<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>
<hr />
<figure id="attachment_286762" aria-describedby="caption-attachment-286762" style="width: 4208px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.savanaparadise.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG_20171013_103736_HDR-1.jpg"><img class="size-full wp-image-286762" src="http://www.savanaparadise.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG_20171013_103736_HDR-1.jpg" alt="" width="4208" height="2368" /></a><figcaption id="caption-attachment-286762" class="wp-caption-text">Petrus Blegur ketika bertemu anggota DPRD NTT</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Kupang, <a href="http://Savanaparadise.com">Savanaparadise.com</a>,- Ikatan Guru-Guru SMA/SMK se Kota Kupang mengeluhkan hak uang makan makan yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT. juru bicara Ikatan Guru-Guru SMA/SMK se Kota Kupang, Petrus Blegur menyampaikan hal itu kepada anggota DPRD NTT, Jumad, 13/10.</p>
<p dir="ltr">Blegur yang merupakan Guru SMKN 2 Kota Kupang ini mengatakan hak uang makan sudah dibayarkan selama 10 bulan. tunjangan uang makan itu kata bervariasi berdasarkan golongan.</p>
<p dir="ltr">&#8221; bahkan sudah ada penambahan tunjangan uang makan sebanyak 5000 per hari. hak-hak kami ini dikemanakan,&#8221; kata Blegur dihadapan anggota DRPD NTT, Kardinad Kalelena.</p><div class="ad-middle"><p class="ad-title">ADVERTISEMENT</p><div class="ad-content"><div class="ad-content-a"><div class="ad-content-b"><div class="ad-content-c"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8882367248828292"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- header 970 x 250 -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:inline-block;width:970px;height:250px"
 data-ad-client="ca-pub-8882367248828292"
 data-ad-slot="6008007437"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div></div></div><p class="scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT</p></div>
<p dir="ltr">Blegur mengatakan keterlambatan itu baru terjadi setelah ada pengalihan guru-guru dari kabupaten/kota ke Provinsi.</p>
<p dir="ltr">&#8221; kami sudah ketemu kepala dinas pendidikan untuk mengeluhkan hak-hak kami. tapi dari dinas mengatakan belum disertakan dalam pengalihan. makanya kami datang ke DPRD NTT,&#8221; kata Blegur.</p>
<p dir="ltr">Blegur mempertanyakan ke DPRD NTT, uang tunjangan guru-guru dikemanakan. keterlambatan pembayaran tersebut kata Blegur menimbulkan keresahan dikalangan guru-guru.</p>
<p dir="ltr">Kardinad Kalelena pada kesempatan itu meminta guru-guru untuk membuat kronologis agar bisa diagendakan untuk pertemuan dengan dinas pendidikan. (SP)
</p>
