Site icon savanaparadise.com

Dua Kabupaten Tolak Pengalihan P3D Bidang Pendidikan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;komisi-v-dprd-ntt&period;jpg" alt&equals;"komisi v dprd ntt" width&equals;"700" height&equals;"420" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-217452" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Kupang menolak perberlakuaan Undang-undang Nomor 23 tahun tahun 2014 pada pasal 404 yang mengatur pengalihan Personil&comma; Pendanaan&comma; sarana dan prasarana&comma; serta dokumen&period; Perberlakuan UU ini sebagai akibat dari pembagian urusan antara pemerintah Pusat&comma; Daerah provinsi dan daerah kabupaten&sol;kota di bidang pendidikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; ada dua kabupaten yang menolak pengalihan kewenangan dari kabupaten ke provinsi yakni Sumba Tengah dan kabupaten Kupang&period; Padahal pengalihan kewenangan ini merupakan perintah undang-undang yang mesti dilaksanakan&comma;” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT&comma; Sinun Petrus Manuk dalam rapat kerja bersama komisi V DPRD NTT&comma; Jumad&comma; 10&sol;06 d kupang&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dijelaskannya hal ini terjadi karena dua kabupaten tersebut kurang paham tentang undang-undang nomor 23&period; Disisi lain katanya adanya keengganan kabupten dan kota untuk membantu dinas PPO NTT untuk melakukan rencana aksi sesuai dengan amanat undang-undang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; kendala lainnya adalah belum adanya peraturan Pemerintah sebagai penjabaran dari Undang-undang nomor 23 tahun 2014&period; Ini sangat menghambat rencana aksi kami untuk melakukan pengalihan dan penyerahan Personil&comma; Pendanan&comma; sarana dan prasarana&comma; serta dokumen&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya permasalahan lainnya adalah belum adanya petunjuk atau perintah dari<br &sol;>&NewLine;Bupati&sol;Walikota kepada SKPD teknis terkait inventarisasi P3D ke Provinsi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; data P3D yang telah terhimpun saat ini belum dilakukan validasi dan verifikasi dari pihak pihak yang berkompeten&period; Sehingga akurasu data asset belum final&comma;” paparnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Data tentang dokumen sangat kurang karena hampir sebahagian besar sekolah tidak memiliki dokumen atau bukti kepemilikan aset&period; &lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version