Site icon savanaparadise.com

Dukung Agenda Prioritas G20: BRI Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Holding Ultra Mikro

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah &lpar;UKM&rpar; menyambut positif adanya entitas Holding Ultra Mikro yang dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; Holding tersebut dinilai bakal punya andil besar dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Upaya pemerataan ekonomi melalui Holding Ultra Mikro ini sekaligus dapat mendorong Indonesia untuk mencapai inklusi keuangan&period; Keseriusan Indonesia dalam memulihkan sektor usaha Ultra Mikro dan UMKM ini dapat dilihat dari hadirnya inklusi keuangan UMKM dalam agenda prioritas G20&period; Dalam forum kerja sama multilateral itu&comma; perbankan menjadi motor dalam mendorong produktivitas dan mendukung ekonomi dan keuangan inklusif bagi underserved community&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing&comma; Yulius mengatakan bahwa Holding Ultra Mikro dapat menjadi solusi akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro&period; Dengan begitu&comma; pelaku usaha ultra mikro bisa meningkatkan produktivitasnya sehingga potensi untuk &OpenCurlyQuote;naik kelas’ serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat semakin terbuka lebar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Upaya ini diharapkan dapat lebih melakukan pemerataan pembangunan dan juga kalau tingkat kemiskinan kita ini cukup masih tinggi apalagi sejalan dengan pandemi yaitu 17&comma;76&percnt;&period; Ini yang sejalan dengan apa yang diharapkan dengan adanya ultra mikro ini&comma;” kata Yulius dalam pemaparannya di BRI Microfinance Outlook 2022&comma; Kamis &lpar;10&sol;02&sol;2022&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yulius menyebut Indonesia masih mengalami ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi&period; Kondisi ini tercermin dari rasio gini Indonesia yang menyentuh 0&comma;381 per September 2021&period; Angka ini sebenarnya mengalami perbaikan dibandingkan Maret 2021 yang sebesar 0&comma;384&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rasio gini sendiri merupakan indikator untuk mengukur ketimpangan ekonomi yang diinterpretasikan dalam skala 0-1&period; Skor yang mendekati angka 0 menunjukan kemerataan ekonomi semakin membaik&period; Sebaliknya&comma; jika mendekati angka 1&comma; hal itu menunjukan kondisi ketimpangan ekonomi semakin tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Adanya holding ultra mikro ini merupakan holding pembiayaan yang ditujukan untuk memberikan UMKM lebih terintegrasi dan koordinasi&comma; sehingga diharapkan didapatkan pembiayaan biaya yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas&comma; masyarakat semakin mudah mengajukan pinjaman dan terdapatnya pendampingan&comma;” tegas Yulius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yulius pun mendorong pelaku usaha untuk beralih ke sektor formal agar akses pembiayaan lebih mudah didapat&period; Upaya ini&comma; kata Yulius&comma; dapat ditempuh dengan mengurus Nomor Induk Berusaha &lpar;NIB&rpar; agar legalitas bisnis tercatat oleh pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita saat ini sedang mendorong supaya UMKM pindah dari informal ke formal&comma; karena saat ini masih sebagian besar UMKM bekerja di informal dan saat ini jumlah NIB sudah mencapai mencapai lebih dari 17 juta usaha mikro&period; Nah&comma; ini kita harapkan makin bertambah&comma; kenapa begitu&quest; Dengan pindahnya ke formal&comma; maka mereka akan lebih mudah untuk dapat mengakses perbankan&comma; dan tentunya formal dan informal kita butuh dari holding company untuk melakukan pembinaan dan lainnya&comma;” jelas Yulius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Senada dengan hal tersebut&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menyatakan bahwa dengan mengantarkan pelaku usaha ultra mikro &OpenCurlyQuote;naik kelas’&comma; ekonomi Indonesia dapat terakselerasi dengan optimal&period; Hal ini sejalan dengan potensi sektor ultra mikro tersebut dalam lanskap UMKM di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita sering mendengar angka 64 juta unit usaha&comma; kita juga sering mendengar 98&percnt; diantaranya adalah pelaku usaha mikro dan ultra mikro&period; Saya mencoba untuk memetakan seberapa besar sesungguhnya ultra mikro&comma; ternyata dari 98&percnt; itu 81&comma;8&percnt; adalah ultra mikro&comma;” ujar Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka dari itu&comma; upaya BRI bersama PT Permodalan Nasional Madani &lpar;PNM&rpar; dan PT Pegadaian di Holding Ultra Mikro dapat memperluas jangkauan untuk melayani lebih banyak nasabah&period; Target ini juga tertuang dalam Visi BRI untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia &amp&semi; Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ke depan itu bukan literasi tapi inklusi dulu&comma; berikan akses dulu baru di situlah nanti ada sebuah motivasi mau belajar&period; Sekarang inklusi Indonesia itu cuma 76&percnt;&comma; kita akan dorong menjadi 90&percnt; di tahun 2024&comma;” pungkas Supari&period;&lpar;AP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version