilkan anggota DPRD yang kurang profesional karena keterpilihan mereka ditentukan hanya semata-mata berdasarkan kuantitatif bukan berdasarkan kualitas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Demi memenuhi kebutuhan calon anggota legislatif sebagai salah satu prasyarat untuk mengikuti Pemilu&comma; kritik Jefrison&comma; hampir setiap partai politik merekrut para calon legislatif ini tanpa dilihat latar belakangnya&comma; apakah calon tersebut memiliki pengetahuan dalam hal legislasi&comma; pengawasan dan anggaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akan tetapi malah sebaliknya&comma; yang direkrut hanya karena mereka itu memiliki uang dan basis massa sehingga terpilih&comma; namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika sudah duduk dilembaga DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dulu seorang filsuf ilmu politik Plato pernah mengkritisi demokrasi perwakilan&comma; bahwa suatu negara harus dipimpin oleh orang-orang yang pintar dan memiliki ilmu pengetahuan yang cukup &period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Maka dari itu kaderisasi dalam partai politik itu sangat penting&&num;8221&semi;&comma; tegas dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai bahan evaluasi&comma;  Jefrison mengusulkan agar sistem proporsional terbuka dihilangkan dan kembali ke sistem proporsional tertutup&comma; di mana partailah yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kadernya yang pas dan layak duduk di lembaga DPR&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Inilah akan menjadi motivasi bagi partai politik untuk melakukan kaderisasi yang baik terhadap kader-kader yang sudah lama berkiprah di partai&&num;8221&semi;&comma; tandas Jafrison<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan sistem proporsional tertutup sudah pas karena mewakili 2 sistem rekrutmen politik yaitu rekrutmen politik murni dan rekrutmen politik merit sistem&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dijelaskannya&comma; rekrutmen politik murni karena rakyat akan memilih partai politik dan partai politik dan penentuan jumlah kursi tetap berpatokan pada jumlah suara dari pemilih atau rekrutmen yang mencakup hal kuantitatif<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kenapa masuk rekrutmen politik murni disitu karena rakyat akan memilih partai politik dan penentuan jumlah kursi tetap berpatokan pada jumlah suara dari pemilih&&num;8221&semi; ucapnya<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara rekrutmen politik merit sistem menurutnya akan tergambar ketika partai benar-benar menjalankan fungsi kaderisasi politik<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Rekrutmen politik Merit sistem ini didasarkan pada kualitas dan kemampuan seseorang sehingga melalui proporsional tertutup partai akan menjalankan fungsi kaderisasi politik dengan baik&&num;8221&semi; jelasnya<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Dule Dubu<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version