Site icon savanaparadise.com

Distanbun NTT Tambah Luas Areal Tanam

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;08&sol;areal-tanam&period;jpg" alt&equals;"areal tanam" width&equals;"700" height&equals;"525" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-247423" &sol;> &NewLine; &NewLine;<br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Dinas Pertanian dan Perkebunan &lpar;Distanbun&rpar; Provinsi NTT berkomitmen menambah luas areal tanam padi sesuai target yang telah ditetapkan untuk musim tanam April sampai September yakni 57&period; 378 hektar&period; Saat ini realisasi luas tanam baru mencapai 42&period; 000 atau kekurangan seluas 15&period; 378 hektar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita terus gencar melakukan pendampingan dengan masing- masing penanggungjawab lapangan sehingga para petani bisa menambah luas areal tanam&comma;” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT&comma; Anis Tay Ruba kepada wartawan di Kupang&comma; Rabu&comma; 24&sol;08&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; pada musim penghujan tahun 2015 lalu&comma; target luas areal tanam sebanyak 220&period; 100 hektar&period; Namun yang berhasil terealisasi seluas 215&period; 249 hektar atau kekurangan sekitar 4&period; 851 hektar&period; Kekurangan realisasi luas areal tanam tersebut terus diatasi melalui upaya khusus dalam kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia &lpar;TNI&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Anis mengatakan pihaknya terus mendorong para petani melalui gerak panen tanam cepat&period; Caranya&comma; memanfaatkan irigasi dan lahan pertanian yang sudah dicetak&period; Selain itu&comma; mengoptimalisasi semua alat pertanian yang sudah dibantu&comma; seperti benih dan pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Target pencapaian luas areal tanam ini&comma; tidak hanya di loksi irigasi tapi juga dengan lahan pertanian yang dilayani dengan pompa air&comma; seperti di Magepanda&comma; Kabupaten Sikka&comma;” papar Anis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tentang program cari air dan panen air&comma; Anis katakan&comma; sasarannya untuk daerah tadah hujan dengan memanfaatkan pompa air&period; Berkaitan dengan program ini&comma; Pemerintah NTT sudah mengajukan usulan bantuan 150 unit pompa air ke Kementerian Pertanian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Usulan itu sudah direspon dan saat in sedang dilakukan validasi&period; Jumlah pompa air yang diusulkan itu&comma; akan dibagikan di 18 kabupaten yang memiliki lahan cetak sawah&period; Ada empat daerah yang tidak mendapat alokasi dari pompa air yang diusulkan itu&comma; yakni Kota Kupang&comma; Kabupaten Belu&comma; Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Empat daerah itu belum termasuk dalam usulan bantuan pompa air itu karena belum dilakukan survei terkait percepatan usulan cetak sawah&comma;” papar Anis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian yang juga Penanggungjawab Upaya Khusus &lpar;Upsus&rpar; Swasembada Pangan NTT&comma; Ani Andayani mengungkapkan&comma; faktor terpenting dari keberhasilan program upsus swasembada pangan adalah ketersediaan air untuk pertanian&period; Dimana&comma; keberadaan air tersebut tidak mungkin disubstitusi oleh input apapun&period; Air menjadi faktor kunci suksesnya upsus di NTT dalam kaitannya dengan luas tambah tanam sebagai target pencapaian swasembada pangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; kendala yang dihadapi NTT adalah tidak mendapatkan peluang bulan basah pada Juli sampai September&period; Untuk mengatasi permasalahan ini&comma; perlu dicari sumber air alternatif yang dapat menggantikan kekurangan sumber air permukaan terutama pada pertanian lahan kering&period; Alternatifnya adalah sumber air yang berasal dari air tanah&period; Kemtahaenterian Pertanian melalui staf ahli bidang infrastruktur mencoba meramu suatu mekanisme pemanfaatan sumber air tanah tanah untuk diupayaterapkan di NTT&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version