Site icon savanaparadise.com

Indeks Bisnis UMKM: Pelaku UMKM Makin Optimis Memasuki Kuartal II 2022

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – PT&period; Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk merilis hasil survei Aktivitas Bisnis UMKM pada Kuartal I-2022&period; Dalam survei tersebut mengindikasikan kegiatan usaha UMKM semakin membaik dibandingkan kuartal sebelumnya&comma; tercermin dari Indeks Bisnis &lpar;IB&rpar; UMKM kuartal I-2022 yang naik dari level 104&comma;1 ke level 104&comma;6&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan kenaikan kegiatan usaha UMKM ditopang oleh sejumlah faktor kenaikan harga komoditas perkebunan&sol;pertanian dan meningkatnya permintaan masyarakat dalam momentum bulan puasa dan lebaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dilihat dari komponen penyusun IB UMKM&comma; sebagian besar komponen penyusun IB UMKM kuartal I-2022 mencatatkan kenaikan terbatas&period; Hal ini terkait dengan eskalasi penularan Covid varian Omicron&comma; tekanan kenaikan harga&comma; dan kelangkaan beberapa barang yang menjadi input kegiatan usaha sebagian pelaku UMKM&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Akibatnya volume produksi naik terbatas&period; Kenaikan tertinggi terjadi pada komponen rata-rata harga jual&comma; yang didorong oleh naiknya harga komoditas global&comma; pasokan produksi yang relatif terbatas&comma; menguatnya permintaan menjelang puasa&comma; dan aktivitas ekonomi domestik yang semakin pulih&period; Persediaan barang menjadi meningkat sebagai langkah antisipasi UMKM menghadapi kenaikan permintaan pada bulan puasa dan lebaran&period;<br &sol;>&NewLine;Investasi usaha juga meningkat sejalan dengan prospek perekonomian yang diperkirakan semakin pulih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara sektoral&comma; hampir semua sektor Indeks Bisnis UMKM kuartal I tetap optimis &lpar;indeksnya bertahan di atas 100&rpar;&comma; namun sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya&comma;” imbuh Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam survei tersebut juga menggambarkan bahwa pelaku UMKM memperkirakan usahanya semakin baik dan optimis memasuki Kuartal II 2022&comma; hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis &lpar;IEB&rpar; UMKM yang berada di level 131&comma;3&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor&comma; yaitu&colon; pandemi covid-19 yang diperkirakan akan semakin terkendali&comma; puncak panen raya tanaman bahan makanan pada kuartal II-2022 dan harga komoditas yang tetap tinggi&comma; serta meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan puasa dan Idul Fitri 2022&comma;” tambah Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait kemampuan Pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas utamanya&comma; mayoritas pelaku UMKM tetap yakin dan memberikan penilaian yang baik terhadap kinerja pemerintah&comma; seperti tercermin pada indeks kepercayaan pelaku UMKM kepada pemerintah &lpar;IKP&rpar;&period; IKP kuartal I-2022 bertahan diatas level 100&comma; namun mengalami penurunan menjadi 128&comma;9 dari kuartal sebelumnya sebesar 139&comma;7&period; Penurunan IKP ini terutama dipicu oleh menurunnya penilaian pelaku UMKM terhadap kemampuan pemerintah menstabilkan harga barang dan jasa&period; Kelangkaan dan kenaikan harga beberapa barang berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha sebagian pelaku UMKM dan sekaligus meningkatkan beban ekonomi rumah tangganya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hasil survei kuartal I-2022 juga menunjukkan bahwa kelangkaan dan kenaikan harga sangat dirasakan oleh pelaku UMKM&period; Sebagai gambaran&comma; terdapat 42&comma;7&percnt; pelaku UMKM pada sektor industri pengolahan&comma; perdagangan dan restoran&sol;warung yang menggunakan minyak goreng sebagai bahan baku&sol;penolong untuk kegiatan produksi atau sebagai barang dagangan untuk berjualan&comma; serta 36&comma;2&percnt; menggunakan tepung terigu&comma; dan 37&comma;9&percnt; menggunakan bahan bakar gas&period; Untuk komoditas minyak goreng&comma; 73&comma;7&percnt; UMKM merasakan kelangkaan dan 97&comma;1&percnt; merasakan kenaikan harga yang signifikan&period; Kenaikan harga yang tinggi juga terjadi pada kedelai&comma; jagung&comma; tepung terigu&comma; dan bahan bakar gas&comma; walaupun tidak setinggi harga minyak goreng&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketika dihadapkan pada pilihan barang tersedia tapi mahal atau barang langka tapi murah mayoritas pelaku UMKM memilih barang mudah didapat&comma; walaupun harganya mahal&period; Karena dengan tersedianya barang tersebut&comma; pelaku UMKM tetap bisa menjalankan usahanya&period;<br &sol;>&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan optimisme pelaku UMKM memasuki kuartal II 2022&comma; BRI semakin optimis mampu mengejar pertumbuhan kredit 9&percnt;-11&percnt; di tahun ini&comma; dengan tetap menjaga sustainability kinerja&comma;” pungkas Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Informasi tentang Survei Indeks Bisnis UMKM BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM memiliki sampel lebih dari 7&period;000 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi&period; Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified systematic random sampling&comma; sehingga dapat merepresentasikan sektor usaha&comma; propinsi dan skala usaha&period; Survei ini dilakukan oleh BRI Research Institute pada tanggal 31 Maret – 16 April 2022&period; Wawancara dilakukan melalui telepon dengan pengawasan mutu yang ketat sehingga data yang terkumpul valid dan reliable&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi yang dikumpulkan dalam survei ini adalah persepsi pelaku usaha UMKM terhadap perkembangan dan prospek perekonomian secara umum&comma; sektor usaha responden serta perkembangan dan proyeksi kinerja usaha responden&period; Informasi ini digunakan untuk menyusun Indeks Bisnis &lpar;IB&rpar;&comma; Indeks Sentimen Bisnis &lpar;ISB&rpar;&comma; dan Indeks Kepercayaan Pelaku &lpar;IKP&rpar; usaha UMKM kepada pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Indeks-indeks ini melengkapi indeks serupa yang disusun oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dimana survei-nya dilakukan terhadap pelaku usaha kategori menengah dan besar&period; Disamping itu juga dikumpulkan informasi mengenai kondisi usaha responden untuk keperluan monitoring dan sekaligus menjadi Early Warning System &lpar;EWS&rpar; terhadap keberlangsungan usaha nasabah UMKM&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version