Site icon savanaparadise.com

Erick Thohir: Satgas Bencana Nasional BUMN, Perkuat Integrasi Sistem & Peran untuk Indonesia

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-&comma;- Kehadiran Satgas Bencana Nasional BUMN yang diinisiasi Kementerian BUMN sejak dua tahun lalu semakin memperkuat integrasi sistem bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana&comma; dengan harapan meningkatkan peran BUMN untuk Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Koordinasi Satgas Bencana Nasional BUMN Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hybrid&comma; Selasa &lpar;08&sol;02&sol;2022&rpar; pagi&period; Erick mengatakan&comma; melalui Satgas Bencana Nasional BUMN sistem penyaluran bantuan berada dalam satu komando&period; Sehingga&comma; tuntutan penanganan bencana atau korban dan pemulihan ekonomi serta dampak sosial yang ditangani dapat dilakukan dalam waktu bersamaan dengan lebih baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sistem bantuan dari BUMN akan lebih terintegrasi sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat membantu korban bencana&period; Saya berharap dengan adanya kolaborasi dari BUMN dan kerja keras bersama Satgas Bencana Nasional BUMN kita dapat bersama-sama membantu korban bencana dengan lebih terarah&comma; terintegrasi&period; Dan tentu yang penting solutif&comma; ada hasil konkret&period; Dari semangat BUMN inilah kita bisa memposisikan tagline kita BUMN untuk Indonesia&comma; kata Erick menegaskan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Erick pun menekankan BUMN harus berperan lebih besar yaitu dengan memikirkan solusi jangka menengah dan jangka panjang saat menghadapi bencana&period; Seperti relokasi hunian&comma; perbaikan fasilitas umum dan sosial&comma; rehabilitasi usaha warga dan ekonomi&comma; serta yang tidak kalah penting adalah pendidikan bagi anak-anak di lokasi bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mencontohkan&comma; kuatnya integrasi BUMN dalam memberikan bantuan saat bencana yaitu saat bencana erupsi Gunung Semeru beberapa waktu yang lalu&period; Erick mengapresiasi langkah cepat Satgas Bencana Nasional BUMN yang terlibat dalam membangun 5 posko&comma; membantu 3&period;200 pengungsi dan melibatkan 138 relawan&period; Hal itu&comma; kata dia&comma; membuktikan BUMN hadir untuk rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di saat bencana ini menjadi sangat penting&period; Selain berkomitmen membantu logistik&comma; listrik&comma; sanitasi&comma; tenaga medis&comma; trauma healingini yang jarang&comma; hingga tim SAR di lokasi bencana&period; BUMN juga mempresiapkan kebutuhan masyarakat ke depan pasca bencana&period; Ini yang paling penting karena bantuan-bantuan yang sifatnya makanan dan kebutuhan dasar&comma; sering kali sudah terpenuhi dari pihak Pemda&comma; swasta ataupun LSM&comma; ujarnya menekankan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Erick pun mengingatkan dengan hadirnya Satgas Bencana Nasional BUMN di seluruh pelosok&comma; perusahaan-perusahaan negara tidak lelah melayani rakyat serta menyingkirkan ego sektoral&period; Sehingga terbentuk ekosistem yang kuat dalam penanganan bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seperti diketahui&comma; pembentukan Satgas Bencana Nasional BUMN berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor&colon; SK-77&sol;MBU&sol;03&sol;2020 tanggal 17 Maret 2020 Tentang Pembentukan Satuan Tugas Bencana Nasional&period; Dalam struktur kepengurusannya&comma; PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; atau BRI sebagai Ketua Satgas Bencana BUMN dan PT Perusahaan Listrik Negara &lpar;Persero&rpar; atau PLN sebagai Sekretaris yang membawahi Satgas Provinsi hingga Satgas Kabupaten&sol;Kota&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan tersebut&comma; Ketua Tim Satgas Bencana Nasional BUMN yang juga merupakan Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto&comma; mengatakan bahwa berdasarkan data BNPB pada 2021 Indonesia dilanda 3&period;078 bencana&period; Baik berupa kebakaran hutan&comma; kekeringan&comma; banjir&comma; tanah longsor&comma; cuaca ekstrim&comma; gelombang pasang hingga abrasi&period; Hal itu berdampak pada korban meninggal sebanyak 665&comma; dan 8 juta lebih korban terdampak lainnya tersebar dari Sabang sampai Merauke&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui partisiapsi semua BUMN&comma; kata dia&comma; memudahkan koordinasi dan manajemen tanggap bencana&period; Oleh karena itu&comma; Aestika berharap ke depan bisa lebih baik lagi dengan sistem tanggap bencana yang lebih terintegrasi&period;<br &sol;>&NewLine;Dia pun merinci alur koordinasi Satgas Bencana Nasional BUMN selama ini&period; Yaitu ketika terjadi bencana di seluruh wilayah Indonesia koordinator wilayah mengkoordinasi apa yang menjadi tugas di masing-masing wilayah tersebut&period; Kemudian satgas di tingkat kabupaten&sol;kota melakukan koordinasi dengan seluruh BUMN dan instansi terkait bencana di wilayah masing-masing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Relawan kita tanpa menunggu perintah apa pun sudah langsung turun&period; Itu yang tadi diapresiasi besar oleh Pak Menteri &lpar;tanggap bencana Gunung Semeru&rpar;&period; Jadi relawan kita&comma; masing-masing BUMN ternyata mempunyai relawan&period; Itulah ujung tombak&period; Cari apa yang kita bisa tolong&comma; apa yang bisa kita bantu&comma; apa yang bisa kita support&comma; ujarnya menjelaskan&period;<br &sol;>&NewLine;Alur koordinasi tersebut&comma; lanjut Aestika&comma; akan terus berlangsung pasca bencana untuk melaporkan pemetaan dampak dan tindaklanjut penanganannya&period; Dia pun merinci BUMN yang menjadi koordinator di 34 provinsi di seluruh Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain BRI&comma; ada pula BNI&comma; BTN&comma; Bank Mandiri&comma; Pegadaian&comma; Pertamina&comma; PLN&comma; Telkom&comma; PUSRI&comma; Antam&comma; Bukit Asam&comma; Inalum&comma; Timah&comma; Semen Indonesia Group&comma; Pupuk Iskandar Muda&comma; Petrokimia Gresik&comma; Jasa Marga&comma; Pelindo&comma; Angkasa Pura II&comma; TWC&comma; ITDC&comma; JIEP&comma; Kereta Api&comma; dan kemudian ada KIMA&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Inilah koordinator wilayah di bawah satgas bencana yang selama ini sudah berkoodirnasi dengan sangat baik yang tersebar dari Aceh hingga Papua&period; Dari Sulawesi Utara hingga Nusa Tenggara&period; Semua sudah tersebar&comma; ada beberapa BUMN menjadi koordinator di beberapa wilayah&period; PLN ada di Jaya Pura&comma; ada di Kalimantan&comma; ada juga di Sumatera&period; Semua tersebar dan itu telah dirasakan kita semua bagaimana tugas apabila terjadi bencana tersebut&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam acara tersebut&comma; Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga mengatakan pada tahun ini Satgas Bencana Nasional BUMN perlu membuat dan memperkuat manajemen sistem informasi bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; lanjut Arya&comma; diharapkan penanganan bantuan lebih sistematis dan semakin terukur&period; Sistem informasi manajemen bencana perlu dibuat tahun ini&comma; jenis bantuan sesuai kebutuhan korban bencana&comma; tidak redundant dalam menyalurkan&comma; dan bantuannya menjadi lebih sistematis&comma; ujarnya menekankan&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version