Site icon savanaparadise.com

Empat Perusahaan Nasional Rebutan Garam Super Sabu Raijua

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Garam kristal putih dari Kabupaten Sabu Raijua&comma; Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; kini jadi rebutan&period; Empat perusahaan besar nasional antre untuk mendapatkan pasokan dari daerah yang dijuluki Negeri Seribu Lontar ini karena kualitasnya diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Penasehat PT Nataga Raihawu Industri &lpar;NRI&rpar;&comma; Marthen Dira Tome&comma; mengungkapkan hingga September 2025&comma; permintaan garam dari Sabu Raijua melonjak tajam&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saat ini ada empat perusahaan yang sedang mencari garam dari Sabu Raijua&period; Kita berupaya memenuhi permintaan secara adil agar tidak ada yang pulang dengan tangan kosong&comma;” katanya di Kupang&comma; Selasa &lpar;17&sol;9&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Empat perusahaan tersebut adalah PT Cheetam&comma; PT Susanti Mega &lpar;pemilik merek garam kapal&rpar;&comma; PT Garindo&comma; dan PT Unichen&period; Data terbaru mencatat&comma; PT Cheetam telah mengangkut 10 ribu ton garam&comma; sementara PT Susanti Mega bersiap memuat 2 ribu ton&period; Sebelumnya&comma; lebih dari 500 ton juga telah diberangkatkan melalui tol laut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Marthen&comma; tingginya permintaan bukan tanpa alasan&period; Garam dari Sabu Raijua diproduksi dengan teknologi geomembran yang menghasilkan kristal putih bersih dengan kadar Natrium Klorida &lpar;NaCl&rpar; mencapai 98&percnt;&period; Faktor iklim semi-arid&comma; panas yang konsisten&comma; angin stabil&comma; dan air laut yang tidak tercemar menjadikan garam Sabu Raijua sangat istimewa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Peluang besar ini juga terbuka karena Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang menutup keran impor garam&period; Langkah ini menandai komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada garam tahun 2027&period; Dengan penutupan impor&comma; kebutuhan nasional harus dipenuhi tambak-tambak dalam negeri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Produktivitas lahan di Sabu Raijua disebut sangat mengesankan&comma; mencapai 60 ton per hektar per bulan&period; Potensi ini menjadikan NTT sebagai salah satu penyumbang utama kebutuhan garam nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini bukan sekadar soal produksi&comma; tetapi juga soal meningkatkan ekonomi masyarakat lokal&period; Dari pekerja tambak&comma; sopir truk&comma; buruh pelabuhan hingga pedagang kecil di dermaga ikut merasakan manfaatnya&comma;” tambah Marthen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Marthen menegaskan&comma; garam bagi masyarakat Sabu Raijua bukan hanya komoditas ekonomi&comma; melainkan simbol kehidupan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Panas matahari tidak boleh dilihat sebagai bencana&comma; tetapi sebagai anugerah&period; Tuhan sudah kasih anugerah&comma; maka kita tidak boleh menjual kemiskinan dengan alasan kesulitan&comma;” tegasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version