Site icon savanaparadise.com

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Setelah sempat menyebut DPRD NTT sebagai pihak yang memberi masukan atas kenaikan tarif dalam Peraturan Gubernur &lpar;Pergub&rpar; NTT Nomor 33 Tahun 2025&comma; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT&comma; Sulastri Rasyid akhirnya menarik kembali ucapannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mantan Penjabat Bupati Flores Timur ini meminta maaf&comma; baik kepada DPRD maupun kepada nelayan dan Pelapak PPI Oeba yang terkena dampak kebijakan ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dari lubuk hati yang dalam&comma; atas nama pribadi dan Dinas Perikanan Provinsi NTT saya meminta maaf kepada Komisi II DPRD NTT&period; Jujur saya katakan bahwa DPRD tidak pernah memberikan masukan soal kenaikan tarif itu&period; Ini saya salah ketik&period; Saat itu saya lagi di Sabu&comma; jam 2 malam&comma;” ujar Sulastri&comma; Selasa &lpar;30&sol;9&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; Sulastri sempat ngotot bahwa Pergub 33&sol;2025 lahir dari masukan resmi DPRD&period; Namun&comma; tekanan publik dan kekecewaan nelayan membuatnya mengoreksi pernyataan tersebut&period; Ia menegaskan DPRD hanya mendorong peningkatan PAD dari sektor perikanan&comma; tanpa pernah mengusulkan kenaikan tarif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Permintaan maaf juga ditujukan kepada nelayan dan penyewa lahan TPI Oeba&period; Pasalnya&comma; undangan rapat klarifikasi yang dikirim lewat WhatsApp tidak direspons sehingga ruang rapat kosong melompong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya paham mungkin mereka tersinggung karena hanya diundang lewat WhatsApp&period; Sekali lagi saya minta maaf&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Soal tuntutan agar Pergub 33 ditinjau kembali&comma; Sulastri mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk itu&period; Namun dia akan melakukan koordinasi secara internal sebelum melapor ke Gubernur NTT&comma; Emanuel Melkiades Lakalena&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami mencoba mengupayakan&comma; mengkaji kembali&comma; dan akan dibahas dulu sebelum disampaikan kepada Gubernur&period; Harapan kami semoga kajian ini bisa diamini&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pergub 33&sol;2025 sendiri mengatur kenaikan tarif sewa lahan di PPI&comma; sewa rumah dinas&comma; hingga retribusi hasil ikan&period; Meski disebut masih terjangkau&comma; gelombang penolakan nelayan terus menguat karena dianggap membebani usaha mereka&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version