Site icon savanaparadise.com

GPS Dan Tim Relawan Lakukan Aksi Pungut Sampah Di Lokasi Bukit Cinta Penfui Kupang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Gerakan Peduli Sampah &lpar;GPS&rpar; bersama ASN dan Tenaga Kontrak di Biro Umum Setda Provinsi NTT melakukan aksi pemungutan sampah yang berlokasi di seputaran bukit cinta Kelurahan Penfui&comma; Kabupaten Kupang&comma; Sabtu&comma; &lpar;13&sol;3&sol;2021&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aksi yang melibatkan kurang lebih 100 Orang ini di bawah komando Ketua GPS&comma; Orson Basoeki&comma; Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT&comma; George Hadjoh&comma; serta Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Pardon Paulus&period; Dan kegiatan ini sendiri berlangsung sejak pukul 07&period;00 WITA &&num;8211&semi; sampai selesai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua GPS&comma; Orson Basoeki&comma; ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah sampah dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak&period; Bukan saja pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Kupang&comma; tetapi juga dalam hal ini Pihak Pemerintah Kabupaten juga harus terlibat&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Menurut Orson karena lokasi yang saat ini sedang dibersihkan merupakan wilayah Kabupaten Kupang&comma; tetapi masih berada di pinggiran Kota Kupang yang sering dilalui oleh orang banyak&comma; apalagi daerah ini sangat dekat dengan bandara yang menjadi pintu masuk bagi para tamu yang datang berkunjung ke Kota Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jangan ada lempar tanggung jawab&comma; karena masalah sampah merupakan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara sendiri &&num;8211&semi; sendiri&comma;&&num;8221&semi; kata Orson&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Orson menjelaskan masalah sampah yang saat ini masih sangat tinggi&comma; diakibatkan oleh kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan juga karena minimnya sarana pendukung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; kata Orson kedepannya mulai dari pihak RT&sol;RW&comma; Lurah dan juga Dinas Kebersihan harus mampu memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat&comma; agar masyarakat itu sendiri boleh sadar akan pentingnya pola hidup bersih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apalagi&comma; jelas Orson sampah merupakan pemicu tumbuh kembangnya penyakit Demam Berdarah yang angkanya cukup tinggi di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau ini berjalan baik&comma; ditambah dukungan sarana yang cukup maka masalah sampah akan bisa diatasi&comma; sehingga dengan sendirinya  kasus demam berdarah dapat ditekan jumlahnya&comma;&&num;8221&semi; ujar Orson dengan nada optimis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Andry Nabut salah seorang ASN di lingkup Pemprov&period; NTT mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk terlibat dalam aksi ini karena masalah sampah di Kota Kupang merupakan masalah serius yang sudah seharusnya mendapat perhatian khusus&comma; bukan saja dari masyarakat tetapi juga dari pihak pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam tim GPS yang digagas oleh Bapak Gubernur&comma; karena sampah merupakan penentu kesehatan masyarakat itu sendiri dan juga kesehatan lingkungan&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; ujarnya&comma;  saya mengajak seluruh masyarakat dan juga pemerintah agar bergandengan tangan dan juga kompak untuk mengatasi masalah sampah di kota Kupang&comma; agar kedepan kota ini menjadi kota yang sehat dan bersih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Maju Terus GPS&comma;&&num;8221&semi; ujar Andry sembari meninggalkan lokasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gerakan Peduli Sampah atau disingkat GPS merupakan tim yang digagas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat &lpar;VBL&rpar;&period; Semenjak dibentuk GPS terus bergerilya mengatasi masalah sampah yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya tanpa mengenal putus asa&period; &lpar;&ast;&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version