Site icon savanaparadise.com

Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT dan KAK Atasi Coronavirus

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Gubernur NTT&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi sikap dan langkah bijak yang dikeluarkan Ketua Sinode GMIT&comma; Pdt&period; Dr&period; Mery Kolimon dan Keuskupan Agung Kupang &lpar;KAK&rpar; yang membatasi dan meniadakan misa selama dua minggu ke depan&period; Pembatasan ini sebagai akibat merebaknya penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bapak Gubernur Kami memberi apresiasi kepada Ibu Ketua Sinode GMIT yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kehadiran jemaat di gereja-gereja&comma;” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&comma; Dr&period; Jelamu Ardu Marius&comma; M&period;Si kepada pers di Kupang&comma; Sabtu &lpar;21&sol;03&sol;2020&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Apresiasi yang sama sebut Marius&comma; juga diberikan kepada pihak Keuskupan Agung Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita juga memberikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Kupang yang juga meniadakan misa selama dua minggu kedepan&period; Kita harapkan keuskupan lain di seluruh NTT untuk membuat kebijakan demi keselamatan umat&period; Hal ini perlu kami sampaikan kepada masyarkaat NTT untuk tidak anggap remeh dengan virus ini&comma;” ucap Marius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut dia&comma; dari hari ke hari OPD &lpar;Orang Dalam Pemantauan&rpar; semakin meningkat&period; Ini menandakan bahwa penyebaran virus di Indonesia termasuk di NTT sangat eskalatif&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Walaupun status mereka ODP tetapi bukan tidak mungkin suatu saat bisa positif&period; Oleh karena itu&comma; perlu kita antisipasi dengan cermat untuk melindungi kesehatan masyarakat kita&period; Selalu kita update setiap saat&comma; ODP adalah warga NTT yang pulang dari provinsi terpapar&period; Sehingga kita perlu memutus mata rantai dan akan kita kaji secepatnya&comma;” ungkap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemerintah Provinsi NTT kata Marius&comma; sangat mengharapkan agar warga masyarakat NTT yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak untuk tidak bepergian ke luar NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Warga NTT dimohon untuk tidak bepergian&period; Begitu juga dengan para ASN untuk tidak melakukan perjalanan dinas&period; Kita harapkan pejabat pemerintah menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat&period; Kita dapat mengisolasi diri&comma; dan menjauhkan diri dari daerah yang terpapar virus&comma;” pinta Marius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagi yang telah melaksanakan perjalanan ke daerah yang terpapar virus&comma; sebut dia&comma; segera memeriksakan kesehatannya agar tidak menular ke orang lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tidak ada jalan lain bagi warga NTT selain mengisolasi diri&comma; seperti yang dikatakan Bapak Gubernur&period; Proteksi diri sangat penting karena itu kita telah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya instruksi kepada masyarakat NTT untuk melakukan social distance&comma;” ucap dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menambahkan&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Kita harus menggunakan medsos &lpar;media sosial&rpar; dengan baik dan jangan berspekulasi&period; Anggaplah virus itu sudah ada di sekitar kita&semi; agar kita jangan menganggap remeh virus ini&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>Dia juga mengajak warga NTT untuk belajar dari pengalaman warga masyarakat di Italia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bisa kita lihat dari negara lain yang terpapar virus seperti di Italia&period; Pada awalnya virus ini disepelekan sehingga pada akhirnya menyebabkan bencana yang luar biasa&period; Masyarakat NTT diminta untuk selalu bersiaga&period; Liburan anak sekolah juga dharapkan bukan berarti boleh pergi ke tempat yang ramai&comma; seperti mall dan lain-lain&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Kekurangan APD<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Di tempat yang sama&comma; Kadis Kesehatan Provinsi NTT&comma; dokter Dominikus Minggu Mere mengaku&comma; berdasarkan laporan dari lapangan ada kekurangan Alat Pelindung Diri &lpar;APD&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sesuai hasil rapat koordinasi &lpar;Rakor&rpar; yang diikuti seluruh Sekda kabupaten&sol;kota&comma; beberapa poin penting sudah disepakati berdasarkan keluhan di lapangan adalah kekurangan APD&period; Pemerintah akan segera menyusun rencana kebutuhan APD&period; Kita sudah menghitungnya dan tentunya APD tidak hanya di rumah sakit Provinsi tetapi juga untuk rumah sakit Kabupaten&period; Karena hal ini sudah masuk dalam kriteria bencana&comma; artinya bahwa kita sudah harus mengambil langkah-langkah seperti menyiapkan anggaran tak terduga&comma;” jelas mantan Dirut Rumah Sakit Prof&period; Dr&period; W&period;Z&period; Johanes Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diperlukan langkah strategis dan koordinasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Pemerintah Kanupaten&sol;Kota se NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Perlu sinergi antara provinsi dan kabupaten&period; Sekembalinya dari Kupang&comma; pada Sekda harus segera memfasiliasi pembentukan Gugus Tugas agar komando di dalam mengatasi problem besar ini bisa diambil alih oleh suatu kordinasi yang kuat&comma; dalam hal ini Sekretaris Daerah&comma;” harap dokter Domi&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Putus Mata Rantai<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Di tempat terpisah&comma; Ketua Perhimpunan dokter umum Indonesia Cabang Provinsi NTT&comma; dokter Teda Litik mengharapkan&comma; sikap tegas Gubernur NTT untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19 di Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya minta Pak Gubernur harus cepat putus mata rantai penyebaran virus Covid-19 agar tidak ada yang positif di NTT&comma;” pinta dokter Teda Litik&comma; dari balik gagang telepon&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia berharap kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini segera diambil&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Cepat diputuskan jalur penerbangan dan jalur pelayaran dari dan ke Provinsi NTT&period; Selain itu&comma; dari pusat juga sudah ada imbauan untuk social distancing&period; Ini akan memutuskan rantai penyebaran dengan cepat dalam dua minggu&period; Jika saya carier dan saya tetap beraktivitas&semi; ini bisa menyebar ke orang lain&period; Tetapi jika saya di rumah dan tidak bertemu orang lain dan daya tahan tubuh saya baik maka saya bisa sembuh&comma;” ucap dokter Teda yang pernah bertugas di Negara Timor Leste tahun 1999 silam&period; &lpar;Valeri Guru&sol;Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&rpar;<br &sol;>&NewLine;&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version