Site icon savanaparadise.com

Diskusi Publik Empat Tahun Victory-Joss, Zet Malelak Beri Kritik Konstruktif

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanparadise&period;com&comma;- Serikat Media Siber Indonesia &lpar;SMSI&rpar; Provinsi NTT menggelar diskusi publik dengan topik &&num;8220&semi;Refleksi Kritis 4 Tahun Kepemimpinan Victory-Joss&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kegiatan itu berlangsung di Aula Utama El Tari Kupang&comma; Kamis 8 September 2022&comma; dengan menghadirkan enam orang narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Diantaranya Gubernur NTT Viktor Laiskodat&comma; anggota Komisi III DPR RI&comma; Dr&period; Benny K Harman&comma; Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT&comma; Dr&period; Ince D&period; P&period; Sayuna&comma; SH&period;&comma;M&period;Hum&period;&comma;M&period;Kn&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu ada praktisi pertanian UKAW Ir&period; Zeth Malelak&comma; M&period;Si&comma; pengamat Hukum Tata Negara Undana&comma; Dr&period; John Tuba Helan dan Rektor Unwira&comma; Pater Dr&period; Philipus Tule&comma; SVD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Diskusi publik ini dipandu oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik &lpar;FISIP&rpar; Universitas Widya Madira &lpar;Unika&rpar; Kupang&comma; Mikhael Rajamuda Bataona&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur NTT&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat&comma; dalam diskusi itu membuka ruang selua-luasnya bagi siapapun untuk berdiskusi&comma; dan siap menerima kritik dan saran yang disampaikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Pakar Ekonomi UKAW Kupang&comma; Dr&period; Zeth Malelak&comma; yang merupakan pemateri ke IV dalam diskusi itu memberikan kritik konstruktif terhadap empat tahun kepemimpinan Victory-Joss&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Zeth&comma; di era kepemimpinan Gubernur Viktor Laiskodat bersama Wakilnya Yosef Adrianus Nae Soi selalu memberikan janji-janji yang kemudian tidak terealisasi secara baik kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi di era Victory-Joss ini saya memberikan julukan dengan nama ilusi ekonomi&comma; karena semua rencana program tidak berjalan dengan baik&comma;&&num;8221&semi; ujar Zeth dihadapan Gubernur NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menegaskan&comma; banyak program kerja yang sudah direncanakan Gubernur Laiskodat dan Wakilnya Josef Nae Soi&comma; namun belum di implementasikan secara baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Terlalu banyak rencana dan rancangan yang menumpuk&comma; sehingga tidak bisa dikeluarkan&period; Jadi semuanya ini hanya ilusi&comma; karena tidak ada loncatan dan transisi secara terstruktur&comma;&&num;8221&semi; tegas Zeth Malelak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Zeth mengakui&comma; jika Gubernur Laiskodat bersama Wakilnya Josef Nae Soi memang pernah menempuh pendidikan hingga mendapatkan gelar doktor&comma; namun tidak pernah teruji&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Artinya mereka tidak mempunyai pengalaman yang kuat&comma; dan tidak pernah teruji&period; Betul bahwa mereka pernah sekolah&period; Tetapi tidak teruji&period; Karena menjalankan sebuah birokrasi itu tidak gampang&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Viktor Laiskodat&comma; kata Zeth Malelak&comma; selama ini justru bertahan dan keluar dengan cara yang menurut banyak masyarakat tidak pantas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Padahal keinginan gubernur itu sangat kuat&comma; tetapi buruknya adalah komunikasi ilusi yang dibangun dengan para bupati atau pemilik wilayah&comma;&&num;8221&semi; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karena secara UU otonomi&comma; gubernur hanya mengkoordinasi&period; Dan ide itu harus dijalankan secara baik oleh kepala daerah atau pemilik wilayah tersebut&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period; &lpar;ADV&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version