Site icon savanaparadise.com

Gubernur NTT Tunda Festival Pariwisata dan Tutup semua Destinasi Wisata di NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Meski proses penanganan penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; yang telah dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Sekda Provinsi NTT&comma; Ir&period; Benediktus Polo Maing dan secara teknis dihandle Kadis Kesehatan Provinsi NTT&comma; drg&period; Dominikus Minggu Mere dan juru bicara Covid-19&comma; Dr&period; Jelamu Ardu Marius&comma; M&period;Si namun Gubernur NTT&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat &lpar;VBL&rpar; memutuskan untuk sementara menunda pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata yang ada di Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Benar Bapak Gubernur VBL telah mengirim surat kepada seluruh Bupati di NTT dan Walikota Kupang untuk menunda sementara pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata&comma;” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&comma; Dr&period; Jelamu Ardu Marius&comma; M&period;Si kepada pers di Kupang&comma; Sabtu &lpar;21&sol;03&sol;2020&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Maksud dan tujuan dari penundaan sementara festival pariwisata dan penutupan destinasi wisata ini sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT&comma; untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Salah satu cara dan upaya yang dilakukan adalah dengan social disntance&semi; yang pada hakekatnya adalah mengisolasi diri dari kerumunan orang atau massa dalam jumlah yang banyak&comma;” tandas Marius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Marius&comma; penundaan pelaksanaan festival pariwisata yang telah terjadwal sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Untuk sementara kita tunda dulu pelaksanaan Festival Pariwisata yang akan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2020 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian&comma;” ucap dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan penutupan seluruh obyek wisata kata dia&comma; diberlakukan hingga 29 Mei 2020 mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau untuk seluruh obyek wisata di wilayah NTT untuk sementara agar tidak dikunjungi oleh wisatawan sampai tanggal 29 Mei 2020&period; Hal ini juga sesuai Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia&comma;” jelas Marius&comma; berargumen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagaimana diketahui hingga Jumat malam &lpar;20&sol;03&sol;2020&rpar;&comma; Orang Dalam Pemantauan &lpar;ODP&rpar; Covid-19 di Provinsi NTT berjumlah 92&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kota Kupang 34 orang&semi; Lembata 2 orang&semi; Manggarai Barat 8 orang&semi; Sikka 26 orang&semi; TTS 3 orang&semi; Manggarai Timur 1 orang&semi; Flores Timur 4 orang&semi; Malaka 1 orang&semi; Alor 1 orang&semi; Sumba Timur 2 orang&semi; Belu 1 orang dan Sumba Barat Daya 7 orang&comma;” jelas Kadis Kesehatan Provinsi NTT&comma; drg&period; Dominikus Minggu Mere kepada pers di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur Jalan Raya El Tari Kupang&comma; Sabtu &lpar;21&sol;03&sol;2020&rpar;&period; &lpar;Valeri Guru&sol;Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version