Site icon savanaparadise.com

Gelar RDP, DPRD Ende Minta Pemda Segera Lakukan Evaluasi Berkala, Dampak Lingkungan Atas Pengeboran Panas Bumi Mutubusa

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Menindaklanjuti informasi mengenai turunnya debit air di danau kelimutu&comma; DPRD Kabupaten Ende menggelar Rapat Dengar Pendapat &lpar;RDP&rpar; dengan Dinas Pariwisata&comma; Dinas Lingkungan Hidup&comma; SGI&comma; BVMG&comma; TNK&comma; camat Ndona Timur&comma; Camat Kelimutu dan Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu &lpar;P3MK&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>RDP itu sendiri berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Ende&comma; Selasa&comma; 25 Mei 2021 yang dipimpin oleh Maximus Deki &lpar;Wakil Ketua Komisi II&rpar;&comma; didampingi Vinsen Sangu &lpar;Ketua Komisi III&rpar;&comma; Ibu Hj&period; Silya D&period; Indradewa &lpar;Wakil Ketua Komisi I&rpar; dan dihadiri kurang lebih 16 orang anggota DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua P3MK Handrianus Bata menjelaskan telah terjadi menurunnya debit air di tiwu ata bupu &lpar;danau orang tua&rpar; danau kelimutu dan kejadian ini bukan yang pertama kalinya&comma; melainkan sudah kali yang kedua terjadi di tahun terakhir ini&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saat ini debit air danau kelimutu tersebut menurun sekitar 5 meter&&num;8221&semi;&comma; ungkap Hans Bata<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; sejauh ini P3MK sudah melakukan langkah-langkah persuasif dan kekeluargaan melalui kunjungan dan berdialog&comma; baik dengan TNK maupun badan vulkanologi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Bagi P3MK&comma; balai TNK adalah orang tua yang menjaga dan melindungi anaknya bernama danau kelimutu&&num;8221&semi;&comma; ujar Hans<&sol;p>&NewLine;<p>Namun sayang&comma; lanjut Hans balai TNK saat ini terkesan di mata P3MK bersikap apatis&comma; duduk dan melihat saja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Pusat Vulkanologi&comma; Agus Da Silva mengatakan kejadian menurunnya debit air di danau kelimutu adalah kejadian biasa-biasa saja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agus Da Silva pun menilai kalau kejadian menurunnya debit air danau kelimutu mungkin disebabkan oleh kemarau yang panjang&period; Selain itu&comma; diduga adanya penyerapan air danau kelimutu oleh tanah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pendapat yang dilontarkan Agus Da Silva dari pusat vulkanologi mendapat kritikan tajam dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende Vinsen Sangu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Vinsen diksi yang dipakai oleh badan vulkanologi dengan kata &&num;8216&semi;kemungkinan&comma; dugaan&comma; biasa saja&&num;8217&semi; adalah menunjukan lemahnya peran institusi tersebut dalam menjalankan fungsinya sebagai elemen strategis untuk mendeteksi akan terjadinya sesuatu yang besar di puncak danau kelimutu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen mengatakan menurunnya debit air di puncak danau kelimutu tidak bisa diabaikan sebagai fakta&comma; baik atas kejadian alam maupun oleh aktivitas manusia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; menurunnya debit air di danau kelimutu tidak saja terjadi ancaman bencana geologi tetapi ada potensi ancaman yang lebih besar yaitu tergerusnya nilai kearifan lokal&comma; peradaban budaya lio dan terancamnya kehilangan obyek wisata&comma; ikon Ende di mata dunia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; dirinya mendesak pemerintah&comma; TNK&comma; badan Vulkanologi untuk segera melakukan kerja sama dengan lembaga perguruan tinggi maupun lembaga riset lainnya yang memiliki kompentensi untuk melakukan kajian ilmiah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dibagian akhir RDP&comma; Vinsen Sangu dipercayakan ketua Rapat membacakan rekomendasi sebagai hasil dari RDP&period; Poin-poin RDP adalah sebagai berikut &colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; Pemerintah Daerah&comma; BVMG&comma; dan TNK diminta segera melakukan kajian ilmiah atas dampak menurunnya debit air Danau Kelimutu&period; Kajian Ilmiah tersebut diminta untuk dilakukan oleh tim independen baik lembaga perguruan tinggi maupun lembaga riset lainnya yang memiliki kompentensi dibidangnya &lpar;Geologi&comma; Geokimia&comma; Geofisika&rpar;&period; Dan hasil kajian ilmiah tersebut dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat umum<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; Pemerintah daerah dan TNK diminta untuk segera melaksanakan seremonial adat sesuai adat dan budaya setempat atas dampak menurunnya debit air di danau kelimutu tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; Pemerintah daerah diminta untuk melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin dan berkala&comma; baik atas menurunnya debit air danau kelimutu maupun dampak lingkungan atas aktivitas pengeboran panas bumi mutubusa Sokoria di kecamatan Ndona Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version