Site icon savanaparadise.com

Ibu-ibu di Ende Nekad Demo Persoalkan Data Penerima Bansos

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Semenjak di Launchingnya Bantuan Sosial Tunai &lpar;BST&rpar; di Kabupaten Ende&comma; banyak polemik muncul ditengah Masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Munculnya polemik ini dilatarbelakangi karena data penerima BST bagi warga di Kabupaten tidak terferivikasi secara baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; data BST yang dikirim oleh Kantor PT Pos dan Bank&comma; list nama-nama penerima BST tidak hanya KK yang betul-betul terdampak Covid-19 yang sudah pindah ke daerah lain ataupun yang sudah meninggal namanya tetap terdaftar didalam sebagai penerima BST&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kejanggalan-kejanggalan yang terjadi inilah menuntut puluhan Ibu-ibu dari dua kelurahan yang berbeda&comma; yaitu Kelurahan Mautapaga dan Kelurahan Roworena Kabupaten Ende-NTT nekad demo dikantor Dinas Sosial Kabupaten Ende&comma; Pada Selasa&comma; &lpar;12&sol;5&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aksi Demo didominasi oleh Ibu-ibu ini ingin mempersolkan tentang mengapa mereka yang sudah meninggal masih terdata sebagai penerima BST&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan mereka yang masih hidup tidak terdata sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai &lpar;BST&rpar;&comma; padahal mereka juga sama terdampak Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ungkapan kekecewaan ini disampaikan Jenap Nga&&num;8217&semi;a disela-sela aksi demo itu berlangsung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kedatangan kami hari ini mau menanyakan tentang data penerima BTS&comma; mengapa mereka yang meninggal masih terdata dan terdaftar dalam penerima BST&&num;8221&semi; Ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan pihaknya juga pernah menyetorkan data itu ke RT dan Kelurahan tapi&comma; kenapa yang muncul bukan nama kami&comma; padahal sudah sekian lama kami tinggal dikelurahan Roworena&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga mempertanyakan dimana rasa keadilan kita sebagai sesama anak bangsa&quest;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jangan pilih kasih dong dalam memberikan bantuan&comma; kan kita juga sama masyarakat yang terdampak Covid-19&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal senada juga disampaikan Yufenta Mei RT 34&comma; RW 17 Kelurahan Mautapaga kepada media ini&comma; Ia mengatakan bahwa tujuan kehadiran kami hanya mau minta keadilan dari Pemerintah Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menilai data warga penerima BTS semuanya fiktif dan tidak benar&comma; karenanya kami datang kesini untuk minta klarifikasi dari Dinas Sosial Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Data penerima BTS itu semuanya fiktif&comma; tidak akurat&comma; makanya hari ini kami semua ini datang untuk meminta klarifikasi dari dinas&&num;8221&semi; tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahkan Yufenta pernah mengadukan hal tersebut ke RT&comma; namun sampai di Ketua RT&comma; Ketua RT mengarahkan kami untuk bertemu dengan Pemerintah Kelurahan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Terus kami ke kantor kelurahan untuk mempertanyakan nasib kami kepada Pemerintah Kelurahan&comma; bahkan Pemerintah Kelurahan menyuruh kami untuk bertemu langsung dengan Kadis Dinsos&comma; dan hari kami datang kesini&comma;&&num;8221&semi; Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena tidak direspon oleh Kadis Sosial&comma; puluhan pendemo ini&comma; akhirnya menuju ke Kantor DPRD Ende untuk menyalurkan aspirasi mereka dihadapan Wakil Rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mereka kemudian disambut oleh beberapa Anggota Dewan yang juga disaksikan oleh rekan-rekan media lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah mendengar keluhan dari warga&comma; Ketua Komisi II DPRD Ende&comma;  Yulius Cesar Nonga selaku pimpinan rapat&comma; sebelum memulai rapat&comma; Ia memintah agar pihak sekretariat DPRD Ende untuk menghadirkan pejabat dari Dinas Sosial agar bersama-sama untuk mendengarkan keluhan warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yulius Cesar Nonga juga memberikan garansi kepada pendemo bahwa sebagai wakil rakyat tentunya akan melanjutkan aspirasi dari Ibu-ibu semua kepada Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita sebagai wakil rakyat akan melanjutkan aspirasi dari Ibu-ibu semua kepada Pemerintah&&num;8221&semi;&comma; Katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yulius menambahkan&comma; DPR akan bersama-sama masyarakat dengan masyarakat dan memastikan bahwa aspirasi masyarakat harus terjawab&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen Sangu selaku Ketua Komisi III juga mengatakan bahwa Komisi tiga juga baru-baru ini menggelar Rapat Dengar Pendapat &lpar;RDP&rpar; dengan beberapa Dinas dan salah satu adalah Dinas Sosial&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai mitra kerja kami meminta kepada Dinsos untuk betul-betul melakukan Verifikasi dan validasi data penerima Bansos agar tidak terjadi riak-riak yang tidak kita inginkan&comma; seperti hari ini&&num;8221&semi;&comma; Katanya<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen menambahkan&comma; karena itu kita mendorong agar Dinsos segera memperbaharui lagi data-data agar Bansos ini tepat sasaran&period; Sebab&comma; bukan hanya pedagang sayur&comma; sopir&comma; ojek&comma; yang kita prioritaskan tapi mereka yang menyandang status sosial lainnya &lpar;difabel&rpar; juga perlu kita perhatikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen mengatakan DPRD mendesak agar pemerintah juga mengakomodir mereka-mereka ini dsn segera memperbaiki kembali data-data salah&comma; agar tidak terjadi riak-riak lagi dikemudian hari<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen juga mengingatkan agar Pemerintah ditingkat bawah tidak boleh sebagai pajangan sturuktur birokrasi semata&period; Semestinya mereka lebih berkontribusi banyak untuk masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anggota DPRD lainnya&comma; Don Bosko Rega mengatakan data merupakan hal yang krusial dan perlukan diperhatikan secara seksama&comma; agar tidak menimbulkan konflik sosial baru ditengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sehingga perlu ada perhatian serius dari Pemerintah&comma; dan terimakasih buat Ibu-ibu semua yang sudah mengingatkan kami sebagai wakil rakyat&comma; nanti aspirasi Ibu-ibu akan kami teruskan ke Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan pantuan media SP&comma; hingga hearing usai antara pendemo dengan anggota DPRD Ende&comma;  pihak Dinas Sosial tidak hadir&comma; baru sesudahnya ada kabar bahwa pihak Dinsos ada rapat mendadak dengan Bupati Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version