Site icon savanaparadise.com

DPW NTT PPRN Mengklarifikasi Pemberitaan Pasca Munas Yang Tidak Sah

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Ketua Umum DPW Partai Peduli Rakyat Nasional &lpar;PPRN&rpar; Nusa Tenggara Timur&comma; Rudy Tonubessi mengatakan bahwa PPRN sebenarnya secara hukum tidak ada dualisme dalam kepengurusan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Memang dibeberapa waktu lalu PPRN sepertinya ada dualisme menurut publikasi media&comma; tetapi sebenarnya secara secara hukum itu tidak benar&&num;8221&semi;&period; Kata Tonubesi&comma; kepada wartawan&comma; belum lama ini di Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya &comma; hal ini menjadi kewajiban kami di masing-masing DPW termasuk DPW NTT untuk meluruskan hal-hal yang berkaitan dengan dualisme kepengurusan dan kami mau meyakinkan kepada publik bahwa PPRN sebagai Partai yang perduli dan memperjuangkan hak rakyat tetap kokoh&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sengketa PPRN berawal dari proses di Non-aktifkan Amelia Yani sebagai ketua umum melalui rapat DPP PPRN&period; Karena Amelia tidak mampu mempertanggungjawabkan target Parlemen Resoulves yang tidak sesuai dengan target pada Pemilu 2009&period; Sehingga pada Februari 2010 Amelia diberhentikan lantaran yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan DPP PPRN untuk melakukan pembelaan diri dalam rapat pleno DPP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam status dinon-aktifkan sebagai Ketua Umum PPRN&comma; Amelia Yani menyelenggarakan Musyawarah Nasional &lpar;Munas&rpar; di Bandung&comma; hal mana penyelenggaraan Munas itu tidak sesuai dengan ketentuan dalam AD&sol;ART PPRN&period; Sebenarnya usia PPRN belum mencapai usia 5 tahun sejak terbentuk&period; Ungkap Tunobessi sembari menceritakan kejadian itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat itu Amelia mengajukan permohonan pengesahan hasil Munas kepada Menkumham RI&period; Tetapi karena persoalan keabsahan Munas tersebut&comma; menkumham tidak menerbitkan SK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atas sikap diam tersebut&comma; Amelia Yani mengajukan gugatan PTUN dan gugatannya dikabulkan&period; Masih dalam proses upaya hukum banding dan kasasi&comma; kemenkumham menerbitkan SK nomor 17 tahun 2010 yang mengesahkan hasil Munas Bandung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian pada tingkat kasasi&comma; MA membatalkan putusan PTUN&comma; dengan demikian Munas dianggap sah adalah munas yang dilakukan di Jakarta sesuai dengan AD&sol;ART PPRN&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sehingga yang berhak mengajukan permohonan untuk pengesahan hasil munas adalah harus DPP PPRN dengan Ketua Umum&comma; H&period; Rouchin dan Sekjend&comma; Joller Sitorus ungkap Rudy Tonubesi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tonubessi merasa kesal dan aneh dengan SK nomor 17 tahun 2010 yang mana merupakan eksekusi terhadap Putusan kasasi&comma; namun menurutnya terjadi keanehan dalam proses peradilan yang baru pertama kali terjadi di negara ini&comma; dimana PTUN mengadili serta membatalkan Eksekusi Putusan Kasasi Mahkamah Agung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu Rudy Tonubessi menyebutkan indikasi keabsahan PPRN di NTT&comma; dimana pada Pilkada Kota Kupang beberapa waktu lalu PPRN merupakan partai yang pertama kali diakomodir dalam proses politik tersebut&period; &lpar;Rey&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version