Site icon savanaparadise.com

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Ketua Panitia, Yohanes Borgias Riga (kiri) dan Camat Wewaria, Fidelis Bella (kanan) (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Festival Daun Lontar Ende Lio&comma; demikian panitia pelaksana memberi nama kegiatan ini&period; Entah apa alasan utamanya sehingga ide dan gagasan ini muncul&period; Kata Festival bukan kata yang asing bagi masyarakat banyak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penyebutan kata ini begitu keren dan terkesan bombastik&period; Karena kegiatan ini tidak dilaksanakan dalam sehari tetapi juga menghadirkan banyak pihak&period; Begitulah kilas balik dari kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio yang di selenggarakan panitia pelaksana&comma; yang bertempat di Aula Desa Kelitembu&comma; Kecamatan Wewaria&comma; Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan tersebut sebagai ajang untuk melestarikan kembali tradisi anyaman yang merupakan warisan leluhur yang bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; tradisi anyam yang dahulunya selalu ditekuni oleh masyarakat di wilayah utara dinilai kian sirna seiring dengan perkembangan jaman terlebih dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Panitia Pelaksana&comma; Yohanes Borgias Riga kepada media&comma; Rabu&comma; 4 Maret 2026 menjelaskan&comma; munculnya ide untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Daun Lontar Ende Lio didasari oleh keprihatinan terhadap pemanfaatan daun lontar yang belum maksimal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; hal ini sejalan dengan menurunnya karya-karya anyaman dari daun lontar yang dihasilkan oleh masyarakat dan genarasi muda karena enggan belajar menganyam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; tambah Borgias&comma; untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali warisan leluhur yang berkaitan dengan anyaman daun lontar perlu dilakukan pelatihan-pelatihan yang nantinya akan berdampak pada nilai ekonimis masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi kegiatan ini kami akan hidupkan kembali supaya anyaman-anyaman dasar yang sudah diwariskan leluhur perlu dileatarikan terus dan juga di tingkatkan sehingga kerajinan tangan ini memiliki nilai jual yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat&&num;8221&semi;&comma; kata Borgias&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Borgias menuturkan&comma; kegiatan ini akan diselenggarakan selama dua hari&comma; terhitung dari tanggal 16-18 Maret 2026 dengan melibatkan pelajar dari tingkat&comma; SD&comma; SMP&comma; SMA&sol;SMK&comma; masyarakat&comma; dan perwakilan dari setiap desa se-kecamatan Wewaria&comma; serta pelaku UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami juga akan melibatkan sekolah-sekolah non formal dan para pelaku seni budaya yang ada di kecamatan Wewaria&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan yang sama&comma; Camat Wewaria&comma; Fidelis Bella memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada penyelenggara kegiatan Featival Daun Lontar Ende Lio&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; ide orang muda yang ingin menghidupkan kembali budaya dan kerajinan lontar di wilayah utara ini sangat bagus&period; Mengingat&comma; di wilayah utara banyak pohon lontar yang hingga detik ini belum di manfaatkan secara baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fidelis mengatakan&comma; dengan adanya kerajinan daun lontar ini bisa berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat setempat yang tentunya sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia pun mendorong agar semua desa ikut berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan ini karena ini adalah sebiah gerakan untuk membangkitkan pelaku usaha baru dengan memanfaatkan potensi yang ada&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya pastikan desa-desa ini akan saya dorong mulai dari pelatihan sampai dengan bagaimana mereka mampu mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan dengan menganyam daun lontar&&num;8221&semi;&comma; ujarnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version