Site icon savanaparadise.com

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3 2022: Bisnis UMKM Tetap Tumbuh di Tengah Kenaikan Inflasi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta &comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Sektor UMKM masih menunjukan pertumbuhan bisnis yang optimistis di tengah tantangan laju kenaikan kenaikan inflasi&period; Kondisi tersebut terpotret dalam Indeks Bisnis UMKM Kuartal III-2022 yang dirilis oleh PT Bank Rakyat Indoenesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Petumbuhan positif bisnis UMKM kuartal III-2022 tergambar dari skor indeks bisnis UMKM yang berhasil meraih skor 103&comma;2 atau dapat diinterpretasikan dalam fase optimis karena skor berada di atas level 100&comma;0&period; Survey ini sendiri melibatkan 7&period;090 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi di Indonesia&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan bahwa UMKM memiliki multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian Indonesia&period; Oleh karenanya&comma; dirinya berkomitmen BRI akan terus fokus menumbuhkembangkan UMKM di tengah kenaikan inflasi saat ini melalui pemberdayaan dan pembiayaan yang komprehensif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sebanyak 60&comma;51&percnt; PDB Indonesia disumbangkan dari sektor UMKM dan hal itu yang menjadi perhatian kami untuk menjaga UMKM dapat tetap tumbuh menghadapi berbagai tantangan ekonomi&comma; termasuk inflasi&period; BRI terus mengalokasikan resources yang dimiliki untuk memberdayakan dan menumbuhkembangkan UMKM&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejumlah faktor menjadi penopang pertumbuhan bisnis UMKM pada kuartal III-2022&period; Pertama&comma; Pandemi COVID-19 yang cenderung terkendali&period; Kedua&comma; kegiatan tatap muka&comma; baik work from office &lpar;WFO&rpar; dan Pembelajaran Tatap Muka &lpar;PTM&rpar; yang semakin meningkat&period; Ketiga&comma; kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak &lpar;BBM&rpar; yang ditempuh Pemerintah pada Agustus 2022 berimplikasi positif terhadap tekanan inflasi dan daya beli masyarakat sehingga omzet pelaku UMKM masih mampu meningkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati demikian&comma; Indeks Bisnis UMKM pada kuartal III-2022 ini mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya dengan skor 109&comma;4&period; Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan volume penjualan pasca Idul Fitri dan kenaikan harga BBM bersubsidi pada September 2022&period; Lalu&comma; survey ini mengungkap bahwa sebagian pelaku UMKM menurunkan pembelian bahan baku akibat kenaikan harga sehingga volume produksi mengalami penurunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; curah hujan yang relatif tinggi menyebabkan adanya gagal panen tanaman hortikultura&comma; nelayan terkendala melaut&comma; dan membuat aktivitas harian pertambangan dan konstruksi mengalami hambatan&period; Hampir seluruh komponen penyusun Indeks Bisnis UMKM kuartal III-2022 mengalami penurunan&period; Hal terbesar terjadi pada komponen volume produksi&sol;penjualan dikarenakan berlalunya periode lebaran membuat permintaan kembali ke level normal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Disamping itu&comma; rata-rata harga jual mengalami kenaikan meski tidak setinggi kuartal sebelumnya&comma; mengingat sebagian pelaku UMKM tidak menaikkan harga jual agar volume penjualannya tidak semakin tergerus&period; Dengan volume penjualan yang terbatas dan kenaikan harga jual yang lebih kecil&comma; membuat omset penjualan ikut menurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; dengan harga bahan baku yang meningkat dan penjualan yang melemah&comma; membuat pertumbuhan pemesanan dan persediaan barang input serta persediaan barang menjadi melambat&period; Di tengah tantangan tersebut&comma; komponen investasi usaha tetap meningkat sejalan dengan optimisme perekonomian Indonesia yang diperkirakan akan tetap baik kedepan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dilihat secara sektoral&comma; bisnis UMKM masih mampu tumbuh terbatas&comma; kecuali sektor pertanian&period; Penurunan bisnis UMKM sektor pertanian disebabkan oleh harga barang input yang relatif tinggi dan sulit didapat&comma; adanya serangan penyakit pada ternak dan hama tanaman&comma; faktor cuaca yang kurang kondusif&comma; dan harga beberapa komoditas perkebunan yang menurun seperti karet dan kelapa sawit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; sektor hotel dan restoran mengalami perlambatan pertumbuhan karena tingkat penjualan kembali ke level normal setelah berlalunya periode lebaran serta daya beli masyarakat yang menurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Indeks Ekspektasi dalam Fase Optimistis<br &sol;>&NewLine;Meskipun pertumbuhan bisnis UMKM melambat&comma; namun sebagian besar pelaku UMKM tetap optimistis terhadap kinerja usahanya pada kuartal IV-2022&period; Hal ini dapat dilihat dari indeks ekspektasi bisnis UMKM yang berada di level 126&comma;5 atau dalam fase optimistis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hasil survey ini menyebut efek kenaikan harga BBM bersubsidi cenderung bersifat sementara sehingga pelaku UMKM optimistis bisnisnya dapat lebih ekspansif pada kuartal IV-2022&period; Hal ini ditopang oleh hasil survey Ekspektasi Indeks Sentimen pebisnis UMKM yang tetap berada pada level yang tinggi yaitu 134&comma;6&comma; jauh diatas ambang batas 100&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan bisnis UMKM&comma; maka sentimen pebisnis UMKM terhadap perekonomian dan usaha secara umum juga menurun&comma; namun masih tetap kondusif&period; Hal ini tercermin pada Indeks Sentimen Bisnis &lpar;ISB&rpar; UMKM dari 126&comma;1 pada kuartal II-2022 menjadi 114&comma;6 pada kuartal III-2022&period; Meski begitu&comma; ISB UMKM pada kuartal III-2022 ini masih mampu melewati ambang batas 100&comma;00 sehingga dapat diindikasikan masih kondusif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya penilaian mereka terhadap kondisi ekonomi secara umum&comma; sektor usaha dan usahanya saat ini&comma; seperti terlihat pada Indeks Situasi Sekarang &lpar;ISS&rpar; yang menurun dari level 109&comma;2 menjadi 94&comma;7&period; Pelaku UMKM melihat adanya kenaikan harga BBM bersubsidi yang membuat pertumbuhan bisnis UMKM melambat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait dengan kemampuan pemerintah menjalankan tugas-tugas utamanya&comma; mayoritas pelaku UMKM tetap yakin pemerintah mampu menjalankannya dengan baik&comma; seperti tercermin pada Indeks Kepercayaan pelaku UMKM kepada Pemerintah &lpar;IKP&rpar; yang tetap berada di level yang tinggi&comma; yakni 127&comma;2 pada kuartal-III 2022&period; Pelaku UMKM terutama memberikan penilaian yang tinggi terhadap kemampuan pemerintah menciptakan rasa aman&comma; tentram serta menyediakan dan merawat infrastruktur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebanyak 70&percnt; pelaku UMKM menilai pemerintah memiliki kinerja yang baik dalam menangani pandemi COVID-19&period; Namun&comma; hasil IKP ini menurun dibandingkan kuartal sebelumnya di 133&comma;9&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu kenaikan harga BBM bersubsidi yang menyebabkan peningkatan inflasi dan menahan pertumbuhan bisnis UMKM&comma; namun indeks komponen ini masih cukup baik atau masih jauh di atas ambang batas 100 yaitu 111&comma;4 pada kuartal III-2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya kenaikan harga BBM bersubsidi cenderung memberikan pengaruh terhadap kinerja usaha pelaku UMKM&period; Meskipun cukup banyak &lpar;41&comma;6&percnt;&rpar; pelaku UMKM yang melaporkan harga jual produknya meningkat&comma; namun ada 67&comma;7&percnt; pelaku UMKM yang melaporkan total biaya usahanya meningkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian terdapat 30&comma;3&percnt; yang menyatakan volume produksi atau penjualannya menurun dan 36&comma;1&percnt; menyatakan nilai penjualan menurun&comma; sehingga terdapat 41&comma;2&percnt; pelaku UMKM menyatakan keuntungan usahanya juga menurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut menyebabkan 36&comma;6&percnt; pelaku UMKM menyatakan pendapatan rumah tangganya juga ikut menurun&period; Disamping itu&comma; terdapat 75&comma;4&percnt; pelaku UMKM yang merasakan kenaikan pengeluaran rumah tangga karena adanya kenaikan harga-harga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;UMKM menyediakan lapangan kerja yang tinggi di Indonesia&comma; seperti yang diketahui bahwa UMKM menyerap menyerap kurang lebih 119&comma;6 juta tenaga kerja atau 96&comma;92&percnt; dari total angkatan kerja di Indonesia&period; Dengan memberdayakan dan mendorong UMKM agar terus naik kelas&comma; BRI percaya bahwa langkah tersebut akan membuka lapangan pekerjaan dan mendorong kesejahteraan masyarakat&comma; serta perekonomian Indonesia&comma;” pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Informasi tentang Survei<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI memiliki sampel lebih dari 7&period;090 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi&period; Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified systematic random sampling&comma; sehingga dapat merepresentasikan sektor usaha&comma; propinsi dan skala usaha&period; Survei ini dilakukan oleh BRI Research Institute pada tanggal 27 September – 17 Oktober 2022&period; Wawancara dilakukan melalui telepon dengan pengawasan mutu yang ketat sehingga data yang terkumpul valid dan reliable&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi yang dikumpulkan dalam survei ini adalah persepsi pelaku usaha UMKM terhadap perkembangan dan prospek perekonomian secara umum&comma; sektor usaha responden serta perkembangan dan proyeksi kinerja usaha responden&period; Informasi ini digunakan untuk menyusun Indeks Aktivitas Bisnis &lpar;IAB&rpar;&comma; Indeks Sentimen Bisnis &lpar;ISB&rpar; serta Indeks Kepercayaan Pelaku &lpar;IKP&rpar; usaha UMKM kepada pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Indeks-indeks ini melengkapi indeks serupa yang disusun oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dimana survei-nya dilakukan terhadap pelaku usaha kategori menengah dan besar&period; Disamping itu juga dikumpulkan informasi mengenai kondisi usaha responden untuk keperluan monitoring dan sekaligus menjadi early warning system &lpar;EWS&rpar; terhadap keberlangsungan usaha debitur UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam survei ini responden menjawab sejumlah pertanyaan&comma; dimana untuk setiap pertanyaan responden dapat memberikan jawaban positif &lpar;Lebih Tinggi atau Lebih Baik&rpar;&comma; jawaban negatif &lpar;Lebih Rendah atau Lebih Buruk&rpar;&comma; dan jawaban netral &lpar;Sama Saja atau Tetap&rpar;&period; Indeks difusi dihitung dari selisih persentase jawaban positif dengan persentase jawaban negatif ditambah 100&period; Dalam hal ini jawaban netral diabaikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nilai tengah indeks difusi adalah 100&comma; dan rentang indeks difusi akan berada pada kisaran nol sampai dengan 200&period; Jika semua responden memberikan jawaban negatif&comma; maka indeks difusi akan bernilai nol&period; Dan sebaliknya jika semua responden memberikan jawaban positif&comma; maka indeks difusi akan bernilai 200&period; Indeks difusi diatas 100 menunjukkan bahwa jawaban positif melebihi jawaban negatif&period; Sebaliknya indeks difusi dibawah 100 mengindikasikan jawaban negatif lebih banyak dibandingkan dengan jawaban positif&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version