Site icon savanaparadise.com

Iban Medah Pastikan Kembali Bertarung Di Pilgub NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;medah&period;jpg" alt&equals;"medah" width&equals;"640" height&equals;"480" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-221383" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Senator&sol;Anggota DPD RI asal Provinsi NTT&comma; Drs&period; Ibrahim Agustinus Medah menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung dalam ajang pemilihan gubernur NTT pada tahun 2018 mendatang&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Politisi senior NTT yang kini menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT itu bertekad maju menggantikan Frans Lebu Raya untuk mengatasi berbagai persoalan dasar masyarakat NTT terutama ketesediaan air yang memadi untuk kebutuhan manusia&comma; ternak dan pertanian&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Mantan Ketua DPRD Provinsi NTT itu menyatakan kesediaanya untuk maju kembali bertarung dalam Pemilihan Gubernur NTT mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rilis yang diterima Savanaparadise&period;com&comma; Senin&comma; 20&sol;06&comma; Medah mengatakan kesiapannya maju Gubernur ketika ketika membawakan materi dalam acara seminar Perayaan Ulang Tahun Persekutuan Doa Sinode Gereja Masehi Injili di Timor &lpar;GMIT&rpar; di Gereja Efata Soe&comma; Kabupaten Timor Tengah Selatan &lpar;TTS&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah pada kesempatan itu mengatakan&comma; persoalan mendasar di NTT adalah air&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Hari ini kita di Kabupaten TTS maka mari kita bicara soal ternak dan pertanian&period; Jika bicara dua aspek ini maka salah satu kunci utamanya adalah air&period; Kita sering bilang hujan kurang&comma; nah jika demikian maka kita sedang salahkan Tuhan&comma; dan itu tidak boleh&period; Bagaimana cara mengatasinya&comma; itu tanggungjawab pemerintah&comma; &OpenCurlyDoubleQuote; kata dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikataknnya&comma; dari gubernur ke gubernur dan dari bupati ke bupati&comma; persoalan air belum bisa teratasi&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya mau berterus terang menyampaikan bahwa saya mau maju menjadi gubernur NTT untuk mengtasi masalah-masalah mendasar masyarakat yang salah satunya adalah air&comma;” kata Medah di hadapan sekitar 600 orang peserta seminar yang merupakan Ketua Majelis Klasis&comma; serta Tim Persekutuan Doa Sinode GMIT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah menjelaskan&comma; selama ini pemerintah provinsi dan kabupaten kota di NTT hanya &OpenCurlyDoubleQuote;tadah” tangan kepada pemerintah pusat untuk memeinta proyek air&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau saya gubernurnya&comma; saya katakan pemerintah pusat boleh membantu tetapi tiap pemerintah daerah termasuk provinsi wajib hukumnya memuat dalam APBDnya 5 persen untuk membuat air&period; Dan jika demikian maka saya sudah hitung ada sekitar Rp 1 triliun per tahun khsus untuk air&period; Memang dana itu bukan dipegang oleh Gubernur tetapi ada di masing-masing kabupaten dn kota&period; Dan&comma; jika ada 1 triliun setiap tahun untuk air&comma; maka kita pasti akan berbuat banyak mulai embung-embung&comma; cekdam&comma; sumur bor&comma; dan irigasi&period; Masalah air di NTT harus segera dipecahkan&period; Kalau kita tetap tinggal dan santai seperti sekarang ini saja maka kita akan tetap mempersalahkan Tuhan karena air&comma; dan itu tidak boleh&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mantan Bupati Kupang dua periode ini menambahkan&comma; iklim panas yang panjang di NTT ini yang berbeda dengan daerah lain&comma; merupakan anugerah Tuhan yang menjadikan NTT memiliki keungguualn komparatif&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saat ini tergantung siapa yang memimpin NTT dimasa mendatang&comma; apakah mampu mengatasi masalah air di NTT&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Medah juga menjelaskan&comma; setelah dana 1 triliun untuk air itu tersedia maka tidak boleh diproyekan&comma; tetapi dipakai untuk membeli alat berat exafator&comma; buldoser&comma; alat sumur bor atau alat berat lainnya&period; Bagaimana mengopersikannya&comma; menurut Medah&comma; setiap desa saat ini punya dana Desa dan dana itu dijoin dengan Pemerintah Desa bahwa disishkan 5 persen untuk membelanjakan bahan bakar untuk memngoeprasikan alat berat&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Jkia demikian maka dalam tempo satu tahun&comma; Desa bisa membuat banyak cek dam&comma; embung-embung&comma; dan bisa membuat sumur bor&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan Medah&comma; pihaknya sedang mengembangkan bibit ubi yang menurut dia sebagai salah satu komoditi yang berkontribusi untuk mengantisipasi rawan pangan namun masih ada banyak komodiri yang mampu meningkatkan nilai ekonomis masyarakat&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Semisal Pala&comma; Kopi&comma; Cengkeh dan lainnya yang saat ini saya sedang menjajaki pasarnya&comma; sehingga kita kembangkan secara besar-besaran untuk dibagikan kepada masyarakat&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Panitia Perayaan Ulang Tahun Persekutuan Doa Sinode Gereja Masehi Injili di Timor &lpar;GMIT&rpar; Marthen Saekoko saat itu mengatakan&comma; jemaat sangat termotifasi dengan paparan yang disampaikan oleh Senator Ibrahim Agustinus Medah untuk memajukan ekonomi jemaat&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kami sangat berterimaksih karena meski dalam kesibukannya yang padat sebagai Senator&comma; Pak Iban Medah masih meluangkan waktu untuk memenuhi undangan kami dan bersedia memberikan materi&period; Saya yakin seluruh jemaat akan mendukung program penanaman ubi ungu yang sementara dikembangkan oleh Bapak Iban Medah&comma;” ujar Saekoko&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version