Site icon savanaparadise.com

In Memoriam- Sang Bintang Dari Timur Telah Pergi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; center&semi;"><em><strong>Oleh&colon; Vinsensius Sangu &lpar;<&sol;strong><&sol;em><em><strong>Ketua DPC GMNI Cabang Ende Periode 2007-2009&rpar;<&sol;strong><&sol;em><&sol;p>&NewLine;<p>Saya mengenal Bung Wempy Hadir &lpar;WH&rpar; saat Bersama di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia &lpar;GMNI&rpar; Cabang Ende&period; Pendidikan SD dan SMP diselesaikannya di Kabupaten Manggarai&period; Sedangkan SMA dan Diplomanya di Kabupaten Ende&comma; Flores – NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Beliau masuk GMNI tahun 2005 melalui Komisariat Akademik Bahasa Asing &lpar;ABA&rpar; St&period; Marry Ende&period; Sebagai organisasi perjuangan dan pengkaderan&comma; Bung WH diberikan tugas dan tanggung jawab dari organisasi diantaranya menjadi koordinator lapangan saat menggelar aksi damai&comma; mewakili GMNI menghadiri acara – acara resmi yang diundang&comma; dan menjadi ketua panitia pelaksana pada seminar nasional dengan tema &OpenCurlyQuote;Bung Karno&comma; Ende dan Pancasila &colon; Sejarah Yang Terlupakan’&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Seminar ini diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2007 sebagai langkah politis GMNI Cabang Ende untuk mendorong negara menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari Lahir Pancasila dan di Kabupaten Ende sendiri diperingati khusus sebagai hari bersejarah&period; Seminar ini menghadirkan narasumber dari tingkat nasional yakni&comma; staf Ahli Menpora Pak Viktus Murin&comma; Gubernur Provinsi NTT Pak Frans Lebu Raya&comma; Wakil Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez dan para narasumber lokal di kabupaten Ende&comma; yang kredibel dan terpercaya terutama tentang sejarah panjang Bung Karno selama menjalani masa pengasingan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda di Ende pada tahun 1934 – 1938&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagaimana sejarah yang tak terungkap&comma; Bung Karno saat kunjungan perdanaya sebagai Presiden Republik Indonesia ke Ende&comma; Flores – NTT pada tahun 1952&comma; dihadapan ribuan rakyat Flores yang menyambutnya&comma; Bung Karno mengakui Konsepsi dasar negara Indonesia merdeka yakni Pancasila&comma; beliau matangkan di Ende&comma; dibawah pohon sukun &lpar;yang kini telah menjadi situs sejarah&rpar; dan diungkapkan pertama kali pada tanggal 1 Juni 1945&comma; di depan sidang dokuritsu Zyunbi Tyoosakai &lpar;Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia – BPUPKI&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Bagi GMNI&comma; Ende adalah embrio dan Jakarta adalah rumah sakit&comma; tempat dilahirkannya Pancasila&comma; dan Bung Karno adalah Ibu sekaligus sebagai dokter yang menghadirkan Pancasila ke tengah dunia&comma; untuk Indonesia Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain menjalani tugas rutin organisatoris&comma; bung WH juga dipercayakan menangani tugas-tugas lain yang strategis&comma; kalau aktivitas itu bersinergi dengan GMNI&comma; salah satunya adalah kegiatan penelitian atau survey baik terhadap kepuasan kebijakan publik maupun survey untuk mengetahui tingkat elektabilitas politik untuk partai politik dan kandidat di mata publik&period; Lembaga Survey Indonesia&comma; Lingkaran Survey Indonesia&comma; Losta Instsitue Survey&comma; Syaiful Mujani Institute adalah lembaga-lembaga survey yang akrab dengan GMNI NTT dan menjadi tempat bagi bung WH belajar sekaligus merangsang jiwanya menjadi peneliti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dan sekali lagi&comma; setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada Bung WH&comma; beliau selalu tunaikan dengan sempurna&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Uang dan materi bukanlah tujuan utama tapi bagaimana kita bisa belajar dan meningkatkan kapasitas setiap kesempatan dan kepercayaan itu datang menghampiri kita” ujar WH saat diskusi santai disuatu kesempatan&comma; usai tunaikan tugas survey&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Potensi sumber daya manusia dan kepemimpinan pada diri Bung WH telah nampak pada radar senior-seniornya&period; karena itu beliau salah satu kader yang dipersiapkan oleh GMNI Cabang Ende untuk melanjutkan tugas-tugas organisasi terutama dipersiapkan menjadi Ketua DPC GMNI Cabang Ende dan dipersiapkan pula masuk jajaran Presidium GMNI pusat di Ibu kota Negara&comma; Jakarta&period; Begitulah mimpi kami saat itu tentang bung WH&period; Namun impian kami ini sempat membuat kami kecewa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dipertengahan tahun 2008&comma; Bung WH memutuskan untuk hijrah ke Ibu Kota Negara&comma; melanjutkan pendidikan S1 dan mencari kerja demi membiayai pendidikan bagi adik-adiknya&period; Alasan yang logis&comma; rasional dan tak terbantahkan&period; Kami pun mengamini akan sikap yang diambilnya&period; Sebagai senior&comma; kami terus mengikuti gerak langkah Bung WH melalui komunikasi&comma; karena kami sungguh percaya&comma; bung WH memiliki potensi yang luar biasa akan mampu menjadi pemimpin dan dapat duduk sejajar dengan para pemimpin&comma; pemikir&comma; dan pejuang demokrasi lainnya di tanah air&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kongres GMNI di Kinasih Bogor pada tahun 2009&comma; tanpa sepengetahuan Bung WH&comma; DPC GMNI Cabang Ende mempersiapkan beliau untuk masuk jajaran Presidium GMNI periode 2009 – 2011&comma; namun ketika beliau tau akan rencana kami ini&comma; buru-buru beliau meminta kami mengurungkan niat ini&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Maaf senior&comma; saya belum layak masuk Presidium&period; Saya bukan dari Ketua Cabang &lpar;Ketua DPC GMNI&rpar;&period; Kapasitas &lpar;SDM&rpar; saya lemah&period; Saya belum selesai studi S1 dan saya juga punya kerjaan untuk membiayai hidup saya dan adik-adik” demikian penjelasan bung WH&period; Terjadilah diskusi yang alot dan panjang untuk meyakinkan bung WH agar berkenan menerima kepercayaan organisasi&comma; menjadikan beliau masuk jajaran pengurus Presidium GMNI Pusat&period; Tapi bung WH tetap pada sikapnya&comma; belum bersedia masuk Presidium GMNI&period; Dan kami menghormatinya walaupun kecewa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tidak ingin dikecewakan lagi oleh Bung WH&comma; maka sebelum Gong Kongres GMNI di Balikpapan – Kalimantan Timur tahun 2011 ditabuh&comma; kami sudah lebih dahulu membangun komunikasi dengan Bung WH untuk sekali lagi mendorongnya masuk jajaran Presidium GMNI Pusat&period; Bung WH menjawab komunikasi kami &OpenCurlyDoubleQuote;Ijin senior&comma; saya mau fokus kerja dan mau menikah&period; Maaf senior&comma; mohon carikan kader yang lain saja untuk masuk Presidium GMNI Pusat”&period;  Bung WH pun menyodorkan beberapa nama kader GMNI Cabang Ende yang menurutnya layak didorong masuk jajaran Presidium periode 2011 – 2013&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedikitpun kami tidak bergeming dengan alasan dan nama-nama pengganti yang disodorkan oleh bung WH&period; Tekad kami bulat&comma; bung WH harus masuk Presidium GMNI Pusat sekalipun hanya tempel nama&comma; asal dalam lembaran sejarah GMNI&comma; ada kader dari GMNI Cabang Ende yang masuk jajaran Presidium GMNI Pusat&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Ingat Bung&excl; Dipundak mu&comma; harapan dan cita-cita GMNI Cabang Ende diletakkan&period; Kamu bukan sekedar Wempy Hadir&comma; tapi kamu adalah jalan untuk generasi Marhaenis dan jembatan untuk kaum Marhaen Flores&excl;” tegasku pada bung WH&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Beliau tak membantah&comma; Kongres tetap berjalan&period; Sampai acara kongres selesai&comma; Bung WH tidak menampakkan wajahnya di arena Kongres&period; Namun sikap kami bulat&comma; atas seijin kawan – kawan utusan DPD dan DPC GMNI se-NTT&comma; nama Bung WH juga diusulkan masuk dalam 13 Nama jajaran Presidium GMNI Periode 2011 – 2013&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Siap senior&comma; adik laksanakan tanggung jawab dan kepercayaan yang berikan&period;” Kata Bung WH beberapa saat menjelang pengukuhan Presidium GMNI&period; Bangga mendenggar jawaban kader yang siap – setia menjalankan tugas organisasi&period; Berani meninggalkan zona nyaman dan masuk pada medan baru&comma; untuk menjalani tugas perutusan yang besar dan penuh tantangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai saudara dan sahabat&comma; kami terus mengikuti perkembangan Bung WH&period; Mengingat&comma; beliau lulusan D2 dari kampus di kampung&comma; berbekal pendidikan S1 yang barusan diraihnya&comma; dikuatirkan sulit berdinamika dalam tugas-tugas mulia organisasi&comma; karena itu kami pun mendorongnya untuk melanjutkan studi ke jenjang strata dua&period; Bung WH pun dengan mantap menjawab cita-citanya melanjutkan studi sudah bulat&comma; Universitas Indonesia adalah targetnya menjadi kampus untuk dia lanjutkan studinya&period; Saya pun memancingnya dalam nada canda&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Bung Karno itu&comma; Dinamika&comma; Dialektika dan Romantika jalan beriringan&comma; bagaimanakah dengan perkembangan ibu kota negara&quest;”&period; Bung WH tahu arah pertanyaan saya&comma; dan menjawab  &OpenCurlyDoubleQuote;Cinta mudah di dapat tetapi cita-cita itu butuh perjuangan&period; Saya sudah memutuskan berhenti bekerja&comma; tunda menikah dan fokus jalankan tugas perutusan mengurus GMNI bang”&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jawaban yang bikin haru sekaligus bangga&period; Terharu karena Bung WH mau meninggalkan zona nyaman dan siap menerima risiko yang bakal dihadapinya serta bangga dengan sikapnya yang siap menjalankan tugas dan tanggungjawab organisasi dengan sepenuh hati&period; Terakhir&comma; saya mendapatkan kabar&comma; sang kekasih hati yang lama dibinanya batal dinikahinya&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Organisasi jauh lebih penting bang&comma; dari pada pacar” jelas bung WH suatu ketika melalui saluran telpon&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kongres GMNI di Blitar 2013 silam&comma; Bung WH kembali dipercayakan masuk dalam jajaran Presidium GMNI periode 2013-2015&period; Bagi kami sahabat-sahabatnya&comma; kembali masuknya Bung WH dalam jajaran pengurus Presidium hasil kongres Blitar 2013&comma; menunjukan kualitas Bung WH tidak diragukan dan mampu menjalankan tugas-tugas organisasi bersama kawan juang lainnya yang juga masuk dalam kepegurusan Presidium GMNI&period; Kader yang lahir dan besar dari kampung&comma; merintis jalan pendidikan dasar hingga pendidikan diploma&comma; memulai mengenal dan berdinamika didunia aktivis dari kampung&comma; tidak membuat Bung WH redup kala bersama kawan-kawan juang di Ibu Kota Negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bersama lembaga peneliti ternama&comma; Bung WH tampil mengisi ruang dan waktu baik sebagai Moderator&comma; Fasilitator maupun Narasumber&period; Kini&comma; langkahnya makin teguh menjadi peneliti sekaligus sebagai pengamat politik&period; Gagasan-gagasan bernas&comma; ide-ide brilian&comma; yang sistematis&comma; terukur&comma; dan berlandaskan pada teori-teori dan keilmuan&comma; berbasiskan kajian dan data-data&comma; meyakinkan kami bahwa Bung WH adalah seorang pemikir dan pejuang demokrasi yang tangguh dan berkarakter&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya ingin punya lembaga peneliti sendiri bang”&period; Kata WH saat berdiskusi ringan di Jakarta pada Awal Oktober 2019 silam&period; Sebagai sahabat dan seniornya&comma; saya memberikan dukungan untuk Ia wujudkan cita-citanya mendirikan Lembaga riset sendiri&comma; untuk dia aktualisasikan kemampuan dirinya dan mewujudkan cita-cita luhur akan ideologi yang dianutinya dalam membela kaum lemah dan memajukan demokratisasi&comma; tentu lembaga penelitian dan menjadi pengamat politik adalah alat perjuangan yang tepat baginya melanjutkan titah perjuangannya sebagai seorang aktivis yang berkarakter Marhaenis ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ijin Bang&comma; saya sudah punya lembaga survey sendiri&comma; namanya SurveyLink Indonesia &lpar;SULINDO&rpar; dan saya sebagai Direktur Eksekutifnya Bang”&period; demikian isi Whatsapp Bung WH yang masuk di HP saya&comma; di awal Juni 2021&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tekun jalaninya&comma; jaga independensi&comma; integritas dan profesionalisme baik diri sendiri&comma; tim kerja maupun lembaga yaaaa” balasku melalui Whatsapp kepada Bung WH&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sekalipun nama Bung WH sudah menghiasi layar kaca televisi nasional&comma; memenuhi media-media ternama&comma; menjadi perbincangan banyak orang&comma; singkat kata Bung WH telah menjadi orang penting di ibu kota Negara – itu biasa kami menyapanya&comma; namun Ia tetap ingat akan akar dan tempat dimana ada tapak-tapak ziarah hidupnya dilalui&period; Entah itu teman bermain waktu kecil&comma; entah itu teman sekolah&comma; entah itu teman perjuangan waktu aktivis mahasiswa&comma; entah itu sahabat – kenalan&comma; bung WH selalu menyapa dan bahkan selalu Ia tanyakan kepada kami saat bertemu dan berdiskusi santai&period; Bung WH adalah sosok yang sangat rendah hati&comma; santun&comma; dan tidak lupa akan sahabat dan kenalan yang pernah bersamanya baik dalam untung maupun malang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>kesempatan terakhir bertemu Bung WH adalah Januari 2021&period; Banyak hal kami diskusikan&period; Mulai dari organisasi GMNI&comma; urusan politik&comma; pendidikan&comma; ekonomi&comma; sosial&comma; budaya&comma; riset dan bahkan agenda-agenda pribadi kami sebagai kakak-beradik&comma; dan saudara satu nafas ideologi kami bahas&period; Ide dan gagasan begitu mengalir dan muncul pada obrolan itu&period; Tapi bila masuk pada tema-tema spesifik&comma; saya menjadi mahasiswanya untuk mendengarkan uraiannya&period; Saya sungguh mengaguminya yang begitu luar biasa dalam loncatan pencapaian kapasitas intelektualnya&period; Saya percaya&comma; Bung WH menjadi salah satu tokoh intelektual masa depan pertiwi yang lahir dari negeri Flores&period; Tak kunjung habis&comma; saya mendapat tempat istimewah bagi Bung WH&period; Selalu diberikan hadiah buku-buku baru dan buku-buku yang saya butuhkan&period; Baik yang diberikan langsung maupun dikirimkan kepada saya di Ende – Flores melalui agen pengiriman yang ada&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini bang buku tulisan sahabat dekat saya sendiri&period; Dia orang muda yang cerdas&period; Saya banyak belajar dari beliau&period; Saat ini sedang melanjutkan pendidikan Doktornya di Negeri Rusia”&period; Bung WH memperkenalkan sosok orang yang belum saya jumpai dan menyerahkan buku berjudul &OpenCurlyQuote;RESTORASI Rekonstruksi Menuju Keberadaan Politik’ tulisan Eduardus Lemanto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak sadar waktu sudah larut malam&comma; kami harus bergegas mencari rumah makan – cukup untuk mengisi ruang tengah&period; Rumah makan favorit kami adalah lesean di pinggir jalan&period; Menu ikan lele&comma; telur dan tahu menjadi sajian istimewa ala kami anak Marhaen&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Prinsip hidup ini bang&comma; Uang bukan menjadi tujuan utama&period; Teguh pada Idealisme&comma; kokoh pada ideologi dan jelas warnamu apa&quest; Saya adalah Nasionalis&period; Kita harus bisa menjadi bagian dari sejarah walaupun kecil kadarnya dan hidup ini harus bermakna bagi yang orang lain” ujar bung WH&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagaikan petir di siang bolong&excl; Jumat 23 Juli 2021&comma; pukul 20&period;16 wita&comma; sebuah pesan whatsapp masuk di Grup Alumni GMNI Flores dari abang Sakri &lpar;Klementinus Rahmat Pedu Sakri – Presidium GMNI tahun 1999 – 2002&rpar; menanyakan kabar pada semua anggota Grup dan mengirimkan foto hasil screenshoot dari halaman Facebook akun bernama Unchu Lalon’k yang berisikan foto Bung WH disertai kalimat &OpenCurlyDoubleQuote;Selamat Jalan Kae Momang…Rip kae Wempy Hadir…”&period; Dan informasi yang dibagikan Senior Sakri ini&comma; dibenarkan oleh kawan – kawan yang ada di kota Ruteng&period; Bung WH menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Ben Mboy Ruteng&comma; Flores – NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagi kami&comma; Bung WH dikenal sebagai sosok yang cerdas&comma; santun&comma; rendah hati&comma; tulus dan sangat bertanggung jawab setiap tugas yang dipercayakan kepadanya&period; Ia adalah anak muda yang energi dan pejuang tangguh&comma; tak kenal lelah berjuang membela kaum lemah dan ikut menegakkan demokrasi dibawah panji suci Marhaenisme&period; Sang bintang dari Timur itu telah pergi selamanya&period; Tuhan&comma; terlalu cepat Engkau memanggil dia&excl; Kami sungguh kehilangannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia adalah obor sekaligus matahari bagi kami&period; Berilah istirhat kekal – abadi bagi jiwanya di rumah keabadianMu di surga&period; Selamat jalan adik&comma; selamat jalan sahabat Juang&comma; selamat jalan kader&comma; jagalah dan dampingilah selalu kami semua yang masih berziarah di dunia fana ini&comma; untuk terus berkarya dan mewujudkan cita-cita suci Revolusi 17 Agustus 1945&period; Selamat berpisah – sampai jumpa dirumah Bapa di Surga&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Merdeka&&num;8230&semi;&excl;&excl;&excl;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version