Site icon savanaparadise.com

Dulang Rezeki Dari Daur Ulang Sampah, BRI Bantu Usaha Mikro di Jayapura

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jayapura&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Berawal dari keprihatinan melihat sampah berserakan di sekitar wilayah konservasi hutan mangrove di kampung Enggos Kota Jayapura&comma; Provinsi Papua&comma; Petronela &lpar;41 tahun&rpar; tertarik untuk mendaur ulang sampah tersebut menjadi kerajinan tangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Bermula pada 2005&comma; dia menjadi salah satu anggota kelompok penghijauan hutan mangrove di wilayah konservasi&period; Kelompok tersebut bertugas menanam dan menjaga lingkungan supaya tetap bersih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di Enggos banyak sampah&comma; terus saya lihat sampah itu saya tertarik&period; Saya yakin sampah ini bisa menghasilkan sesuatu&comma;” kata Petronela&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Banyak orang yang menganggap keberadaan sampah itu masalah&period; Namun&comma; bagi dia sampah justru berkat&period; Dengan mengelola sampah yang dipungut menjadi sesuatu yang bernilai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sampah yang dipungut berupa plastik&comma; botol plastik&comma; kayu&comma; kawat sisa kabel&comma; bisa disulap sedemikian rupa menjadi berbagai kerajinan tangan yang dikolaborasikan dengan cangkang kerang&comma; dan aksesoris Papua&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sendok-sendok plastik bekas sendok makan itu bisa saya buat lampion&period; Kalau sampah kerang saya buat boneka&comma; vas bunga&comma; dan bermacam-macam kerajinan dari sampah lainnya&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Seiring berjalannya waktu&comma; dia membentuk kelompok usaha IBAYAUW&period; Kelompok usaha ini mengkoordinir ibu-ibu di sekitar lingkungan yang juga memproduksi kerajinan tangan dari sampah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya gunakan potensi yang ada untuk dikembangkan&period; Saya merasa terpanggil bagaimana bisa membawa ibu-ibu itu bisa produktif usaha dan tidak tergantung pada suami&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai ketua kelompok usaha&comma; dia bertanggungjawab mengakomodir&comma; memantau&comma; dan mencari partner kerja dari luar untuk mendatangkan alat dan bahan kerajinan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kelompok usaha IBAYAW sendiri dibentuk pada 2019&comma; yang beranggotakan 15 orang&period; Dalam kelompok usaha ini&comma; Petronela juga mengajak ibu-ibu&comma; pensiunan perempuan untuk bergabung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kelompok usaha IBAYAW hingga kini mampu memproduksi berbagai produk kerajinan tangan&comma; misalnya topi&comma; anting&comma; kalung&comma; gelang&comma; gorden&comma; jepit rambut&comma; vas bunga dan lainnya&period; Harga kerajinan tangan dijual dengan sangat terjangkau&comma; dibanderol mulai dari Rp 10&period;000 hingga yang termahal hanya Rp&period;300 ribu untuk produk topi&comma; gorden&comma; dan vas bunga yang besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejauh ini&comma; kelompok usaha IBAYAW telah mendapatkan bantuan dari dinas sosial&comma; BRI&comma; hingga Pemerintah Desa&period; Biasanya&comma; bantuan tidak berupa uang tunai&comma; melainkan alat dan bahan yang dibutuhkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau dikasih uang digunakan untuk hal lain&comma; kan kalau bahan dan alat bisa tinggal kita gunakan&comma;” ujarnya&period; Terkecuali bantuan dari BRI saat itu berupa uang tunai dan digunakan untuk modal kelompok usaha&period; Bantuan dari BRI sangat berarti&period; Karena pada awal mendirikan kelompok usaha bersama&comma; Petronela merogoh kocek dari dompet sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Tantangan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Petronela mengungkapkan selama menjalankan kelompok usaha IBAYAW banyak tantangan yang dihadapi&comma; salah satunya pemasaran&period; Untuk memasarkan produk kerajinan tangannya harus menunggu momentum besar seperti festival&comma; atau pameran&comma; maupun acara lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara penjualan melalui media sosial masih kurang peminat&period; Alasannya&comma; karena belum ada nama merek bagi produknya&comma; sehingga orang-orang masih ragu&period; Kabar baiknya&comma; mereka sudah mengurus perizinan usaha saat ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Produk kerajinan tangan kelompok usaha IBAYAW sudah dipasarkan keluar Papua&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Pernah dari Jawa ada yang minta dibuatkan topi khas Papua&period; Teman-teman di Jawa mau pakai aksesoris Papua untuk tampil&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Alhasil&comma; dari menjual produk kerajinan&comma; kelompok usaha IBAYAW mampu mengantongi penghasilan hingga Rp 15 juta ketika ada momen besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Diketahui&comma; Petronela merupakan nasabah BRI dengan pinjaman KUR Rp25 juta dan mendapat pembinaan dari BRI&period; Keanggotaannya sebagai nasabah BRI&comma; tentu mempermudah kelompok usahanya mendapatkan bantuan dari BRI&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version