Site icon savanaparadise.com

Fundamental Kuat, BRI Optimistis Arungi Tahun 2024

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; atau BRI memiliki optimisme yang besar untuk mengarungi iklim bisnis pada 2024&comma; karena memiliki fundamental yang kuat&comma; salah satunya dicerminkan oleh kondisi likuiditas yang memadai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur BRI Sunarso mengakui bahwa likuiditas perekonomian saat ini memang mengetat&period; Namun demikian&comma; industri perbankan masih dalam batas-batas yang bisa untuk mendorong pertumbuhan&period; Terlebih&comma; khusus untuk BRI per September 2023 memiliki rasio likuiditas yang baik&period; Hal itu tercermin dari Loan to Deposit Ratio &lpar;LDR&rpar; BRI yang sebesar 87&comma;76&percnt;&period; Menurutnya angka tersebut menunjukkan bahwa bank masih memiliki ruang untuk tumbuh&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena menurut saya BRI harus kelola secara optimal LDR itu di level antara 90&percnt; sampai 92&percnt;&period; Kalau di atas 92&percnt; sudah ketinggian&comma; kalau di bawah 90&percnt; menurut saya mesti mendorong kredit dahulu&period; Supaya likuiditas yang ada di tangan bank itu tersalurkan secara efektif dan produktif kepada masyarakat dalam bentuk kredit&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sunarso melanjutkan&comma; selain itu Capital Adequacy Ratio &lpar;CAR&rpar; atau rasio kecukupan modal BRI berada di level 27&comma;48&percnt;&period; Persentase itu berart jauh lebih dari cukup&period; Karena sebenarnya untuk meng-cover seluruh risiko mengacu dengan ketentuan Basel II&comma; hanya dibutuhkan CAR sekitar 17&comma;5&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; dengan CAR 27&comma;48&percnt; menurutnya perseroan masih memiliki kelebihan modal&period; Dengan demikian&comma; Sunarso menyimpulkan jika setiap tahun BRI membutuhkan tambahan &OpenCurlyQuote;konsumsi’ CAR 2&percnt; saja&comma; maka sampai 5 tahun ke depan Perseroan tidak perlu modal tambahan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tidak perlu nambah modal dan tetap bisa tumbuh secara agresif&period; Saya kira mungkin itu yang paling penting&period; Jadi&comma; saya simpulkan&comma; kondisi likuiditas BRI baik-baik saja&comma; tercermin di LDR-nya yang masih relatif rendah&comma; kita masih bisa dorong kredit&period; Kemudian untuk dorong kredit&comma; modalnya juga sangat tinggi&comma; sangat cukup untuk meng-cover pertumbuhan&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Optimisme Sektor Perbankan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Sunarso lanjut menjelaskan&comma; optimisme yang dirasakan BRI cenderung dirasakan pula industri perbankan meski likuiditas mengetat&period; Sunarso yang juga menjabat Ketua Himpunan Bank Negara &lpar;Himbara&rpar; mengatakan LDR bank pelat merah berada di kisaran 89&comma;31&percnt; hingga September 2023&comma; dan cukup aman karena belum lebih dari 92&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal itu ditopang oleh pertumbuhan kredit Himbara yang mencapai 10&comma;94&percnt;&period; Bahkan BRI sendiri&comma; sampai September 2023 kreditnya bertumbuh 12&comma;5&percnt; secara tahunan atau diatas pertumbuhan kredit industri perbankan yang berada di kisaran 8&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sunarso juga menyebut likuiditas sempat meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19 pada periode 2021 dan 2022&comma; dengan rata-rata di atas Rp700 triliun di pasar perbankan&period; Namun&comma; pada periode Januari ke Oktober 2023 rata-ratanya tinggal Rp564 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal itu menunjukkan bahwa likuiditas perbankan memang mengetat&period; Kendati demikian&comma; kata dia&comma; masih dalam batas-batas bisa mendorong pertumbuhan&period; Terbukti pertumbuhan kredit Himbara masih bisa tumbuh di atas rata-rata perbankan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Persaingan antar bank&comma; pasti terjadi dalam menghimpun dana&period; Kita memang harus mendorong untuk bersaing&period; Tapi yang harus dijaga adalah jangan sampai likuiditas ini juga terkonsentrasi di beberapa bank tertentu saja&comma;” pungkasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version