Site icon savanaparadise.com

Indeks Bisnis UMKM BRI Q2-2022: UMKM Tangguh, Produktivitas Bisnis Semakin Melesat

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk dalam Indeks Bisnis &lpar;IB&rpar; UMKM kuartal II-2022 melihat adanya peningkatan geliat bisnis UMKM&period; Aktivitas bisnis UMKM cenderung meningkat seiring adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang terjadi pada kuartal II-2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan bahwa sejumlah faktor kunci penting yang mendorong pemulihan UMKM&period; Pertama&comma; pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sehingga dapat mendongkrak daya beli masyarakat&period; Kedua&comma; situasi pandemi yang terkendali&period; Ketiga&comma; peningkatan permintaan masyarakat dari momentum Hari Besar Keagamaan Nasional &lpar;HBKN&rpar;&comma; yakni puasa dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan April-Mei 2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka dari itu&comma; hasil Survei Aktivitas Bisnis UMKM menunjukan kenaikan indeks bisnis UMKM dari 104&comma;6 pada kuartal I-2022 menjadi 109&comma;4 pada kuartal II-2022&period; Sebagai informasi&comma; indeks bisnis di atas 100 menunjukan kondisi ekspansi UMKM berada di level optimistis&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Indeks bisnis yang terus meningkat di tahun ini menunjukan kondisi UMKM dapat terus melakukan ekspansi di tengah tren kenaikan inflasi dan berbagai tantangan dinamika ekonomi global lainnya&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagian besar komponen penyusun indeks bisnis UMKM pada kuartal II-2022 menunjukkan kenaikan&period; Komponen rata-rata harga jual mencatat indeks tertinggi dan berada di atas ambang batas 100&comma; sejalan dengan kenaikan permintaan dan kenaikan harga bahan baku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibatnya&comma; survei ini menangkap pelaku UMKM terpaksa harus menaikan harga jual produknya&comma; meski nilai kenaikan tidak sebesar pada kuartal I-2022&period; Kendati demikian&comma; produktivitas pelaku UMKM yang ditinjau dari volume produksi&comma; masih tetap meningkat&comma; sejalan dengan peningkatan permintaan selama HBKN&comma; libur Panjang&comma; serta momentum panen raya tanaman bahan makanan di beberapa sentra produksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; nilai penjualan pelaku UMKM terdampak positif dengan mencatatkan tren kenaikan yang signifikan&period; Hal ini membuat pelaku UMKM meningkatkan persediaan bahan baku dan barang jadi untuk mengantisipasi kenaikan volume produksi dan penjualan&period; Investasi juga meningkat sejalan dengan prospek perekonomian yang diperkirakan akan semakin pulih kedepan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati begitu&comma; kondisi kelangkaan ini sebetulnya telah membaik dibandingkan kuartal sebelumnya&period; Mengambil contoh&comma; sebanyak 97&comma;1&percnt; pelaku UMKM yang menggunakan minyak goreng sebagai bahan baku menyatakan mengalami kenaikan harga yang tinggi dan 73&comma;7&percnt; menyatakan mengalami kelangkaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada survei kuartal II-2022 persentase responden yang menyatakan mengalami kenaikan harga yang tinggi menurun signifikan menjadi 67&comma;5&percnt;&comma; begitu juga yang menyatakan mengalami kelangkaan menurun drastis menjadi 38&comma;5&percnt;&period; Gambaran ini hampir sama pada komoditas lainnya&comma; seperti&colon; tepung terigu&comma; kedelai&comma; jagung&comma; dan bahan bakar gas yaitu kelangkaan berkurang dan tekanan kenaikan harga menurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dilihat dari aspek sektoral&comma; sektor konstruksi memiliki indeks tertinggi dan meningkat dari kuartal sebelumnya&period; Hal ini terjadi lantaran masyarakat cenderung melakukan kegiatan renovasi atau pembangunan rumah untuk menyambut HBKN sekaligus mengantisipasi musim penghujan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; hanya sektor pertanian yang diketahui mengalami penurunan indeks bisnis pada kuartal II-2022&period; sektor pertanian turun dari 104&comma;2 &lpar;Q1-2022&rpar; menjadi 98&comma;7 &lpar;Q2-2022&rpar;&comma; akibat menurunnya harga jual hasil pertanian seperti gabah dan hasil perkebunan seperti kelapa sawit&comma; kopi&comma; coklat sehingga menggerus nilai penjualan&period; Kondisi ini diperburuk oleh kenaikan harga pupuk dan obat-obatan dan disertai pula dengan kelangkaan di beberapa daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ke depan&comma; sebagian besar pelaku UMKM memperkirakan kinerja usahanya akan semakin membaik&comma; seperti tercermin pada level Ekspektasi IB UMKM yang tetap berada di level yang tinggi 128&comma;3&period; Ekspektasi IB UMKM yang tinggi pada kuartal II-2022 ini&comma; menggambarkan tetap terjaganya optimisme pelaku UMKM menyongsong kuartal III-2022&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor&comma; antara lain perekonomian yang diproyeksikan akan semakin pulih&comma; Pandemi Covid-19 yang tetap terkendali&comma; serta mulai meredanya kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku yang tinggi&comma; menyusul gangguan rantai pasok yang berangsur pulih&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Kondisi Ekonomi Membaik<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pelaku UMKM yang menjadi responden juga mengaku kondisi ekonomi dan bisnis pada kuartal II-2022 semakin membaik bila dibandingkan kuartal sebelumnya&period; Kondisi ini tercermin dari Indeks Sentimen Bisnis &lpar;ISB&rpar; pelaku UMKM kuartal II-2022 yang naik ke level 126&comma;1 dari level 121&comma;5 pada kuartal I-2022&period; Ke depan&comma; sentimen bisnis UMKM tetap positif dan tinggi seperti tercermin pada Indeks Ekspektasi ISB yang tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>ISB disusun dari dua komponen&comma; yakni Indeks Situasi Sekarang &lpar;ISS&rpar; dan Indeks Ekspektasi &lpar;IE&rpar; tetap stabil pada kuartal II-2022 ini&period;  Indeks Situasi Sekarang &lpar;ISS&rpar; naik signifikan dari 100&comma;0 menjadi 109&comma;2 dan Indeks Ekspektasi &lpar;IE&rpar; yang stabil pada level 142&comma;9 dari level 143&comma;0 pada survei kuartal sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peningkatan ISS terutama dipicu oleh pemulihan ekonomi yang terus berlangsung dan kondisi pandemi covid-19 yang terkendali&comma; meredanya kelangkaan dan kenaikan harga bahan input di sebagian sektor&comma; serta peningkatan aktivitas usaha nasabah&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Secara umum pelaku UMKM memperkirakan kondisi perekonomian dan bisnis secara umum masih akan mengalami perbaikan ke depan&comma;” ungkap Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di samping itu&comma; pelaku UMKM menilai peran serta pemerintah dalam meningkatkan aktivitas bisnis mengalami peningkatan&period; Hal ini tercermin pada Indeks Kepercayaan pelaku UMKM kepada Pemerintah &lpar;IKP&rpar; yang jauh di atas ambang batas 100 dan meningkat dari 128&comma;9 pada kuartal I-2022 menjadi 133&comma;9 pada kuartal-II 2022&period;&lpar;AP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version